Arsip Blog

Negara Islam Khalifah membunuh puluhan anggotanya sendiri di berbagai kota

Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. (Amsal 28:1)

Karikatur Spy vs Spy.jpg“Awas! Tembok memiliki mata dan telinga!” adalah kalimat peringatan yang ditakuti oleh setiap orang yang hidup di wilayah kekuasaan Kesatuan Republik-republik Sosialis Soviet (CCCP/USSR the Union of Soviet Socialist Republics). Soviet runtuh tahun 1991.

“Apakah ia agen rahasi pemerintah komunis?” demikianlah setiap orang mencurigai orang-orang yang ada di sekitarnya; rasa curiga yang disertai ketakutan melanda sesama anggota keluarga (anak sendiri bisa menjadi mata-mata atas orang tuanya), sesama tetangga. Salah bicara tentang Pemeritah Komunis, bisa berakhir pada hukum kerja paksa di Siberia! Ketakutan yang sama juga melanda sesama anggota pemerintah Komunis dari kalangan bawah sampai teratas; mata-mata berada di mana-mana! Kondisi seperti inilah yang sekarang membayangi gerakan Islam abad 21 dikenal degan sebutan ”Negara Islam” / Negara Islam Khalifah” (Islamic State, dari nama lama: ISIS /ISIL /Daesh). Saya menyebutnya NIK untuk membedakannya dengan Negara Islam Republik Iran.

Berikut ini ringkasan laporan dari dua wartawan Associated Press (AP) QASSIM ABDUL-ZAHRA and BASSEM MROUE, sebagaimana dikutip oleh Yahoo.com. Lihat linknya di bawah.

Terbunuhnya Abu Hayjaa al-Tunsi, seorang komamdo senior NIK asal Tunisia di bulan Maret di dalam kendaraan mobilnya oleh serangan bom yang diluncurkan dari kapal terbang miniatur (drone) telah melahirkan kepanikan memburu anggota NIK sendiri yang dicurigai sebagai mata-mata dari pasukan kualisi dukungan AS. NIK segera membunuh 38 anggotanya sendiri yang dicurigai sebagai para informant, sumber mKehidupan di dalam kota Negara Islam Khalifahenulis. Salah satu yang dieksekusi adalah kamandan senior NIK asal Afrika Utara. Eksekusi masal ini terjadi di berbagai kota dan desa yang mereka kuasai di Irak dan Syria.

Abu Hayjaa bukanlah orang senior NIK pertama yang tiba-tiba tewas saat konvoi mobil di padang pasir oleh serangan drone, beberapa dari mereka: Omar al-Shishani (Mentri Perang), Shaker Wuhayeb (ahli keuangan), termasuk Haji Iman, Abu Alaa al-Afari or Abu Ali Al-Anbari. Dan dua tahun lalu Abu Bakar Al-Bagdadi (pendiri dan pemimpin puncak NIK) juga mengalami serangan udara ketika sedang rapat rahasia  untuk kalangan atas di dalam sebuah bangunan. Pemerintah Irak menyatakan Abu Bakar luka parah dan beberapa orang pentingnya tewas seketika. Bebars al-Talawy, seorang aktivist oposisi Syria yang memonitor kelompok NIK berkata, “para komando tidak berani datang dari Irak ke Syria karena mereka ada dalam pengawasan.”

Ketakutan atas para informant telah menyebabkan paranoia (kepanikan jiwa) di antara para pemimpin militan tersebut. Sebuah telpon genggam atau hubungan internet dapat membangkitan kecurigaan-kecurigaan. Akitbatnya para memimpin memberikan informasi palsu kepada bawahan mereka kemana mereka akan pergi. Atau tiba-tiba diperjalanan, mereka mengadakan operasi rahasia mendadak kepada rekan-rekan sekonvoi mereka yang memiliki telpon genggam, dan memerintahkan mereka menelpon orang lain di hadapan senior mereka. Mereka juga takut mobil mereka dilekatkan alat GPS (seperti unit yang juga terdapat pada setiap telpon genggam modren, artinya jika nomor phone sel pemimpin mereka diketahui, maka keberadaan si pemilik diketahui).

Sebagai peringatan kepada yang lain, NIK telah mempertontonkan di muka umum tubuh-tubuh orang yang mereka bunuh atas tuduhan mata-mata, atau memakai metode-metode sadis lainnya termasuk mengguyurkan cairan asam sulfat ke tubuh mereka.

Di Tabqa, dekat Raqqa (Syria), Abdul-Hadi Issa penduduk sipil diadili oleh para pejuang NIK di muka umum. Seorang pejuang bertopeng (teman sendiri?) menusuk dia pada paru-parunya, dan sementara pisau masih melekat di dada si korban, pejuang yang sama ini menembak Abdul-Hadi pada kepalanya.

“Mereka telah mengeksekusi puluhan pejuang atas tuduhan memberi informasi kepada pasukan kualisi,” Rami Abdurrahman berkata, ia adalah salah satu pemimpin Syria Observatori untuk HAM yang berpusat di Inggris.

“Daesh (NIK) sekarang sedang berkonstrasi bagaimana menemukan para informant, sebab mereka telah kehilangan beberapa komando yang susah untuk digantikan,” seorang Intellegen Irak di Bangdad berkata, menambahkan, “Sekarang setiap komandan NIK memiliki hak untuk membunuh setiap orang yang mereka curigai adalah informant untuk pihak kualisi.”

