Arsip Blog

ISLAM dalam 7×2 “Klaim dan Fakta”

“Itu bukanlah kejahatan untuk bertumbuh nampak serupa ayahmu!” Pepatah Arab

“Elohim melihat ke bawah dari Surga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi, yang mencari Elohim. Setiap orang telah berbalik (murtad), mereka semua menjadi keji, tidak ada yang berbuat baik, bahkan seorang pun tidak!” (Mazmur 53:3-4)

Artikel ini adalah kumpulan dari banyak artikel yang membahas tentang klaim-klaim agama Islam dan para pengikutnya dan sekaligus fakta-fakta literatur, sejarah dan kehidupannya. Tujuan dari artikel ini adalah menolong orang Muslim untuk mengerti lebih baik agamanya sendiri dan menolong bukan-Muslim yang ingin tahu tentang agama Islam. Klaim dan fakta Islam ini dikelompokkan ke dalam dua bagian yakni keagamaan dan moral. Untuk mendapat penjabaran yang lebih lengkap artikel ini menyediakan referensi-referensi. Artikel ini dihadirkan bukan untuk bahan perdebatan, tetapi sebaliknya, yaitu mengurangi perdebatan yang tidak berguna. Tambahan dari itu, artikel ini ditulis untuk menambah pengetahuan dan sebagai referensi untuk memperdalam pengertian akan agama Islam sebagaimana adanya dokma dan praktek.

A. Keagamaan dan Doktrin

1. Islam artinya “Damai”
Orang Muslim yang kurang berpendidikan terkadang mengklaim bahwa akar kata dari Islam adalah “al-salaam,” yang adalah “damai” dalam bahasa Arab.

Fakta: Sebuah kata Arab hanyalah memiliki satu akar. Akar kata untuk Islam adalah “SLM,” baca: sīn-lām-mīm, yang berarti “penundukkan” (submission) atau “menyerah” (surender).[1] “Kata Islam berarti ’penundukan’ ; kata Muslim berarti ’seorang yang tunduk pada Allah.’ Kuran berkata kamu tidaklah dapat ada seorang Muslim sejati kecuali kamu tunduk,” professor sejarah Islam berkata, contoh ayat Surah 4:59.[2]

2. Islam adalah agama damai
Beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa Muhammad adalah seorang pria yang suka berdamai yang mengajar para pengikutnya untuk ada sama seperti dirinya. Para Muslim telah hidup secara damai berabad-abad, berjuang hanya untuk membela diri, dan hanya terpaksa. Orang Muslim yang sejati tidaklah pernah bertindak agresif. “Tidak ada paksaan dalam agama” (Surah 2:256)

Fakta: Kuran dan Hadis tidak hanya memanggil para Muslim untuk tunduk kepada Allah, juga memerintahkan mereka to subdue (menindas, menaklukkan, mengalahkan, menekan, mengalahkan[3]) orang-orang lain dari agama-agama lain sampai mereka berada dalam penundukan penuh pada penguasaan Islam. (Panggilan dari ajaran Islam) ini telah mengilhamkan sejarah Islam yang aggresif dan suksesnya dalam menjajah budaya-budaya lain. Seharusnyalah tidak ada argument atas siapa dan bagaimana “orang Muslim yang sejati” sebagaimana itu telah tertulis di dalam Surah 9 (At-Taubah / Pertobatan). Kuran menulis – orang yang sungguh beriman “mengusahakan dan berjuang dengan kekayaannya dan pribadinya” sementara para munafik adalah mereka yang “duduk di rumah,” menolak bergabung berjihad melawan para orang yang tidak beriman di negara-negara asing.
Segera setelah Muhmmad meninggal dunia, Abu Bakr (Kalif I, Pengganti Muhammad) memerangi suku-suku yang tidak mau sepihak dengan cara Islam. Demikan juga dengan para pemimpin setelah Abu Bakr, contoh Umar (Kalif II) terkenal sebagai jendral perang, Irak dan Iran ditundukan oleh pedang Islam. Surah 2:256 di atas dipakai ketika Muslim dalam kondisi minoriti.[4]

Bacaan berkait:
Nabeel Qureshi (ex-islamic dawah) // Why I stopped believing Islam is a religion of peace
The Life of Muhammad: An Inconvenient Truth
Muslim Terror from 9/11 through 2003
Muslim Terror in 2004
Muslim Terror in 2005
Muslim Terror in 2006
Muslim Terror in 2007
In the Name of Allah

3. Tuhan agama Islam sama dengan Tuhan kepercayaan orang Yahudi dan Kristen
Orang Muslim mengklaim bahwa ALLAH di Kuran adalah indentik dengan YAHWEH di Alkitab, sebagai Pencipta alam semesta dan Maha Pemurah.

