Arsip Blog

Kekerasan Ramadan: Para Jihadist telah membunuh, melukai 1365 orang dengan satu minggu lagi (Breitbart)

Peta aksi teror sedunia di bulan suci Ramadan 2016, CNN

Serangan teror sepanjang Ramadan 2016, CNN

”Para teroris Islam telah membunuh 605 orang dan tambahan 760 luka-luka sejauh ini dalam bulan paling suci bagi para Muslim, Ramadan, sebuah perhitungan Berita Breitbart menunjukkan,” Edwin Mora menulis

Perhitungan ini diambil dari awal Ramadan 17 Mei sampai 10 Juni; empat hari sebelum peristiwa serangan bom atas tiga gereja di Surabaya tewas 13 dan 43 luka-luka.

Edwin, pada laporannya menulis, “Tahun ini, Taliban telah membuktikan ada sebagai kelompok Jihadist yang paling produktif di dunia, melancarkan lebih serangan yang mematikan dan melukai lebih banyak orang dari group terrorist apapun selama Ramadan.”

Breitbart News mendaftakan negara-negara yang mengalami serangan terrorist selama bulan Ramadan tahun ini, total 136 tindakan teror:

  • ASIA: Afghanistan, India, Pakistan, Thailand,
  • AFRIKA: Algeria, Nigeria, Mesir, Somalia, Burkino Faso, Libya, Mozambique, Niger, Kenya, Cameroon, Mali
  • TIMUR TENGAH: Syria, Irak, Yemen, Israel, Arab Saudi
  • EROPA dan sekitarnya: Russia, Belgia,

Ramadan Rage: Jihadists Have Killed, Injured 1,365 with One Week to Go

Situs TheReligionOfPeace.com juga membuat laporan sejenis. Lihat di sini Ramadan Bombathon 2018

Besar kemungkinan keaktifan militan Islam Taliban ini adalah tindak aPara Taliban di ladang opium mereka yang sedang berbungaksi balas dendam karena tentara Amerika di Afganistan belum lama ini menghancurkan ladang dan pengolahan opium dan heroin mereka yang diperkirakan bernilai 42 juta Dollar Amerika Serikat. Laporan menulis, menurut Pemerintah AS ”Taliban mendapatkan antara 300 – 500 $AS pertahun” dari total budget mereka, dari keuntungan ini uangnya dipakai untuk membiayai aksi teror mereka. Baca: U.S. Air Campaign Destroys $42 Million Worth of Taliban Heroin Profits

Read the rest of this entry

Petinggi HAMAS: “Siapakah orang-orang Palestina?, kami adalah…”

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari YAHWEH (Amsal 16:1)

 

orang Palestina di Israel

Orang Palestina tinggal di Israel

Pertanyaan “siapakah sesungguhnya orang atau bangsa Palestina” telah menjadi perdebatan puluhan tahun, apalagi jika itu dikaitkan secara langsung dengan negara Israel dan kota Yerusalem. Pernyataan Menteri Dalam Negeri dan Keamanan National Hammas, Fathi Hammad, dipancarkan oleh TV Al-Hekma pada 23 Maret 2012 menyelesaikan perdebatan tersebut.

 

Petinggi Hamas ini, dengan emosi yang tinggi menyatakan fakta kebenaran berdasarkan sejarah siapa sesungguhnya bangsa yang dunia kenal sebagai “bangsa Palestina” atau “orang-orang Palestina.” Berikut ini adalah ringkasan dari program TVnya: Hamas Minister of the Interior and of National Security Fathi Hammad Slams Egypt over Fuel Shortage in Gaza Strip

