Arsip Blog

Pakistan: Muslim Syiah kembali diteror, 27 terbunuh dan lebih dari seratus luka akibat serangan bom di Mesjid Parachinar.

Serangan bom bunuh diri di Mesjid Syiah di Parachinar, PakistanBom bunuh diri berkekuatan besar diawali dengan tembakan senjata api ini terjadi pada hari Jumat. Ledakan terjadi di depan pintu gerbang Mesjid Imambargah untuk para wanita. Diantara korban juga terdapat pedagang yang berjualan di depan mesjid tersebut. Laporan berkata, bahwa waktu serangan sepertinya memang disengaja ketika orang berkumpul untuk sembayang Jumat untuk memaksimumkan jumlah korban.

Menurut laporan Human Righs Ativists (HRA) yang berpusat di Geneva, kejadian ini merupakah serangan ke enam atas Muslim Syhia di Parachinar sejak 2012. Serangan-serangan melawan kelompok minoritas tidaklah lagi suatu yang mengejutkan di negara mayoritas Sunni Pakistan ini, itu telah menjadi hal yang normal.  Hanya dua hari sebelumnya telah da dua kecelakaan, satu mentargetkan para Muslim Syhia dan satunya lagi para Muslim Ahmadiah. Laporan yang sama berkata, bulan Maret lebih dari 80 orang Muslim terbunuh pada sebuah serangan di sebuah kuburan siarah Islam Sufi di Pakistan selatan.

HRA mengutip laporan yang dibuat oleh Jamaat e-Ahmadiyya, sejak undang-undang Penghinaan Agama Islam diberlakukan di Pakistan tahun 1984, telah ada lebih 280 Muslim Ahmadiah terbunuh hanya karena kepercayaan Islam mereka. ”Sementara para pemimpin Pakistan dan para pejabat kota mengklaim bahwa masyarakat dari semua latar belakang agama menikmati persamaan hak di Pakistan, namun kewajiban menulis jenis agama ketika membuat passport pada formulis aplikasi yang menyatakan orang Ahmadiah sebagai orang kafir, adalah masalah yang jelas bahw Negara mendukung diskriminasi diantara penduduknya,” HRA menulis.

Seorang Muslim Syiah pada artikelnya Will custodians of Gaza speak on Shia Genocide?, membeberkan fakta jumlah korban Muslim Syiah akibat kebrutalan Sunni Pakistan, jauh lebih besar dari korban Muslim Palestina di Gaza akibat perang Hamas-Israel:

  • 1985: 20.000 (Pakistan) –  8000 (Gaza)
  • 2007: 6000 (hanya di Parachinar saja, Pakistan) – 2500 (Gaza)
  • 2012: 500 (Pakistan) – 100 (Gaza)

Protesnya kepada para pemimpin Hamas di Gaza atas fakta ini, ia menulis:

I fail to understand how can someone be so shameless to have this selective morality, that too enabled randomly on certain occasions?   They will speak about Gaza, they will speak about Syria, they will even sympathies with Aafia Siddiqi, Osama Bin Laden and the terrorists killed in drone attacks or armed Lal Masjid goons. What is common across all of these? They are all Salafi/Wahabi/Deobandi Muslims. Yes, they will only speak when Salafi/Wahabi/Deobandi Muslims are killed, specially when killed by non-Muslims or kuffar.

Komentar moderator:

  • Konflik Syiah-Sunni terjadi sejak hari dimana nabi Muhammad meninggal dunia: “Pihak mana yang lebih layak secara hukum mewakili ajaran Islam, garis keturunan atau pengikut?”
  • Penulis artikel di WorldShiahForum di atas gagal mengerti tentang tujuan organisasi Hamas di Gaza. Memang benar, Hamas dimodali oleh Pemerintah Iran (Islam Syiah), tapi goal utama Hamas (dan Iran) adalah bukan membela Islam, melainkan politik berkedok agama Islam untuk melenyapkan negara Israel. Lagi pula, Hamas adalah organisasi militan Islam Sunni.

Referensi:

Read the rest of this entry

Iklan

Ramadan 2016 dipenuhi dengan aksi terror berdarah

Jangan sesat! Elohim tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. (Galatia 6:7-8)

Ramadan Bombathon 2016Bulan Ramadan tahun ini, sejak minggu pertama sampai minggu terakhir dipenuhi dengan aksi jihad, dan ini terjadi secara global, di berbagai negara di Asia dan Timur Tengah dan bahkan di kota lahirnya agama Islam.