Fakta:

  1. “ALLAH” adalah kata jabatan tertentu “al-ilah” sama seperti “the god;” sebaliknya “YAHWEH” adalah Nama dari Pencipta alam semesta yang memperkenalkan diri-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan kemudian kepada nabi Musa dan nabi-nabi Perjanjian Lama lainnya. YAHWEH adalah yang disebut Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus) sebagai Bapa-Nya.
  2. MahaPemurah. Sura 33:50 adalah pantulan dari ke-mahamurahan ALLAH, membenarkan Muhammad dan para pengikutnya untuk memiliki para wanita yang suami dan saudara dari wanita dan gadis yang mereka bunuh di dalam penyebaran agama Islam. Ke-mahamurahan YAHWEH dapat ditemukan di seluruh Alkitab, itu terpancar bukan hanya bagi orang Israel dan Kristen saja, bahkan bagi musuh-musuh mereka. Yang terakhir ini bisa dibaca, misalnya, pada kitab nabi Yunus.

Para Kristen apologetik yang juga pakar dalam Islamologi menolak kesamaan ALLAH dengan YAHWEH.[5] Para pakar Islam mantan-Muslim menolak secara tegas kesamaan tersebut.[6]

Daftar Buku Membahas Ajaran Agama Islam dan Nabi Muhammad (SenjataRohani.Wordpress.com)

4. Muhammad adalah nabi terakhir untuk agama-agama monotheisme
Orang Muslim mengklaim bahwa Muhammad dengan Kurannya telah menyempurnakan Kitab-kitab suci sebelumnya (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). Dengan kata lain ajaran monotheisme yang dimulai sejak Abraham telah beralih dari orang Yahudi dan Kristen kepada ajaran Muhammad.

Fakta: Semua ajaran Muhammad sama sekali tidak ada kesinambungan dengan ajaran dan tradisi Yahudi dan Kristen. Nama tokoh-tokoh nabi memang sama, namun cerita dan ajaran mereka sangat berbeda dengan apa yang dipresentasikan oleh Muhammad. YAHWEH menjadi ALLAH, Yeshua Putra Elohim menjadi “sekedar seorang nabi,” hari Sabat YAHWEH Saptu menjadi Jumat, 7 ibadah tahunan Alkitab dimana 3 kali setahun orang Israel wajib ke Yerusalem menjadi Idul Fitri dan Naik Haji ke Mekka. Ishak sebagai anak perjanjian antara “YAHWEH dengan Abraham” menjadi “ALLAH dengan Ismael” dan sederet panjang perbedaan lainnya. Menyadari semua perbedaan menyolok tersebut, maka pakar-pakar Islam mengadakan keputusan bahwa “Alkitab telah dikorupsi” demi menjaga kredibilitas “Kuran adalah kitab suci yang benar.” Jay Smith dalam presentasinya yang bagus telah membuktikan klaim Muslim tersebut berkebalikan 180 derajat dari yang sebenarnya, juga menolak kenabiannya di Surah 7:157: The truth about Muhammad the Prophet of Islam

5. Kuran adalah pasangan Muslim untuk Alkitab
Kuran adalah untuk para Muslim sama seperti Alkitab untuk para Kristen dan Torah untuk para Yahudi

Fakta: Kuran hanyalah berisi apa yang dihadirkan sebagai kata-kata literal Allah – yang bergantung sepenuhnya dari pribadi Muhammad dan hanya berfokus di Saudi, negara-negara sekitarnya dan mereka yang berbahasa Arab; sebaliknya Alkitab ditulis lebih dari 40 orang dalam kurun waktu 1400 tahun, dalam tiga bahasa (Ibrani, Aram dan Yunani) dan di berbagai negara di Timur Tengah dan Eropa. Ibn Ishaq yang disebut sebagai pelopor penulis Hadis ternyata keteranganya tidak dapat dipercaya. Malik bin Uns (salah satu ahli Islam terkemuka) berkata: “Ibn Ishaq adalah salah seorang pendusta yang paling parah. Karenanya, kami mengusirnya dari Medina, kota tempat tinggal Ibn Ishaq.”[7]

Kuran memerlukan kitab-kitab Hadis dan Sira untuk mengerti sepernuhnya ajaran dan kehidupan Muhammad, sembayang lima waktu dan cara solat berasal dari Sunnah, bukan dari Kuran; sebaliknya Alkitab berdiri sendiri, dan tidak memerlukan kitab lainnya.

