Arsip Blog

Negara Persatuan Arab mendisiplin keras Qatar, apa alasannya?

Negara-negara Arab menhukum Qatar karena IranEmpat utama negara Arab dan tiga negara lainnya memutuskan segala hubungan dengan negara Qatar sejak  Senin, 5 Juni. Mereka adalah Arab Saudi, Persatuan Uni Arab, Mesir dan Bahrain, dan tiga lagi adalah Yemen, Maldives dan pemerintah Libya yang berpusat di Timur.

Negara-negara tesebut mengusir para dipolomat Qatar keluar dari negara tersebut dalam 2 x 24 jam, jalur penerbangan, dan laut serta darat terputus dengan Qatar, dan yang lebih keras adalah warga negara Qatar harus meninggalkan negara-negara tersebut dalam waktu 2 x 7 hari. Ini juga berarti secara tidak langsung menghentikan suplai ekonomi dan makanan masuk ke Qatar dan menguncangkan negara ini sebagai tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia sepak bola  (2022). Ini merupakan disiplin terberat yang Qatar pernah terima.

Apakah kesalahan Qatar sehingga mendapat disipilin yang begitu keras?

Tahun 2014, Qatar pernah dikucilkan oleh negara-negara Arab oleh sebab terang-terangan mendukung organisasi-organisasi Islam garis keras: Muslim Brotherhood (Mesir), Hamas (Gaza), Hisbollah (Libanon). Dukungan Qatar tersebut kepada organisasi Islam yang digolongkan sebagai organisasi terorist berupa bantuan uang dan media. Media raksasa berbahasa Arab dan Inggris Al-Jazeerah adalah milik negara Qatar, dan berperan besar dalam menggulingkan Presiden H. Mubarak dan menjadikan orang Muslim Brotherhood, Mohammad Morsi, jadi presiden Mesir.

“[Qatar] embraces multiple terrorist and sectarian groups aimed at disturbing stability in the region, including the Muslim Brotherhood, ISIS and Al Qaeda, and promotes the message and schemes of these groups through their media constantly,” Saudis Press Agency (SPA) menulis.

Kebijakan Qatar mendukung organisasi-organisasi tersebut tidak berubah, bahkan

Penguasa Qatar Emir Tamim bin Hamad al-Thani

Tamin bin Hamad al-Thani

semakin ’melewati garis merah’ menurut ukuran para pemimpin negara Arab tersebu di atas. Akhir bulan Mei 2017, Tamin bin Hamad al-Thani, Emir Qatar pada sebuah pidatonya sengaja mengeritik Amerika Serikat (Bodyguard bagi negara-negara kerajaan Arab dari ancaman Iran dan Irak), menguatkan kembali dukungan keuangan Qatar bagi organisasi-organisasi Islam radikal yang di black-list (baik oleh Persatuan Negara Arab dan Internasional). Dan ini membahayakan keamanan negara Saudi, SPA menulis.

Namun yang mungkin membuat mereka marah besar adalah pernyataan Emir Qatar ini untuk mendukung Iran. Iran bukan saja sebuah negara Islam Shiah terbesar dan terkuat di Dunia, lebih lagi Iran adalah ancaman terbesar Kerajaan Arab Saudi dalam hak pengelolaan ibadah Haji maupun sumber minyak di wilayah Teluk Persia.

Akankah Qatar masuk ke dalam rangkulan Negara Islam Republik Iran, untuk bisa menghidupkan ekonomi dan bisnis penerbangannya? Read the rest of this entry

Iklan

Doa imam terkenal di mesjid Al-Aqsa: ”Oh Allah ledakan ibukota dan kapal terbang Amerika dan Russia”

Sesungguhnya, tangan YAHWEH tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Elohimmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan. (Yesaya 59:1-3)

Pemimpin imam Muhammad ’Ayed (dikenal sebagai Abu Abdallah) berkotbah – dalam bentuk doa –  untuk

muhammad-ayed-imam-palestina-doa-kehancuran-untuk-amerika-dan-russia

Imam doa kehancuran untuk Amerika dan Russia

kehancuran kekuatan Amerika Serikat dan Russia dalam kotbahnya di mesjid Al-Aqsa, di Yerusalem. Kotbah ini dikirim dikirim online pada hari Rabu kemarin (14/11/2016), dan MEMRI memberikan text bahasa Inggirnya untuk Dunia Barat megerti. MEMRI (The Middle East Media Research Institute) adalah organisasi non-profit yang berfungsi sebagai pemonitor dan penganalisa berita Timur Tengah.