Syria. “Dunia Muslim boleh saja telah memulai memperingati bulan puasa Ramadan minggu ini, tetapi pertempuran  di Syria tidak berhenti semenit pun juga, sebagaimana sedikitnya 20 orang terbunuh hari ini (Saptu) dalam sebuah serangan terror kombinasi pada tempat suci Shiah Sayyidah Zaynab di Damaskus selatan,” sebuah media melaporkan.

Serangan jihad di Arab Saudi. Senin, 4 Juli, sehari sebelum penutupan bulan Ramadan, negara Saudi Arabia, negara dari mana agama Islam lahir dan berkembang, telah terjadi tiga aksi jihad pada tiga kota yang berbeda; serangan bom bunuh diri terjadi di depan gedung konsulat Amerika Serikat, di depan Mesjid Nabi Muhammad di Medina, mesjid dimana dipercayai jenazah nabi Islam Muhammad di kuburkan dan yang terakhir adalah di depan sebuah mesjid orang Shiah di kota Qatif.

serangan bom bunuh diri bulan Ramadan di Mesjid nabi Muhammad Medinah

Mesjid Nabi Muhammad, Medinah

Serangan jihad di mesjid Nabi Muhammad yang dipenuhi oleh ribuan umat Islam terjadi pada saat sembayang magrib menjelang penutupan bulan suci Ramadan yang berakhir pada hari Selasa (5/7/2016). Pihak resmi Arab Saudi berkata si penyerang meledakkan bomnya di tempat parkir setelah para petugas keamanan mencurigai dirinya. Empat petugas keamanan tewas seketika serta lima lainnya luka-luka dan beberapa mobil turut terbakar. Seorang jemaat Sudan dari Abu Dhabi berkata ia mendengar dua ledakan besar dengan ledakkan yang cukup kuat

”Itu sungguh mengejutkan bahwa hal seperti itu terjadi di tempat kedua paling suci (bagi umat Islam) di dunia. Orang-orang sebelumnya tidak pernah membayangkan itu telah dapat terjadi di sini.” ia berkata.

20 November 1979, pada puncak hari Kenaikan Haji, sekelompok orang Islam merebut Mesjid Al-Haram di Mekka, dimana Kaaba berada di dalamnya, selama dua minggu untuk menuntut pihak keluarga Al Saud (penguasa Arab Saudi) meninggalkan kursi kerajaannya. Perang terjadi, 117 tentara Saudi tewas dan 451 luka-luka, dari pihak militan Islam 117 tewas dimana 41 orang Saudi sendiri dan 10 orang Mesir.

Serangan bom Sunni atas tempat suci Shiia Sayyidah Zaynab

Sayyidah Zaynab, Syria

Menteri Dalam Negeri Saudi menyatakan serangan bom bunuh diri di depan konsulat AS adalah warga negara Pakistan yang tinggal di Saudi. Untung tidak ada korban jiwa.

Bangladesh. Hari Jumat sejumlah Muslim Bangladesh menyerang sebuah restoran yang dipenuhi dengan turis. Menawan seisi pengunjungnya; penawan baru selesai 12 jam kemudian setelah polisi mengepung gedung tersebut. 20 turis tamu restoran dan dua polisi tewas. Polisi menembak mati enam penyerangnya.

The Religion of Peace, suatu situs yang dibuat oleh para ex-Muslim melaporkan lebih jelas, bahwa Ramadan 2016 di hari ke 29 di bulan Ramadan serangan Jihad telah mencapai 228 kali membunuh 1651 jiwa.

Serangan jihad pada bulan Ramadan 2015 telah juga terjadi di Perancis, Kuwait, Tunisia, Syria dan Somalia. Hanya pada tanggal 25 dan 26 Juni, korban jiwa mencapai lebih dari 403orang (tidak termasuk penyerangnya) dan 336 sedikitnya luka-luka. Mayoritas korban dari aksi jihad ini adalah orang Islam sendiri. Sehingga media Internasional, Eropa serta Afrika Utara mengenalnya sebagai “Jumat Berdarah” dan ”Jumat Hitam.” Sumber: 2015 Ramadan attacks; wikipedia

Pemikiran umum yang selama ini diterima oleh masyarakat dunia baik umat beragama apapun, masyarakat sekuler serta kelompok atheis bahwa hari-hari suci keagamaan diartikan sebagai hari-hari dimana umat beragama semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan yang disembahnya, dalam arti kata mereka yang menjalankan ibadah akan berusaha semakin berbuat baik dan benar sebisa mungkin untuk tujuan semakin diperkenan oleh Tuhannya. Saat sekarang masyarakat Islam sedunia perlu mengevaluasi  dokma dan praktek Islam yang mereka imani.