Anggota intellegen Irak lainnya berkata, sedikitnya 10 pejuang NIK dan petugas-petugas keamanan di Mosul (Irak utara) telah dibunuh oleh kelompoknya sendiri di bulan April untuk tuduhan yang sama.

Tidak sedikit dari anggota NIK yang melarikan diri ke Turki karena takut suatu hari mereka sendiri akan dituduh dan dibunuh.

”Ada kekacauan. Beberapa anggota dan para komandan sedang berusaha untuk melarikan diri,” Sherfan Darwish, seorang anggota Tentara Demokrasi Syria dukungan AS bercerita.

Curiga dan eksekusi seperti ini telah lama berlangsung di kalangan Organisasi Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza. Mosab Hassan, ex-Muslim Palestina dikenal dunia sebagai ”Putra Hamas” sepuluh tahun lalu telah menyatakan di media internasional bahwa ”lebih banyak orang Palestina dibunuh oleh Hamas daripada oleh tentara Israel.”

Sumber: Islamic State kills dozens of its own in hunt for spies (6 Juni 2016)

Read the rest of this entry

Iklan

Peranan Turki pada Konflik Timur Tengah di Mata DR. Christina Lin

Tetapi pada akhir zaman … raja negeri Utara itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal; dan ia akan memasuki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah. Juga Tanah Permai (Negara Israel) akan dimasukinya, dan banyak orang akan jatuh; tetapi dari tangannya akan terluput tanah Edom, tanah Moab dan bagian yang penting dari bani Amon (ketiga Tanah ini adalah Negara Yordan). (Daniel 11:40-41)

DR. Christina LinKita sering mendengar opini atau pendapat tentang konflik Timur Tengah dari sudut pandang orang Barat dan Timur Tengah (orang Arab, orang Israel), Anda ingin tahu bagaimana politikus Cina melihatnya?
DR. Christina Lin (foto) adalah anggota dari Center for Transatlantic Relations pada SAIS- Universitas Johns Hopkins. Ia penulis dari The New Silk Road: China’s Energy Strategy in the Greater Middle East” (The Washington Institute for Near East Policy), dan mantan dikrektur untuk Kebijakan Republik Rakyat Cina pada Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Artikel ini ditulis DR. Lin di sebuah situs Israel pada sub-katagori opini/blog dengan judul Israel between Turkey and China, Egypt, Kurds.
DR. Lin membahas bagaimana bangsa Kurdi, Mesir, Cina (RRC) serta Israel kuatir tentang campur tangan pemerintah Turki (Presiden Erdogan) dalam konflik di Timur Tengah. Artikel di bawah ini disalin persis seperti sumbernya. Peta ditambahkan. Selamat membaca, The Camel Speaks Out.

Read the rest of this entry

Masalah orang-orang Arab adalah Iran, bukan Israel (Pemimpin Partai Perdamaian Libanon)

dan katakanlah: Beginilah firman Adonai YAHWEH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal… Orang Persia (Iran), … banyak bangsa menyertai engkau. (Ezekiel 38:3-6). Mesekh dan Tubal berlokasi di Turki

Masalah orang-orang Arab adalah Iran, bukan Israel (Partai Perdamaian Libanon)”Pemimpin Partai Assalam (Perdamaian), Roger Edde berkata Iran menghasilkan masalah yang lebih besar bagi dunia Arab dibanding Israel perbuat,” Time of Israel.com mengutip wawancara televisi saluran al-Mayadeen, saluran tv yang tergabung dengan organisasi Islam Hezbollah, yang dipancarkan pada 20 Januari
”Semua orang yang memanggil untuk memerangi Israel sementara mengabaikan masalah tentang Iran adalah bermasalah,” Roger berkata sesuai terjemahan Inggrisnya yang dibuat oleh MEMRI (yayasan yang memonitor berita-berita Timur Tengah)
”Saya tidak ingin (Iran) mengekport revolusi (Islam)nya dalam usaha menabur konflik masyarakat di Levant (suatu wilayah Timur Tengah yang meliputi Libanon, Israel, Syria dan Yordania) dan di dalam sisa Dunia Arab,” Edde menambahkan, nampaknya merefer ke pengaruh kelompok Islam Shia Hezbollah yang didukung Iran, Time of Israel menulis.

Ketika tuan rumah bertanya tentang 132 orang Palestina yang masih muda, yang menurut tuan rumah ”telah dibunuh dengan darah dingin oleh Israel dalam dua bulan belakangan ini” Edde menjawab bahwa: ”Israel haruslah tidak menerima ini di bawah kendala-kendala apapun, sebab setiap orang yang mencoba melaksanakan operasi tahu bahwa ia sedang memimpin ke arah kematiannya.”
Ia memberi contoh: ”Jika dia meraih sebuah pisau dengan tujuan menyerang seorang wanita, dia tahu bahwa itu adalah bunuh diri – sebab seseorang akanlah menembahk dia.”
Tuan rumah nampaknya terkejut dengan respons Edde, segera bertanya, “Apakah kamu menganggap Israel ada sebagai musuh kita?”
”Ya, tentu. Mengapa? Sebab kita tidak memiliki damai dengan itu. Kita ada dalam status perang. (Tetapi) kita memiliki perjanjian gencatan senjata dan kita sepakat untuk perjanjian tersebut,” Roger Edde menjawab.

Sumber: Lebanese politician brands Palestinian attackers ‘suicide seekers’

Read the rest of this entry