Arsip Blog

14 FACTS THAT EVERYONE SHOULD KNOW ABOUT ISRAEL by Shalach.org

Two peoples claim the same piece of real estate in the Middle East. Whose land is it? Who owns the title deed? Israel or the Palestinians? Both peoples? Who has the right to decide to whom the Land belongs? Israel? The Arab nations? The United States? The United Nations? How do we decide? By occupation? By war? By the claims of history? When the Word of God speaks authoritatively on any subject, that is the final word. God has much to say about the land and people of Israel in His supernatural revelation, the Bible.

A PEOPLE CHOSEN TO WITNESS
The Creator of all things chose the nation of Israel to be a unique
people that would witness to His reality. For you are a holy people to the Lord your God; the Lord your God has chosen you to be a people for His own possession out of all the people who are on the face of the earth (Deuteronomy 7:6). We were chosen to be witnesses of God’s reality to a world that had fallen away from God. You are My witnesses, declares the Lord, and My servant whom I have chosen, in order that you may know and believe Me, and understand that I am He. Before Me there was no God formed, and there will be none after Me. I, even I am the Lord; and there is no Savior beside Me (Isaiah 43:10-11). The Jewish people were chosen to demonstrate to the world that there was one true and living God. Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

Iklan

Uskup Katolik menuntut Israel membebaskan Tanah Perjanjian di tahun Yobel ke bangsa Palestina

Awake, awake; put on thy strength, O Zion; put on thy beautiful garments, O Jerusalem, the holy city: for henceforth there shall no more come into thee the uncircumcised and the unclean. (Isaiah 52:1, KJV)

uskup-declan-lang-dengan-topi-ikannya

Uskup GRK Declan Lang

Uskup Gereja Roma Katolik Declan Lang untuk Clifton  dan sekaligus pemimpin Kordinasi Tanah Perjanjian  (Holy Land Coordination) dalam sebuah pernyataan tertulis dan ditandatangani oleh 11 uskup Katolik lainnya berkata, “Selama 50 tahun West Bank, Yerusalem Timur dan Gaza telah lenyap di bawah pendudukan, pelanggaran nilai kemanusian baik orang-orang Palestina dan orang-orang Israel. Ini adalah skandal yang kita harus tidak menjadi terbiasa.” Hal ini terjadi berkaitan dengan beralihnya kekuasaan Kota Yerusalem dari pemerintah Yordania ke pemerintah Israel setelah tentara Israel menang perang pada Perang Enam Hari 1967 (video dokumentasi).

”Begitu banyak orang di Tanah Perjanjian telah menghabiskan seluruh hidup mereka di bawah pendudukan, … Sekarang, lebih dari sebelumnya, mereka layak solidaritas kita.”

Bicara tentang orang-orang yang tinggal di Jalur Gaza, ia berkata, ”mereka masih hidup di tengah-tengah katastrop kemanusian buatan-orang.”

Declan Lang juga meminta jemaat untuk menolak pembangunan rumah-rumah untuk 600.000 orang Israel, dengan alasan tanah tersebut adalah tanah status “Hukum Internasional.”

Ia menutup penyataan ini dengan mengutip ayat Yobel / Jubilee, dimana bangsa Israel membebaskan para budak dan menghapus hutang-hutang setiap 50 tahun: ”Dan kamu harus menguduskan tahun itu, tahun kelima puluh. Dan kamu harus memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi seluruh penduduknya. Itu harus menjadi Yobel bagimu.  Dan kamu harus megembalikan setiap orang kepada miliknya, dan kamu harus megembalikan seseoragn kepada kaumnya,” ia mengutip Imamat 25:10

”Selama 50 tahun pendudukan ini kita harus berdoa untuk kebebasan setiap orang di Tanah Perjanjian dan secara praktis mendukung semua yang bekerja membangun perdamaian yang adil,” ia menyimpulkan.

Pernyataan uskup Clifton, Amerika Serikat ini dibantah oleh situs Israel, bahwa Declan Lang salah target dalam banyak point, diantaranya,

“Uskup ini kemungkinan lupa laporan 19 Desember 2016 yang dibuat oleh organisasi Katolik itu sendiri, the National Catholic Report (NCR). NCR menulis: ‘Di 1950, Betlehem dan desa-desa sekitarnya adalah 86% Kristen. 2016, populasi Kristen hanya 12%. Di West Bank, Kristen sekarang kurang dari 2% dari populasi, meskipun 1970, Kristen adalah 5%. Di Betlehem, tempat Yeshua lahir, hari ini hanya 11.000 Kristen.’