History Muhammad yang paling diakui ditulis 150 tahun setelah Muhammad meniggal oleh Ibn Ishaq; sebaliknya Injil ditulis oleh saksi-saksi mata, yakni para rasul Yeshua. Kitab Para Rasul adalah kumpulan catatan langsung dan tidak langsung dari dokter Lukas tentang pelayanan Rasul Paulus. Kuran hanya berisi cuplikan-cuplikan isi Alkitab dan tidak memiliki nubuatan di dalamnya; sebaliknya Alkitab menulis secara lengkap silsilah pelaku dan kehidupan mereka, memiliki lebih dari delapan ratus nubuatan. Samuel Green, seorang yang menguasai Alkitab dan kitab-kitab agama Islam menyimpulkan “Itu seharusnya ada jelas sekarang bahwa membandingkan Alkitab dengan Kuran adalah tidak relevant, sementara Alkitab adalah fondasi Kristianiti, namun Kuran adalah bukan fondasi Islam, tepatnya Islam berdiri atas Kuran, Hadis-hadis dan Sira.” Untuk lebih lengkap melihat perbedaan ini silahkan lihat referensi di bawah.[8]

6. Isi Kuran sempurna dan terjaga
Beberapa contoh klaim para pemimpin Islam:

  • “Tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya, Kuran tetap terjaga tidak berubah dalam text asli bahasa Arabnya sejak itu diwahyukan … Hanya ada satu versi Kuran … yang dihafal dalam bhasa Arab aslinya oleh para Muslim di seluruh dunia. (Saheeh International, Clear Your Doubts About Islam: 50 Answers to Common Questions, Saudi Arabia: Dar Abul-Qasim, 2008, pp. 28-29)
  • “Tulisan Kuran sepenuhnya tersedia. Itu ada sebagaimana adanya, tidak dirubah, diedit, tidak dirusak dengan cara apapun sejak diwahyukan (M. Fethullah Gulen, Questions this Modern Age Puts to Islam, London: Truestar, 1993, p.58)

Fakta:

  1. Pewahyuannya. Kuran mengadopsi cerita-cerita dari Talmut Yahudi, contoh: Kain dan Habel, Abraham, serta raja Salomo dengan ratu Sheba. Alkitab tidak mengakui Talmut sebagai kitab yang diwahyukan oleh Elohim. Kuran memiliki banyak kritik dalam dan luar dari agama Islam sendiri, Jay Smith berkata.[9]
  2. Bahasanya. Cristoph Luxemberg, pakar bahasa Timur Tengah kuno berkata bahwa bahasa kuno Kuran adalah campuran dari bahasa Aram Syria dan bahasa Arab.[10] Hal ini sejalan dengan sejarah kesultanan Islam sendiri, bahwa pusat pemerintahan berada di Damaskus, Syria sebelum Ibn Subayeh berontak dan membangun kesultanan yang lain yang berpusat di Bangdad, Irak. Professor Puin tentang manuskrip Kuran Sana juga mengatakan mengandung perbendaharaan bahasa asing, seperti Syria, Ibrani, dan mungkin juga dari sumber-sumber Kriten, Koptic dan Qurmran.[11]
  3. Berbagai versi Kuran. Hadis Sahih Bukhari mencatat bahwa perbedaan versi Kuran bahkan sudah ada sejak Muhammad masih hidup. Lihat: Sahih al-Bukhari: vol. 6, bk. 61, no. 514 & 527)

Uthman Ibn Affan, mantu Muhammad, Khalif ketiga, ia membentuk suatu komiti untuk mengumpulkan catatan Kuran sehubungan dengan berkembangnya ketidak sepakatan catatan siapa yang benar atau salah. Hasilnya adalah tujuh (7) macam bentuk pembacaan Kuran. Uthman memerintahkan membakar semua masahif (kodek-kodek) lainnya pada saat itu. Ini terjadi setelah 18 tahun Muhammad meninggal (AH 30/ 650 AD).

Sekitar tahun 1397 AD, para ahli Kuran menambahkan tiga macam pembacaan Kuran lainnya. Tahun 1705 AD ditambahkan empat lagi. Total menjadi 14 versi pembacaan Kuran, semuanya berbahasa Arab.[12]

Musaf lainnya diluar karya Uthman adalah Ibn Masud, Ubayy Ibn Ka’b dan tentunya musaf Islam Shia dari Ali Ibn Abi Talib (mantu dari Muhammad melalui Fatimah), dan sembilan kodek lainnya.

Perbedaah di sini bukanlah sekedar cara pembacaan, tetapi juga susunan sura-sura, jumlah sura, arti dan makna berubah. Dalam abad modern, orang Muslim tetap memiliki dua pembacaan yang berbeda: 1. Pembacaan dari Hafs ( 805 AD) yang disetujui oleh al-Azhar, Mesir, sebagian besar dunia Islam memakai ini. 2. Pembacaan dari Warsh (812 AD), dipakai di Afrika Utara. Saat ini, Kuran yang beredar di antara para Muslim dengan kedua jenis pembacaan adalah tidak lain, tetapi dua versi yang telah direvisi secara terpisah terus menerus lebih dari 300 tahun.[13] 1972, manuskrip kuno Kuran ditemukan di kota Sana saat perbaikan sebuah mesjid. Gerd Puin, seorang profesor Jerman yang ahli dalam paleography bahasa Arab memimpin penyelidikan Kuran Sana tersebut. Diperkirakan setua dengan Kuran Kufi (Irak). Melalui pemotretan microfilm mereka menemukan secara jelas tanda-tanda perubahan atas Kuran tersebut, seperti nampak pada gambar. Penemuan yang memalukan ini membuat pemerintah Yemen melarang professor Puin melanjutkan penelitiannya.[14]

7. Jihad berarti “perjuangan di dalam” (inner struggle)
Sering kali para pembela Islam di dunia Barat mengklaim kata Jihad dalam bahasa Arab, berarti “bertempur” atau “berjuang,” merefernya sebagai sebuah “perjuangan di dalam” tidak sebagai perang suci.