Saya ucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri, bagi setiap Anda yang merayakannya. Kiranya Yang Mahakuasa mengaruniakan damai dan menunjukkan Jalan Lurus-Nya kepada Anda semua.

Ucapan penting dari teman saya ini tidak mudah saya lupakan, dan selalu teringat setiap kali ada musibah kematian, Di depan para tamu yang menghadiri upacara hari terakhir sebelum ibunya dikubur ia menantang setiap pendengarnya untuk mengevaluasi hidup mereka.

”Ingatlah hidup badani itu singkat, namun kekekalan itu sangat panjangLalu ia menguraikan apa yang dia maksud, ia melanjutkan: “Akankah Anda sia-sia kan hidup yang singkat ini tanpa Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) di dalam hati Anda sehingga Anda kelak akan hidup kekal tanpa Yeshua selamanya? Putuskanlah hari ini juga untuk mengundang Yeshua ke dalam hidup Anda sehingga kapanpun Anda meninggal dunia maka Anda akan selamanya hidup bersama Yeshua, sebab Yeshua adalah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.”

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mashiah, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2:10-11)

Bacaan berkait:

Referensi:  

Read the rest of this entry

Bulan madunya Negara Islam Khalifah sudah berakhirkah?

Berkatalah aku dalam hati: “Elohim akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.” (Pengkotbah 3:17)

Crecent moon and wolf bulan sabit dan serigalaNegara Islam Khalifah (NIK) saat ini tidak hanya kehilangan wilayah jajahannya, yang lebih parah lagi kehilangan kepercayaan dan dukungan dari para Muslim Sunni sendiri yang semula sangat memujanya.

Sejak bulan Mei 2016 Media Timur Tengah mengabarkan bahwa (NIK) telah kehilangan sekitar 50% wilayah jajahannya di Irak dan Syria. Musim semi tahun ini berbagai kota jajahan NIK diserbu secara besar-besaran dan relatif bersamaan waktu. Beberapa tahun lalu NIK menyerbu kota-kota, sekarang ia diserbu balik oleh pasukan Kurdi dan Arab dukungan AS dan Rusia. Laporan Pentagon meneguhkan laporan media Timur Tengah ini.

Kehilangan wilayah jajahan bisa dipulihkan kembali dengan mudah, namun kehilangan kepercayaan dan simpati dari rekan terdekat adalah perpecahan yang parah, seperti bangunan pencakar langit yang lepas dari fondasinya – hanya menunggu waktu keruntuhannya.

Dua tahun pertama NIK muncul di Timur Tengah, saat itu masih bernama NIIS (Daesh dalam bahasa Arab dan ISIS/ISIL dalam bahasa Inggris) setiap kota yang mereka masuki mereka disambut hangat penduduk Islam Sunni setempat – dan tentara lokal yang tidak mau bergabung melarikan diri atau di eksekusi. NIK disambut di tiga kota besar ini: Falujah, Mosul, Raqqa. Dan bulan Juni ini ketiga kota besar ini sedang direbut ulang oleh pemilik aslinya.

Awal musim Semi 2016 ini slogan-slogan dan propaganda NIK untuk mendirikan sebuah negara Islam Sunni sedunia yang dipimpin oleh seorang Khalifa (bahasa Arab yang berarti pengganti nabi Muhammad) nampak semakin terbang tinggi di awan-awan jauh dari jangkauan para pejuang NIK.

Organisasi-organisasi militer suku Kurdi yang sejak awal paling gigih memerangi NIK semakin populer dan disukai oleh banyak suku bangsa di Timur Tengah, bahkan banyak orang Arab, dan agama-agama lain bergabung ke dalamnya. Russia dan kemudian AS mendukung gerakan militer Kurdi.

“Saya telah bergabung ke Pasukan Demokrasi Syria (PDS) sebab saya percaya mereka. Itu tidak hanya sebuah pasukan Kurdi. Namun juga Syria dan Arab. Kami memiliki semua agama  dan kelompok etnis di dalam PDS,” Heval Amed (nama samaran) berkata. Ia adalah pejuang Arab dari Qahtaniyah, sebuah kota di timur tenggara Syria.