“Dari fakta-fakta statistik tersebut, NCR mencoba memindahkan tuduhan ke ‘pendudukan’ Israel (meskipun Betlehem adalah di bawah kekuasaan Pemerintah Palestina) dari intimidasi Muslim – kurang brutal tetapi dibungkus dengan ketidak toleransian dan kebencian yang sama atas serangan-serangan ke orang-orang Kristen di Irak, Syria sampai ke Mesir,” situs Israel ini menulis.

”Sungguh, satu-satunya negara di Timur Tengah dimana komunitas Kristen berkembang dan makmur adalah, secara umum – Israel.”

Baca juga:

Referensi:

Read the rest of this entry

Peranan Turki pada Konflik Timur Tengah di Mata DR. Christina Lin

Tetapi pada akhir zaman … raja negeri Utara itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal; dan ia akan memasuki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah. Juga Tanah Permai (Negara Israel) akan dimasukinya, dan banyak orang akan jatuh; tetapi dari tangannya akan terluput tanah Edom, tanah Moab dan bagian yang penting dari bani Amon (ketiga Tanah ini adalah Negara Yordan). (Daniel 11:40-41)

DR. Christina LinKita sering mendengar opini atau pendapat tentang konflik Timur Tengah dari sudut pandang orang Barat dan Timur Tengah (orang Arab, orang Israel), Anda ingin tahu bagaimana politikus Cina melihatnya?
DR. Christina Lin (foto) adalah anggota dari Center for Transatlantic Relations pada SAIS- Universitas Johns Hopkins. Ia penulis dari The New Silk Road: China’s Energy Strategy in the Greater Middle East” (The Washington Institute for Near East Policy), dan mantan dikrektur untuk Kebijakan Republik Rakyat Cina pada Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Artikel ini ditulis DR. Lin di sebuah situs Israel pada sub-katagori opini/blog dengan judul Israel between Turkey and China, Egypt, Kurds.
DR. Lin membahas bagaimana bangsa Kurdi, Mesir, Cina (RRC) serta Israel kuatir tentang campur tangan pemerintah Turki (Presiden Erdogan) dalam konflik di Timur Tengah. Artikel di bawah ini disalin persis seperti sumbernya. Peta ditambahkan. Selamat membaca, The Camel Speaks Out.

Read the rest of this entry

Masalah orang-orang Arab adalah Iran, bukan Israel (Pemimpin Partai Perdamaian Libanon)

dan katakanlah: Beginilah firman Adonai YAHWEH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal… Orang Persia (Iran), … banyak bangsa menyertai engkau. (Ezekiel 38:3-6). Mesekh dan Tubal berlokasi di Turki

Masalah orang-orang Arab adalah Iran, bukan Israel (Partai Perdamaian Libanon)”Pemimpin Partai Assalam (Perdamaian), Roger Edde berkata Iran menghasilkan masalah yang lebih besar bagi dunia Arab dibanding Israel perbuat,” Time of Israel.com mengutip wawancara televisi saluran al-Mayadeen, saluran tv yang tergabung dengan organisasi Islam Hezbollah, yang dipancarkan pada 20 Januari
”Semua orang yang memanggil untuk memerangi Israel sementara mengabaikan masalah tentang Iran adalah bermasalah,” Roger berkata sesuai terjemahan Inggrisnya yang dibuat oleh MEMRI (yayasan yang memonitor berita-berita Timur Tengah)
”Saya tidak ingin (Iran) mengekport revolusi (Islam)nya dalam usaha menabur konflik masyarakat di Levant (suatu wilayah Timur Tengah yang meliputi Libanon, Israel, Syria dan Yordania) dan di dalam sisa Dunia Arab,” Edde menambahkan, nampaknya merefer ke pengaruh kelompok Islam Shia Hezbollah yang didukung Iran, Time of Israel menulis.

Ketika tuan rumah bertanya tentang 132 orang Palestina yang masih muda, yang menurut tuan rumah ”telah dibunuh dengan darah dingin oleh Israel dalam dua bulan belakangan ini” Edde menjawab bahwa: ”Israel haruslah tidak menerima ini di bawah kendala-kendala apapun, sebab setiap orang yang mencoba melaksanakan operasi tahu bahwa ia sedang memimpin ke arah kematiannya.”
Ia memberi contoh: ”Jika dia meraih sebuah pisau dengan tujuan menyerang seorang wanita, dia tahu bahwa itu adalah bunuh diri – sebab seseorang akanlah menembahk dia.”
Tuan rumah nampaknya terkejut dengan respons Edde, segera bertanya, “Apakah kamu menganggap Israel ada sebagai musuh kita?”
”Ya, tentu. Mengapa? Sebab kita tidak memiliki damai dengan itu. Kita ada dalam status perang. (Tetapi) kita memiliki perjanjian gencatan senjata dan kita sepakat untuk perjanjian tersebut,” Roger Edde menjawab.

Sumber: Lebanese politician brands Palestinian attackers ‘suicide seekers’

Read the rest of this entry