Fakta: Dalam bahasa Arab “jihad” berarti berjuang. Dalam Islam itu berarti perang suci (megalahkan semua ideologi, agama lain sampai semuanya tunduk di bawah hukum Islam).
Dari seluruh hadis yang ada, Hadis Bukhari adalah yang paling “sahih” (dipercayai atau authentic) di dalam Islam, dalam hadis ini jihad disinggung lebih dari 200 kali merefers pada perkataan-perkataan Muhammad yang memberi makna yang jelas sebagai perang suci, dan hanya sedikit terkecualian (berurusan dengan fungsi seorang wanita di saat perang suci).

Further Reading: The Greater-Lesser Jihad Myth (from a Muslim Source)

B. Moral, Hak Asasi Manusia (HAM), Hak Asasi Wanita, Ilmu Pengetahuan

8. Islam tolerant terhadap agama-agama lainnya
Minoritas-minoritas agama telah berkembang di bawah Islam. Para Muslim diperintahkan untuk melindungi orang-orang Yahudi dan Kristen (the People of the Book) dan tidak berbuat jahat atas mereka. Kuran berkata di Surah 109 “Untuk mu, agamamu, untuk ku, agamaku.”

Fakta:  Agama-agama minoritas-minoritas agama tidaklah berkembang di bawah Islam. Mereka telah mengalami aniaya dan diskriminasi berabad-abad. Banyak dari mereka telah berpindah ke Islam karena pemaksaan yang kejam.

Apa yang para Muslim sebut “tolerant,” pihak lain mengindentitaskan secara benar sebagai diskriminasi institusi. Non-Muslim tidak memiliki hak beribadah, kebebasan sebagai mana para Muslim miliki; bandingkan kehidupan Non-Muslim di negara Islam dengan kehidupan Non-Kristen di Negara Kristen dan Barat secara umum. Penganiayaan di Pakistan, Sudan, Nigeria utara, Somalia dan tidak adanya hak bagi bukan-Muslim di Timur Tengah adalah bukti nyata ajaran Islam adalah tidak memiliki toleransi. Aksi-aksi pembunuhan berslogan Islam di negara-negara Barat di abad 21, bukti lainya, sekalipun masyarakat Muslim hanya berjumlah 2-4 persent dari populasi negara Barat setempat.

9.Islam menghargai para wanita sebagai sederajat dengan laki-laki
Kuran menempatkan para laki-laki dan para wanita pada fondasi yang sederajat di hadapan Allah. Setiap pribadi dihakimi menurut permuatan mereka masing-masing (baik laki maupun wanita). Para wanita memiliki hak-hak yang sederajat di bawah hukum Islam.

Fakta: Dalam Kuran, kehidupan Muhammad, atau hukum Islam dan sejarah kehidupan Islam menaruh wanita sebagai kaum yang inferioritas (lebih rendah) dari kaum laki-laki, baik secara hak maupun intelektual. Beberapa contoh fakta: Setelah penaklukan militer, Muhammad akanlah membagi-bagi para wanita yang ditangkap sebagai hadiah perang untuk para tentaranya. Dalam sedikitnya satu peristiwa, ia mendorong atau merekomendasikan para wanita tersebut diperkosa di hadapan para suami mereka. Para wanita yang tertangkap dijadikan budak-budak sex oleh pria-pria yang telah membunuh para suami atau saudara pria mereka. Ada empat ayat Kuran yang mana Allah menyatakan dengan jelas bahwa seorang Muslim tuan (master) memiliki hak sex penuh atas budak-budak perempuannya, namun tidak ada satu ayat pun yang melarang memperkosa.