Para pemimpin militer PDS adalah orang-orang Kurdi yang berada pada payung besar politik bernama Unit-unit Perlindungan Masyarakat (UPM; the People’s Protection Units). Tanggal 24 Mei, PDS mengumumkan untuk melancarkan serangan membebaskan kota Raqqa (ibukota NIK untuk Syria) yang penduduknya mayoritas Arab. Juru bicara militer SDF Sharvan Darwish berkata jumlah pejuang Arab di SDF yang akan memerangi NIK di Raqqa mencapai 40-50%. “Segera sebuah group baru akan bergabung dari Raqqa,” Sharvan berkata. Ini berarti telah ada sejumlah penduduk Raqqa yang sudah tidak suka lagi dengan kelompok militan NIK dan siap bergabung segera jika perang meletus. Itulah sebabnya bulan Juni ini – saat puasa Ramadan – NIK mengeksekusi banyak pejuangnya sendiri dan rakyat di Raqqa dan sekitarnya.

Baca juga:

Bulan madu masyarakat Sunni Timur Tengah dengan NIK nampaknya telah berlalu, yang tinggal hanyalah bulan di langit. Wolf and Moon Serigala dan Bulan

Partai Perserikatan Demokrasi (PPD), sebuah partai politik suku Kurdi yang merupakan partai mayoritas di UPM, merekrut pemimpin-pemimpin suku Arab sebagai dewan pemimpin setempat (Pemimpin suku di Timur Tengah secara umum juga berarti tuan-tuan tanah; di luar kota besar sebuah kampung umumnya dihuni oleh satu garis keturunan; seperti 12 suku Israel di jaman hakim-hakim dan raja-raja). Mereka juga ditunjuk sebagai tentara di post-post pemeriksaan (setiap wilayah dan beberapa puluh km jalan selalu ada post pemeriksaan).

Ini suatu kebijakan politik Kurdi yang sangat pintar dan bijak! Read the rest of this entry

Negara Islam Khalifah membunuh puluhan anggotanya sendiri di berbagai kota

Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. (Amsal 28:1)

Karikatur Spy vs Spy.jpg“Awas! Tembok memiliki mata dan telinga!” adalah kalimat peringatan yang ditakuti oleh setiap orang yang hidup di wilayah kekuasaan Kesatuan Republik-republik Sosialis Soviet (CCCP/USSR the Union of Soviet Socialist Republics). Soviet runtuh tahun 1991.

“Apakah ia agen rahasi pemerintah komunis?” demikianlah setiap orang mencurigai orang-orang yang ada di sekitarnya; rasa curiga yang disertai ketakutan melanda sesama anggota keluarga (anak sendiri bisa menjadi mata-mata atas orang tuanya), sesama tetangga. Salah bicara tentang Pemeritah Komunis, bisa berakhir pada hukum kerja paksa di Siberia! Ketakutan yang sama juga melanda sesama anggota pemerintah Komunis dari kalangan bawah sampai teratas; mata-mata berada di mana-mana! Kondisi seperti inilah yang sekarang membayangi gerakan Islam abad 21 dikenal degan sebutan ”Negara Islam” / Negara Islam Khalifah” (Islamic State, dari nama lama: ISIS /ISIL /Daesh). Saya menyebutnya NIK untuk membedakannya dengan Negara Islam Republik Iran.

Berikut ini ringkasan laporan dari dua wartawan Associated Press (AP) QASSIM ABDUL-ZAHRA and BASSEM MROUE, sebagaimana dikutip oleh Yahoo.com. Lihat linknya di bawah.

Terbunuhnya Abu Hayjaa al-Tunsi, seorang komamdo senior NIK asal Tunisia di bulan Maret di dalam kendaraan mobilnya oleh serangan bom yang diluncurkan dari kapal terbang miniatur (drone) telah melahirkan kepanikan memburu anggota NIK sendiri yang dicurigai sebagai mata-mata dari pasukan kualisi dukungan AS. NIK segera membunuh 38 anggotanya sendiri yang dicurigai sebagai para informant, sumber mKehidupan di dalam kota Negara Islam Khalifahenulis. Salah satu yang dieksekusi adalah kamandan senior NIK asal Afrika Utara. Eksekusi masal ini terjadi di berbagai kota dan desa yang mereka kuasai di Irak dan Syria.

