Arsip Blog

Mengapa Islam garis keras ditolak oleh mayoritas Pemerintah Dunia Arab dan Asia?

“Seratus tahun Tirani adalah lebih disukai daripada satu malam Anarki” – Pepatah Syria kuno

Islam pada Persimpangan, Jalan Islam at the CrossroadsSementara para imam Islam (yang bahasa Arab adalah bahasa ibu) mengkotbahkan di Mesjid-mesjid setiap Jumat pentingnya kebangkitan Islam dengan segala cara, para penguasa negara mayoritas Muslim menghadang aksi para imam tersebut. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada Dunia Islam?

Empat dekade belakangan ini, berita dipenuhi dengan berita-berita serangan teroris yang berkaitan dengan kebangkitan agama Islam. Dunia Barat dibuat panik teror bom dibuat Carlos the Jackal, julukan Ramirez Sanchez pemuda Amerika Latin. Teror ini berlanjut lebih dari 10 tahun. Qaddafi, presiden Libya pendukung utama keuangan untuk aksi teror pemuda yang beraliran Komunis Marxisme sekaligus pembela Islam garis depan.

Osama bin Laden, pendiri Al Qaida meneruskan aksi Carlos the Jackal. Osama adalah pemuda Saudi dari aliran keras Islam Wahabbi dan . Badan-badan intelejen Barat dan Israel percaya bahwa keuangan Al Qaida didapat dari negara-negara Arab. Ia pernah makan bangku kuliah di Saudi bahkan di AS.

Memasuki abad 21, kelompok-kelompok Islam garis keras bermunculan seperti jamur di Musim Semi, sehingga disebut gerakan Islam ”Arab Spring” atau “Jalan Arab” Satu dari sekian organisasi Islam yang terkenal adalah Negara Islam Irak dan Syria (NIIS), atau ISIS / ISIL dalam bahasa Inggrisnya atau Daish orang Arab menyebutnya. Pendiri dan pemimpin tunggal dari NIIS adalah pemuda Irak bernama Abu Bakr al-Baghdadi, bergelas S3 (doktor) dalam bidang agama Islam. Abu Bakr kemudian memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Kalifah dan mengganti nama organisasinya menjadi ”Negara Islam” (Islamic State). 

Pemerintah Qatar secara langsung bertanggung jawab atas kerugian dan kerusakan negara-negara Arab yang ditimbulkan oleh gerakan Arab Spring ini; bangsa Mesir dan Syria tidaklah akan melupakan.

Pada awal gerakan Islam Arab Spring atau Jalan Arab, banyak pemimpin Arab dan negara-negara Islam di dunia mendukung gerakan tersebut, bahkan beberapa negara Barat pun bersimpati, sebab mereka pikir itu adalah gerakan demokrasi. Perancis, AS dan Britania Raya terlibat langsung dalam menumbangkan Presiden Qaddafi.

Pergeseran radikal kebijakan para pemimpin Arab dan negara-negara mayoritas Muslim terhadapat gerakan Islam.

Mesir adalah negara moyoritas Muslim terbesar di dunia Arab, sekalipun hanya 80% penduduknya beragama Islam. Presiden El-Sisi secara terang-terangan menolak gerakan Islam garis keras yang dibawa oleh keompok Muslim Brotherhood (MB). MB adalah organisasi Islam radikal asal Mesir berdiri tahun 1928, merupakan ibu dari semua gerakan Islam radikal saat ini. Mesir juga termasuk satu dari sejumlah negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Marokko, sekalipun agama Islam adalah agama negara, namun pemerintah mengamati gerak-gerik Muslim radikal secara ketat, pemerintah menaruh banyak mata-mata di Mesjid-mesjid.

Pemerintah Irak dan Syria sampai saat ini memerangi semua gerakan Islam garis keras. Irak dibantu Iran dan AS memerangi Negara Islam, dan sementara pemerintah Syria dibantu Russia dan Iran.

Di Asia, Indonesia dan Pakistan adalah dua negara berpenduduk Muslim terbesar di Asia bahkan di dunia. Pemerintah Indonesia, di bawah Presiden Soeharto dan Habibbie mendukung penyebaran agama Islam di Indonesia, itu tidak diragukan. Namun presiden Soeharto tidak segan-segan menghukum keras kelompok Islam garis keras, itu nampak pada ”Peristiwa Tanjung Periok” dan gerakan ”Aceh Merdeka.” Dan sekarang, Pemerintah sedang meminta pertanggung jawaban pemimpin FPI

Di Pakistan, semasa presiden Pervez Musharraf (2001-2008) kelompok Islam garis keras seperti Mujahidin dan Al-Qaida diperangi habis-habisan bahkan sampai memasuki wilayah Afganistan. Pemerintah Pakistan yang sekarang mulai menghukum keras para pelaku ”Honor Killing,” tindakan menghukum sampai mati seseorang demi membela nama baik keluarga dan Islam.

Jika kita amati baik-baik, satu-satunya pemerintah negara mayoritas Muslim di dunia yang sungguh-sungguh berdiri membela gerakan Islam garis keras adalah pemerintah Iran, yang juga adalah satu-satunya negara berstatus ”Negara Islam Republik

Adakah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Mengapa para pemimpin negara Islam di dunia menolak Islam garis keras?
  • Kemanakah sesungguhnya agama Islam sedang menuju saat-saat ini?
  • Dapatkah Islam mendominasi dunia seperti yang diimpikan oleh banyak pemimpin agama Islam?

Read the rest of this entry

Iklan