  • Kuran memberi ijin bagi suami Muslim untuk memukul isteri-isteri mereka yang tidak taat, tetapi tidak tertulis dimanapun memerintahkan kasih di pernikahan. Hadis berkata bahwa para wanita adalah lebih rendah dalam intelektual, dan mereka penghuni mayoritas Neraka.
  • Di bawah Hukum Islam, seorang pria boleh menceraikan isterinya. Jika pria ini melakukannya dua kali, dan berkehendak menikahinya kembali, wanita tersebut pertama-tama haruslah ditiduri oleh pria lain terlebih dahulu.
  • Para gadis Muslim tidak bebas untuk menikahi laki-laki yang mereka kehendaki. Dan isteri harus ada siap sedia untuk ditiduri suaminya setiap waktu (sebagai sebuah ladang siap untuk ada ”dibajak,” menurut kitab suci Islam).
  • Para wanita Muslim tidak mewarisi warisan sama banyak dibanding saudara laki-lakinya.
  • Menurut Kuran, kesaksian seorang wanita di pengadilan hanyalah bernilai separuh dari kesaksian seorang pria.
  • Jika seorang wanita berkehendak membuktikan bahwa ia telah diperkosa, maka ia harus menghadirkan empat pria sebagai saksi mata. Jika tidak, maka wanita tersebut bisa di penjara atau lebih buruk lagi, dihukum mati dengan rajam (di timpukin dengan batu-batu sampai mati) untuk pengakuan “perzinahan” nya tersebut. Inilah sebabnya mengapa laporan resmi dan kasus-kasus pengadilan tentang wanita yang diperkosa di negara-negara Islam begitu sedikit, sebaliknya begitu banyak para wanita yang bunuh diri, sebab bukan hanya hukum pemerintah tidak berpihak ke pada korban pemerkosaan, lebih lagi keluarga si korban (ayah, paman dan para saudara laki-lakinya) – pihak yang seharusnya membela dia – akanlah menghukum berat bahkan membunuh wanita malang tersebut.

Further Reading from the Quran:
Veils
Women Worth Less than Men
Proving Rape under Islamic Law
Wife-Beating
Divorce – A Man’s Prerogative
Remarriage
Men in Charge of Women
Polygamy

10. Islam dan “Jaman keemasan” penemuan ilmu pengetahuan
Para Muslim sering mengklaim bahwa melalui Islam ilmu teknologi dan ilmu obat-obatan berkembang, merefer antara periode abad ke 7 sampai 13, ketika Eropa menghadapi ”Jaman-jaman kegelapannya.”

Fakta: Pada masa “Jaman-jaman kegelapan” tersebut, Islam berfokus kepada dunia ke rohanian dan bukan ilmu pengetahuan, tambahan dari itu, jaman kegelapan Eropa tersebut hanya terjadi di wilayah kerajaan Romawi Barat (Eropa Barat), sementara wilayah Timur tetap maju.
Bicara tentang pengembangan ilmu pengetahuan:

  1. Dunia Islam secara besar-besaran mendapat keuntungan dari para ilmuwan Yunani, para orang Yahudi dan Kristen, yang menterjemahkan untuk mereka.
  2. Ilmu matematik, perkebunan telah dikembangan oleh para non-Muslim, jauh sebelum Islam lahir.
  3. Persian ilmuwan dan filosofi, al-Razi, bukanlah orang Islam.
  4. Di jaman modern ini semua teknologi yang dipakai di negara-negara Islam adalah produk non-Islam, gedung-gedung megah di Timur-tengah, penemuan-penemuan sumber minyak bumi dibangun dan ditemukan oleh non-Muslim.

11. Islam menolak perbudakan
Islam tidak setuju atas perbudakan sesama manusia. Agama Islam telah menghapus institusi perbudakan. Bersyukur kepada prinsip-prinsip yang dibuat oleh Muhammad, seorang yang menghapuskan itu.

Fakta: Kitab suci Kuran dengan terang-terangan memberi kebebasan kepada para pemilik budak untuk mengexplotasi secara sex para budak mereka – tidak hanya pada satu surah (pasal), tetapi sedikitnya ada pada empat pasal yang berbeda. Tambahan fakta untuk ini bahwa Muhammad adalah seorang yang antusias terhadap perdagangan budak. Setelah menyediakan banyak bukti dari aktivitasnya (Muhammad) dari para biografi Muslim yang sangat kompeten, Pusat Studi Politik Islam menyimpulkan penemuannya tersebut sebagai berikut, kutip: “Muhammad menangkapi budak-budak, menjual budak-budak, membawa budak-budak sebagai hadiah kenikmatan, menerima budak-budak sebagai hadiah, dan memakai para budak untuk bekerja. Sira (kehidupan Muhammad) adalah jelas dengan tepat pada masalah perbudakan.” (Muhmmad and Unbelievers: a Political Life) Mohammed And the Unbelievers: a political life by Bill Warner

Sejarah Perbudakan Islam di abad ke 14 atas orang Afrika bukan-Muslim seperti di Sudan, Mali, Niger, Mauritania, dan bagian-bagian lain dari dunia Muslim tercatat dengan baik. Dan di abad 21 ini terlihat dari gerakan kebangkitan Negara Islam Khalifah yang dimotori oleh organisasi  NIK di Irak dan Syria (ISIS) serta Boko Haram di Nigeria.