Abu Hayjaa bukanlah orang senior NIK pertama yang tiba-tiba tewas saat konvoi mobil di padang pasir oleh serangan drone, beberapa dari mereka: Omar al-Shishani (Mentri Perang), Shaker Wuhayeb (ahli keuangan), termasuk Haji Iman, Abu Alaa al-Afari or Abu Ali Al-Anbari. Dan dua tahun lalu Abu Bakar Al-Bagdadi (pendiri dan pemimpin puncak NIK) juga mengalami serangan udara ketika sedang rapat rahasia  untuk kalangan atas di dalam sebuah bangunan. Pemerintah Irak menyatakan Abu Bakar luka parah dan beberapa orang pentingnya tewas seketika. Bebars al-Talawy, seorang aktivist oposisi Syria yang memonitor kelompok NIK berkata, “para komando tidak berani datang dari Irak ke Syria karena mereka ada dalam pengawasan.”

Ketakutan atas para informant telah menyebabkan paranoia (kepanikan jiwa) di antara para pemimpin militan tersebut. Sebuah telpon genggam atau hubungan internet dapat membangkitan kecurigaan-kecurigaan. Akitbatnya para memimpin memberikan informasi palsu kepada bawahan mereka kemana mereka akan pergi. Atau tiba-tiba diperjalanan, mereka mengadakan operasi rahasia mendadak kepada rekan-rekan sekonvoi mereka yang memiliki telpon genggam, dan memerintahkan mereka menelpon orang lain di hadapan senior mereka. Mereka juga takut mobil mereka dilekatkan alat GPS (seperti unit yang juga terdapat pada setiap telpon genggam modren, artinya jika nomor phone sel pemimpin mereka diketahui, maka keberadaan si pemilik diketahui).

Sebagai peringatan kepada yang lain, NIK telah mempertontonkan di muka umum tubuh-tubuh orang yang mereka bunuh atas tuduhan mata-mata, atau memakai metode-metode sadis lainnya termasuk mengguyurkan cairan asam sulfat ke tubuh mereka.

Di Tabqa, dekat Raqqa (Syria), Abdul-Hadi Issa penduduk sipil diadili oleh para pejuang NIK di muka umum. Seorang pejuang bertopeng (teman sendiri?) menusuk dia pada paru-parunya, dan sementara pisau masih melekat di dada si korban, pejuang yang sama ini menembak Abdul-Hadi pada kepalanya.

“Mereka telah mengeksekusi puluhan pejuang atas tuduhan memberi informasi kepada pasukan kualisi,” Rami Abdurrahman berkata, ia adalah salah satu pemimpin Syria Observatori untuk HAM yang berpusat di Inggris.

“Daesh (NIK) sekarang sedang berkonstrasi bagaimana menemukan para informant, sebab mereka telah kehilangan beberapa komando yang susah untuk digantikan,” seorang Intellegen Irak di Bangdad berkata, menambahkan, “Sekarang setiap komandan NIK memiliki hak untuk membunuh setiap orang yang mereka curigai adalah informant untuk pihak kualisi.”

Anggota intellegen Irak lainnya berkata, sedikitnya 10 pejuang NIK dan petugas-petugas keamanan di Mosul (Irak utara) telah dibunuh oleh kelompoknya sendiri di bulan April untuk tuduhan yang sama.

Tidak sedikit dari anggota NIK yang melarikan diri ke Turki karena takut suatu hari mereka sendiri akan dituduh dan dibunuh.

”Ada kekacauan. Beberapa anggota dan para komandan sedang berusaha untuk melarikan diri,” Sherfan Darwish, seorang anggota Tentara Demokrasi Syria dukungan AS bercerita.

Curiga dan eksekusi seperti ini telah lama berlangsung di kalangan Organisasi Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza. Mosab Hassan, ex-Muslim Palestina dikenal dunia sebagai ”Putra Hamas” sepuluh tahun lalu telah menyatakan di media internasional bahwa ”lebih banyak orang Palestina dibunuh oleh Hamas daripada oleh tentara Israel.”

Sumber: Islamic State kills dozens of its own in hunt for spies (6 Juni 2016)

Read the rest of this entry

Islam semakin nampak asing dan tidak nyaman bagi Muslim Moderat

Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. (Amsal 28:26)

Para Muslim sedang berdoa menhadap KabahIslam adalah satu dari lima agama yang memiliki jumlah jemaat terbesar di dunia. Dikenal secara umum bahwa mayoritas dari pemeluk agama Islam adalah Muslim Moderat, artinya mereka tidak terlibat di dalam aktivitas terorisme dan perang atas nama Islam dan nabi Muhammad, pelakunya dilabelkan oleh Dunia sebagai “para teroris Islam (Islamic terrorists).”

Read the rest of this entry