“Saudara-saudara, ada 1,8 juta kami di Gaza,” Hammad berkata, “Al-Aqsa dan Tanah Palestina mewakili ujung-tombak bagi Islam dan bagi para Muslim. Karenanya, ketika kami mencari pertolongan dari saudara-saudara Arab kami, kami tidak mencari pertolongan mereka supaya bisa makan, hidup, minum, berpakaian, atau hidup kehidupan yang mewah. Tidak. Ketika kami mencari pertolongan mereka itu supaya bisa melanjutkan tugas jihad.
Allah ada ditinggikan, kita semua memiliki akar-akar Arab, dan setiap orang Palestina, di Gaza dan seluruh (tanah) Palestina dapat membuktikan akar Arabnya – entah dari Arab Saudi, dari Yaman, atau dari manapun juga. Kita memiliki ikatan-ikatan darah. Jadi dimana ketertarikan dan belas kasihan kalian? (Hammad sedang berbicara kepada Pemerintah Mesir; mengemis suplai minyak untuk penduduk jalur Gaza yang dihentikan Mesir)
Secara pribadi, separuh dari keluargaku adalah orang Mesir. Kami semua seperti itu. Lebih dari 30 keluarga di Jalur Gaza adalah disebut Al-Masri (Orang Mesir). Saudara-saudara, separuh dari orang-orang Palestina adalah orang Mesir dan separuh lainnya adalah orang (Arab) Saudi.
Siapakah orang-orang Palestina? Kami memiliki banyak keluarga disebut Al-Masri, yang akarnya adalah orang Mesir. Orang Mesir! Mereka bisa jadi dari Alexandria, dari Kairo, dari Dumietta, dari Utara, dari Aswan, dari Mesir Utara atas (Upper Egypt). Kami adalah orang-orang Mesir. Kami adalah orang-orang Arab. Kami adalah orang-orang Muslim. Kami adalah sebuah bagian dari kalian.

Read the rest of this entry

A Moment for Truth (about Islam) by Dave Hunt

America awakened September 11 to appalling scenes on TV of passenger planes deliberately crashing into the towers of the World Trade Center and into the Pentagon. Stunned disbelief gave way to the question, who could so carefully plan and efficiently execute such incredibly inhumane destruction and slaughter? What cause could so powerfully motivate educated and trained individuals to sacrifice their own lives and the lives of so many total strangers in this manner? In the minds of civilized people these men were unbelievable fanatics. But were they?

Could one call the spiritual leader of an entire major country a “fanatic,” a man universally recognized as properly representing his religion? Who would know his religion better than the spiritual leader himself? Such was Iran’s Ayatollah Khomeini when he declared, “The purest joy in Islam is to kill and be killed for Allah.”1 Is that fanaticism? Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry

“Doa saja tidak cukup!” Pendeta ex-Muslim Umar Mulinde memperingati Tubuh Kristus se dunia

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:15-16, ITB)

pendeta-umar-mulinde-berbicara-di-tel-aviv-setelah-perawatan-kulitnya-di-israel

Pendeta Umar Mulinde dari Uganda

Pendeta Uganda yang luka-luka berat akibat serangan orang-orang Islam oleh karena imannya telah membuat permohonan yang serius untuk menolong saudara-saudara mereka yang teraniaya di belahan dunia lainnya.

Berbicara di sebuah jemaat di Doncaster, South Yorkshire, selama tour singkat di Britania Raya berkaitan dengan perawatan oleh para dokter Israel menceritakan aniaya di Nigeria dan Uganda dan Syria baru-baru ini.

“Saya bertahan hidup dari sepuluh serangan atas kehidupanku melalui senjata-senjata api, bom-bom dan racun,” Umar bercerita tentang dirinya, ”Pada Malam Natal 2011, ketika saya keluar dari Gereja, saya diikuti oleh beberapa ektrimis yang, hanya sebelum saya memasuki mobil, menuangkan asam sulfat pada wajahku. Metal apapun diluar emas akan segera lumer dalam cairan tersebut, jadi kalian bisa bayangkan apa yang telah terjadi dengan kulitku.”

Mengingat perisitiwa tersebut, ia berkata: “Saya menjerit, ‘Yeshua!’ Tetapi mereka berteriak ‘Allahu Akbar.’ Mereka memuji Allah sementara meyakiti diriku. Elohim macam apa itu (What kind of God is that)? Tetapi kalian melihat saya berdiri di sini adalah suatu mujizat. Yeshua menyisahkan hidupku.”