Further Reading:
The Global Slavery Index 2013 Islam and Slavery by Samuel Green
Slavery in Islam (TROP)
Slavery in Islam (Answering Islam site)

12. Islam tidak sederajat dengan terrorisme
Praktek Islam sama sekali tidak sederat dengan perbuatan-perbuatan terrorisme. Itu adalah bertentangan dengan Islam untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

Fakta: Meskipun banyak orang Muslim percaya dengan sungguh-sungguh bahwa agama mereka melarang membunuh orang-orang yang tidak bersalah melalui tindakan-tindakan terrorisme, kenyataannya Kuran (Sura 9:29)  dan hadis Sahih Muslim (19/4294)   dan Sahih Bukhari (1/7/331) memerintahkannya, Muslim menyebut tindakan terror ini sebagai “perang suci.”

Tingkatan terrorisme di dalam Islam umumnya terbagi dalam dua kelompok besar:

  1. Perlindungan dan respek tertinggi Muslim atas bukan-Muslim adalah dhimma. Berakar dari Kata “dhimmi” yang berarti “tertuduh” (guilt) atau “salah” (blame). Mereka yang tergolong dhimma ini haruslah membayar pajak (jizra) yang ditetapkan kepada penguasa Islam mereka untuk mendapat perlindungan dan mendapat status “orang yang tidak bersalah.” Sebaliknya masyrakat Muslim tidak mebayar pajak apapun.
  2. Aksi terror yang kejam dan mematikan. Para non-Muslim bahkan para Muslim sendiri yang menganut aliran Islam yang tidak sejalan dengan Islam Sunni atau tidak mau berjuang bersama mereka, seperti Shia dan Ahmadiah, Sufi akan menerima serangan-serangan penghancuran harta benda, rumah ibadah bahkan pembunuhan.

13. Islam adalah demokrasi
Islam adalah cocok dengan prinsip-prinsip demokrasi. Agama Islam itu sendiri adalah demokrasi.

Fakta: Sistim demokrasi adalah suatu sistim dimana semua orang menerima hak, pembelaan dan tanggung jawab yang sederat di bawah hukum terlepas dari suku, agama dan jenis kelamin.
Di bawah Syariah Islam (Hukum Islam), hanya para laki-laki Muslim yang digolongkan untuk memiliki hak penuh. Hak wanita Muslim adalah separuh bahkan terkadang kurang dari laki-laki Muslim. Para bukan-Muslim tidak ada hak apapun di hadapan laki-laki Muslim. Fakta adalah seorang Muslim tidak dapat dihukum mati oleh karena membunuh serorang bukan-Muslim. Di Iran, para wanita yang dianggap menentang dan berbahaya bagi Negara Republik Islam Iran akan dipenjara, dan ditiduri dengan paksa oleh tentara agama agar wanita tersebut berstatus “najis” sebelum dihukum mati dengan tujuan wanita tersebut tidak bisa masuk ke Sorga.

Further Reading:
Democracy and Islam
Loyalty to a Non-Muslim Government

14. Negara di bawah hukum Islam akan tenteram dan makmur
Pemimpin Islam mengklaim jika hukum Islam diterapkan maka negara tersebut akan tenteram dan makmur, sebab agama Islam melarang keras korupsi, pencurian, mabuk-mabukan, pelacuran, homosex dan hal-hal yang yang tidak imoral.

Fakta: Sejak Islam berdiri 1400 tahun yang lalu sampai saat ini, telah banyak negara-negara yang telah beroperasi secara penuh di bawah hukum Islam, namun adakan sebuah negara Islam yang memiliki ketentraman dan kemakmuran dan kebebasan seperti yang dimiliki oleh negara-negara seperti Swiss, Swedia, Norwegia, Jerman, Holland, Finlandia, Denmark?

Iran. Sejak Ayatollah Komeini menjadi pemimpin negara merubah Iran menjadi Negara Republik Islam Iran (NRII) pada tahun yang sama ia telah membunuh puluhan ribu orang Iran yang ia anggap musuh. Selama priode 35 tahun NRII tidak terbilang jumlah pria dan wanita yang digantung dan dipenjara hanya karena tidak sepaham dengan para pemimpin Islam tersebut. Pakistan. Negara Islam dengan jumlah umat Muslim terbesar kedua sedunia setelah Indonesia, sejak itu berdiri sampai sekarang orang-orang Pakistan yang beragama di luar Islam Sunni selalu diperlakukan sebagai kasta yang lebih rendah. Tidak terhitung berapa jumlah korban jiwa dan harta benda masyarakat Pakistan bukan Sunni oleh karena hukum Islam. Negara-negara Islam di Timur Tengah secara nyata terbukti sebagai pelanggar hak-hak asasi wanita

Lihat:

Catatan Kaki:
[1] The Meaning of Islam; wikiislam.net
[2] Mark A. Gabriel, Ph.D., Islam and Terrorism, Mantan Professor sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
[3] Prof. Drs. S. Wojowasito Kamus Umum Lengkap Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris,. Penerbit Pengarang
[4] Malek Mesemani, The Sword Verse; Qur’anic Weapon Against Peace?. Water Life Publishing
[5] Seperti pada video ini: Beth Grove, Jay Smith
[6] Seperti: Mark A. Gabriel, Sam Solomon (penulis: Not the Same GOD), Walid Shoebat dan Ibn. Warraq
[7] Dr. Rafat Amari, Islam In Light of History, Halabiyah I, hal 93. Dikutip dari terjemahan Indonesianya Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah. Diterjemahkan oleh Adadeh dan Pod Rock Faitfreedom Indonesia.
[8] Samuel Green, Comparing the Bible and the Qur’an  http://www.answering-islam.org/Green/compare.htm
[9] Jay Smith, Is the Qur’an The Word of God? DR. Jay Smith telah mendalami Islam selama 20 tahun.
[10] Christoph Luxenberg, The Syro-Aramaic Rading of the Koran. A contribution to the Decoding of the Language of Koran
[11] Ibn Warrag pada bukunya What the Koran Really Says yang bersumber dari penemuan Prof. Gerd R. Puin
[12] The Qur’an Dilemma Vol One by Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book. Variant Readings of the Qur’an
[13] Idem. Compilation of the Qur’an dan Chronological Sequence of the Qur’an. Sumber lain yang tersedia online lihat ini THE PRESERVATION OF THE QUR’AN, Examining the claims made by Muslim leaders. By Samuel Green
[14] Prof. Gerd R. Puin Melalui penemuan tersebut Puin telah menerbitkan karya tulisnya bertitel ”Observations on Early Qur’an Manuscripts in San’a,” yang kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku oleh Ibn Waraq berjudul What the Koran Really Says.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

Upah 72 Perawan dan Wine di Sorga; bukti Islam bukanlah agama Abraham yang benar

Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:15-16)

BFL_WaytoHeavenArtikel ini akan menunjukan perbedaan ajaran Islam dengan ajaran bangsa Israel dan Kristianiti berdasarkan kitab-kitab suci masing-masing. Meskipun Islam mengaku ajarannya berasal dari Abraham, namun isinya berbeda sama sekali.

Islam mengajar. Para pemimpin Islam menyatakan bahwa para Muslim yang mati berjihad, Allah akan memberi upah tempat di Jannah (Sorga/ Parades) berikut dengan 72 houri (wanita pemuas seksual kaum pria) yang selalu tetap perawan dan minuman wine yang melimpah dan bahkan pria-pria remaja yang cantik. Para Syahada (martyrs) Muslim dijanjikan akanlah diberi kekuatan seks 100 kali lipat ketika mereka tiba di Sorga.

Dari banyak sumber, tersedia linknya di bawah, kita bisa lihat bahwa keyakinan ajaran Islam tentang kehidupan di Sorga ini ternyata ada banyak tertulis di dalam Kuran dan sejumlah Hadis, itu bukanlah rekayasa imajinasi para mubalik Islam, semua beralaskan kitab-kitab suci agama Islam.

  • Surah 78:31-34Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Pesan sejenis ini juga tertulis pada Surah 56:35-37. Terjemahan Inggrisnya “valuptuous women of equal age.” Valuptuous berarti berpayuda besar dan bertubuh sangat seksi.
  • Surah 55:56 menyatakan gadis-gadis akan diberikan sebagai istri-istri mereka, para perawan yang belum tersentuh oleh pria maupun jin (mahluk roh sejenis malaikat). Juga pada ayat 70-74.
  • Dan Surah 76:19 menulis: “Di sana menunggu mereka para remaja pria yang
    Lukisan anak laki Penari Afganistan Bacha Bazi oleh Vasily Vereshchagin

    Anak laki Penari “Bacha Bazi”

    tidak bisa mati,” nampak di mata mereka seperti “mutiara-mutiara yang berserakan.” Ini seperti praktek kotor di antara tentara Islam di Afganistan yang memakai remaja-remaja pria sebagai budak seks mereka, kombinasi praktek homoseksual dan phidofilia). Anak-anak malang ini dikenal dengan sebutan Bacha bazi (“dancing boy”),

  • Hadis Sahih Muslim 40:6793 menulis “…tidak ada seorangpun tanpa seorang istri di Sorga.”
  • Hadis Sahih Buhkhari 4:54:476 membahas hal yang sejenis.