[Panggilan untuk menguasai pemerintah AS dan Russia dan bahkan dunia] Oh Amerika, mari saya ceritakan kepada kalian tentang hari ketika azan akan ada terdengar dari atas Gedung Putih dan dari Istana Merah Kremlin di Moskow. Kami akanlah berteriak “Allahhu Akbar” dari sana, karena Allah telah berjanji kedua tempat (tersebut) untuk kami. Allah telah berjanji ke nabi Muhammad bahwa Islam akanlah memerintah seluruh dunia.” (Fakta: di Gedung Putih sudah ada orang-orang Hamas dan Muslim Brotherhood sebagai penasehat penting president).

[Panggilan untuk jihad dan balas dendam] ”Oh Allah dalam hari-hari yang diberkati ini dan fari mesjid Al-Aqsamu, pusat berkat-berkat — kami mencari Engkau untuk menggalahkan Amerika dan Russia. Oh Allah, hancurkan ibukota-ibukota mereka dan kapal-kapal terbang mereka, giling kapal-kapal laut mereka dan bunuh tentara-tentara mereka.”

“Oh Allah, kami mohon untuk tundukan mereka dan bakar mereka, sebagaimana layaknya mereka telah menundukkan kami dan membakar anak-anak kami dengan napalm. Oh Allah , semua yang mereka miliki dengan api-Mu, sebagaimana layaknya mereka telah membakar anak-anak kami dengan api mereka.”

 [Panggilan untuk bangkitnya Kalifat Islam dan para tentara Islam; menghancurkan supermasih AS dan Russia dan mengirim ke Neraka] Api-Mu lebih kuat. Kamu adalah yang terkuat. Kamu berkuasa. Hentikan rasa malu kami. Oh Tuhan, bangkitkan segera Kalifat kami. Oh Tuhan bunuh musuh-musuh kami. Oh Tuhan, buat para mujahidin (tentara Islam) kami berkuasa, dan satukan mereka di bawah panji-Mu dan panji nabi Muhammad-Mu. Oh Allah, bakar (musuh-musuh kami) dan turunkan panji-panji mereka, dan buatlah pelajaran atas mereka di dunia ini dan Hari Kiamat.”

Sebuah media Israel mengkomentari kotbah ini sebagai: ”Ini bukanlah pertama kali para pemimpin rohani Palestina di mesjid Al-Aqsa telah memakai mimbar mereka untuk menyerukan kekerasan. Pada bulan Maret, Sheikh Ali Abu Ahmad telah menyebut orang-orang Yahudi ‘ciptaan-ciptaan Allah yang paling keji’ dan mendorong kehancuran mereka. Hal serupa pada November  2014, Abu Ahmad berkotbah, ‘Oh Allah musnahkan Amerika dan kualisinya. Oh Allah mampukan kami untuk memotong kepala-kepala mereka. Oh Allah, tolong saudara-saudara kami, mujahidin di tanah Irak dan Syria.’” 

Seperti saya tulis di atas bahwa imam Muslim ini “berkotbah dalam bentuk doa.” Itu nampak pada isinya “O Amerika, mari saya ceritakan ….” Propaganda kejahatan dan kebencian kepada sesama manusia atas nama Elohim bukan hanya sering terjadi di dunia Islam tapi juga dalam Gereja. Berapa sering kita menhadiri pertemuan ibadah dan doa syafaat dan mendapatkan seorang sepertinya nampak sedang berdoa tetapi sesungguhnya bertujuan untuk mempengaruhi pendengarnya untuk berpihak kepada opini si pendoa? Memanipulasi nama Elohim adalah dosa yang sangat besar, kita perlu bertobat!

Apakah doa kebencian dan  balas dendam seperti di atas ini akan di dengar oleh Elohim Alam semesta? Anda jawab sendiri; yang pasti, sebagaimana Alkitab berkata, pada Hari H-Nya Elohim setiap perbuatan jahat manusia akan mendapat  balasannya, lihat Mazmur 9:15-20. Elohim tidak berpihak kepada siapa pun! Dia adalah Hakim Yang Mahaadil!!

Referensi:

Read the rest of this entry