”Tidak ada negara dapat berkata mereka aman. Itu hanyalah masalah waktu. Ini bukanlah nubuatan; itu adalah kenyataan. Bahkan di Britania Raya kalian sedang duduk pada sebuah bom waktu,” pendeta Uganda berkata berkaitan dengan penderitaan orang-orang Kristen di dunia dan memperingatkan pendengarnya.

Meskipun konstitusi Uganda menggaransi kebebasan beragama dan lebih dari 80% populasinya adalah Kristen, berpindah dari Islam di sana tetap dianiaya.

“Jika satu bagian tubuh menderita sakit, seluruh tubuh menderita,” ia berkata mengutip surat rasul Paulus untuk Gereja di Korintus (1 Kor 12:26).

Umar menyarankan bahwa itu bukanlah ’Islamophobia’ (ketakutan pada Islam yang tidak beralasan) yang kita haruslah perduli, tetapi ’Christophobia’ (ketakutan pada Kristianiti yang tidak beralasan). Usaha-usaha oleh Media dan para politikus untuk membela Islam sebagai sebuah ’agama damai’ adalah penyesatan.

”Korban-korban aniaya merasa saudara-saudara Kristen mereka telah menghianati mereka,” Umar berkata, menambahkan bahwa ia berhubungan dengan teman-teman di Aleppo, Syria, yang telah menyaksikan pemenggalan kepala puluhan orang Kristen. Ia memiliki video untuk membuktikan itu.

Ia berkata, dahulu orang-orang Yahudi diusir dari dataran Arab, sekarang para Islam fundamentalis mengusir orang-orang Kristen. Ia mengingatkan serangan-serangan jihad di London, Paris, Brussel dan Berlin sebagai bagian membawa seluruh dunia di bawah kekuasaan Islam.

“Perang Israel adalah perang kita jika kalian adalah seorang Kristen. Saya bukanlah seorang pengkotbah kebencian. Saya mengasihi orang-orang Muslim dan berdoa bagi mereka setiap hati, bahkan mereka yang telah menyerang saya dengan asam sulfat. Bahkan saat pertama saya telah lakukan pada waktu (serangan) itu, adalah meminta Elohim untuk mengambpuni mereka!,” Umar Mulinde berkata.

”Suka atau tidak, invasi sedang berlangsung. Para Muslim ektrimist sedang mencoba sebisa mungkin memakai intimidasi dan kekerasan dengan tujuan menegakkan sebuah kerajaan Islam dunia di bawah Hukum Islam / Sharia Islam. Ada bahkan beberapa tempat di Britania dimana polisi Britania tidak dapat masuk.”

Mengutip sejumlah ayat-ayat Kuran yang memerintahkan untuk melakukan kekerasan melawan ’para infidel’ (orang kafir menurut Islam), pendeta ex-Muslim ini berkata: ”Setiap orang bukan-Muslim adalah kandidat bagi kematian,” menambahkan: ”Jika Gereja (hanya) berdoa dan tidak berbuat, itu akan ada dikalahkan.”

Setelah membaca artikel ini, sebuah bertanya muncul dipikiran saya dan juga mungkin dipikiran Anda:

  1. Apa yang Gereja secara tubuh Kristus dan saya pribadi bisa lakukan untuk menolong saudara-saudari kita yang teraniaya?
  2. Apa yang Gereja secara tubuh Kristus dan saya pribadi bisa lakukan untuk menolong orang-orang Islam (khususnya yang fanatik/ektrim/radikal) terbuka pikirannya bahwa membunuh sesama manusia bukanlah jalan yang dikendaki oleh Elohim Abraham dan itu tidak sesuai dengan karakter dan firman-Nya yang mulia serta kudus?

“Bapa Sorgawi, saya minta Roh-Mu menolong saya dan yang lainya. Jadikan kami sebagai alat berkat-Mu bagi saudara-saudari kami yang teraniaya. Jadikan kami juga sebagai terang dan garam-Mu bagi saudara-saudari kami yang Muslim. Di dalam Nama Putra-Mu yang tunggal, Yeshua Ha Mashiah aku berdoa. Amin

Diterjemahkan dari  ‘What Kind of God is This?’by Charles Gardner; IsraelToday.co.il. 23/11/2016

Read the rest of this entry