Alkitab mengajar
1. Martyr/ Mati syahid. Firman Elohim di seluruh Alkitab jelas mengatakan “Jangan membunuh!” siapa yang menumpah darah orang lain maka Elohim akan menuntut darah si pembunuh, “dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya” (Imamat 17:4). Bagaimana mungkin Islam yang mengaku memiliki ajaran dari Abraham mengajar yang berbeda, bahkan percaya membunuh adalah jalan tol masuk ke Sorga. Stefanus adalah martyr Kristen pertama, ia mati bukan karena ia berjuang membela Tuhannya, ia hanya mempertahankan imannya, tanpa perlawanan senjata apa pun. Ia mati karena dirajam batu oleh orang-orang Farisi yang iri pada kemajuan ajaran Kristianiti. Ini sama sekali beda dengan para Jihadist yang mati berperang dan meledakkan dirinya sendiri untuk membunuh orang-orang yang tidak setuju dengan Islam.

2. Perzinahan. Rasul Yakubus berkata: Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.  (Yak 2:11). Bila berzinah adalah perbuatan terlarang dan keji di bumi ini, bagaimana Islam bisa mengajar bahwa Elohim yang Mahasuci menghadiahkan pelayan-pelayan pemuas sek bagi para pengikut-Nya? Apa itu berzinah? Berzinah menurut Alkitab dan Adonai Yeshua Ha Mashiah adalah:

  • Jika seorang suami/ pria berhubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya sendiri, dan sebaliknya juga berlaku bagi seorang isteri / perempuan. (Ul 22:22, Imam 20:10-12) Kekejian ini juga termasuk hubungan sek sejenis / sodomi (Imam 18:22 & 20:13 & Kej 19)
  • Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”  (Mark 10:11-12)
  • Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.  (Mat 5:27-28)

3. Siapa yang bisa masuk Sorga dan bagaimana kehidupan di Sorga
Menurut Yeshua Ha Mashiah, para pembunuh pastilah tidak akan masuk Sorga; lihat Wahyu 22:15, hanya mereka yang percaya kepada Dia dan Bapa-Nya yang mengutus Dia, Yohanes 5:24. Alkitab menggolongkan perbuatan-perbuatan ini sebagai “orang-orang yang tidak memiliki pengenalan akan Elohim” yaitu mereka yang: mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah.  (Hosea 4:1,2). Ayat 6: Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Elohim; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Adonai Yeshua berkata tentang pernikahan di Sorga, Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.  (Mark 12:24, 25)

Kesimpulan

  • Siapa pun yang percaya membunuh dan membunuh diri demi Elohim akan masuk Jinaah / Sorga adalah sesungguhnya orang yang tidak memiliki pengenalan akan Elohim.
  • Bunuh diri karena motivasi Jihad (berjuang demi Allah) adalah suatu perbuatan terlarang dan keji di mata Elohim, pelakunya akan dimusnahkan, khusunya di api Neraka.
  • Pernikahan dan perbuatan sek tidak ada di Sorga, apalagi pikiran zinah dan perzinahan dengan segala jenisnya.

Jadi dari perbandingan ayat-ayat Alkitab dengan Kuran ditambah Hadis di atas maka kita bisa nyatakan dengan pasti bahwa Islam bukanlah agama Abraham yang benar.

David Wood dan rekannya, Sam Samon pada videonya The Islamic View of Paradise (Jannah), menulis bahwa ajaran tersebut dibuat oleh Muhammad demi “memenangkan banyak pengikut melalui janji upah barang-barang rampasan perang (termasuk wanita-wanita yang tertangkap) jika mereka menang perang, dan houris (bidadari seksi pemuas kepuasan sek) di Sorga jika mereka mati di medan perang.”

PERHATIAN: Artikel ini ditulis bukan untuk merendahkan para Muslim, sebaliknya menolong mereka, khususnya Muslim radikal, untuk sadar dan keluar dari pengetahuan yang menyesatkan tersebut. Semua Muslim yang berpikir sehat dan jujur, saya yakin penuh mereka pun tidak setuju dengan segala perbuatan para Jihadists yang saling bunuh bahkan antara sesama Muslim saat-saat ini di seluruh dunia.
Karenanya, saya mengundang Anda yang memang haus akan kebenaran dan rindu akan Sorga yang sejati: Terimalah Adonai Yeshua Ha Mashiah, Tuhan Yesus Kristus dan ikutilah ajarannya hari ini juga!! Berilah diri Anda di Baptis. Maka Anda akan menjadi anak-anak Elohim Yang Mahatinggi dan Anda akan dibangkitkan oleh Yeshua pada hari Kedatangan-Nya yang ke dua kali ke bumi. God bless you all!

Bacaan berkait:

Referensi tentang bukti ajaran dan praktek Islam di atas diambil dari sini:

Pengakuan para Muslim Arab sendiri: Muslim Martyrs explain 72 Virgins in Paradise Promised by Allah in Quran. Ini adalah kumpulan wawancara diambil dari film dokumentasi Pierre Rehov “Suicide Killers.”  CNN sempat mewawancari Pierre Rehov tentang filmnya.

Read the rest of this entry