Arsip Blog

PM Israel Netanyahu menyatakan pesan Selamat Natal regim Iran sebagai puncak kemunafikan

Perhatikan ini baik-baik: Hanya beberapa hari yang lalu, Mentri Luar Negeri Iran men-tweet “Natal yang sangat berbahagia dan damai bagi semua.”

Saya bertanya-tanya apa yang orang-orang Kristen yang dipenjarakan di bulan ini akan berpikir tentang tweet tersebut

Saya bertanya-tanya apa yang remaja Iran akanlah berpikir tentang tweet tersebut, tetapi sedihknya regim melarang Twitter

Terkecuali, tentunya, jika Anda adalah seorang pejabat tingkat tinggi.

Sekarang bayangkan berdoa secara pelan-pelan dalam rumahmu, dikelilingi oleh keluargamu. Dan secara mendadak, orang yang kasar bersenjata menerjang masuk dan menyeret anda keluar masuk penjara. Mereja menyiksa anda hanya karena mempraktekan iman Kristen Anda.

Selamat datang di Iran!

Mengatakan “Selamat Natal” sementara memenjarakan orang-orang Kristen dalam negaramu sendiri adalah puncak kemunafikan

Jika Anda berdiri bagi kebebasan, sebarkan pesan ini

Jika Anda berdiri menentang kemunafikan, sebarkan pesan ini

Dan di atas semuanya, katakan sebuah doa yang hening bagi para saudara dan saudari kita yang sedang menderita di tangan regim Iran yang jahat ini

Kami berdiri bersama kalian, para saudara dan saudari

Dunia berdiri bersama kalian.

Baca juga;

Read the rest of this entry

Iklan

Perang Suuni-Shia di Yaman semakin parah setelah militan Houthi membunuh ex-presiden Saleh

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan. (Matius 24:7-8)

Gadis kecil Yaman merawat dirinya sendiri di tengah puing-puing bangunan

Gadis kecil  Yaman ditengah puing bangunan

Perang akan ada “lebih kasar di masa depan” Mahmoud Azani seorang politikus dan akademi Yaman yang tinggal di Britania Raya berkomentar di GulfNews menanggapi pembunuhan berdarah atas ex-presiden Yaman oleh bekas sekutunya sendirii

Hanya beberapa hari setelah Ali A. Saleh menyatakan keinginannya, pada suatu wawancara TV, “berpindah halaman” (turn the page) berdialog dengan pihak kuali-dukungan negara Arab Saudi untuk menciptakan harapan baru demi perdamaian di negaranya yang telah pecah perang sipil hampir tiga tahun tersebut, hari Senin, laporan dari tentara suku Houthi menyatakan bahwa mereka telah membunuh “penghianat bangsa.” Rumahnya diledakkan.

Tahun belakangan ini Arab Saudi membombardir Yaman dengan bom-bom melalui jet tempurnya, dan belakangan ini memblokir bantuan kemanusian internasional masuk ke Yaman yang telah mengalami bencana kelaparan karena perang sipil sejak meletusnya kekacauan “the Arab Spring” tepat tujuh tahun lalu. Perang Yaman adalah perang agama antara Suuni melawan Shia. Semua sekutu Saudi adalah Suuni, dan Houthi yang Shia didukung oleh Khalifah Shia Iran. Jadi ketika ex-presiden Saleh yang juga orang Shia ingin mengadakan dialog perdamaian dengan Saudi dan sekutunya, ia dianggap bukan “pembawa damai” tetapi “penghianat bangsa.”

Saat ini telah terjadi perang antara pihak yang setia pada Ali A. Saleh dengan militan suku Houthi, sedikitnya 125 tewas dan lebih dari 200 luka-luka

Badan-badan bantuan kemanusian memperkirakan puluhan ribu orang Yaman telah tewas akibat perang. Lebih dari 20 juta orang Yaman (2/3 dari jumlah populasi) telah menjadi bergantung dari bantuan kemanusia sejak campur tangan Saudi di tahun 2015. Tahun 2016 saja diperkirakan 63 ribu anak meninggal karena kurang gizi, Reuter  mengutip laporan UNICEF

Negara Yaman yang telah menjadi negara Arab termiskin sebelum perang sipil pecah di tahun 2015, sebelum telah mengalami guncangan ekonomi ketika demontrasi berdarah terjadi untuk menumbangkan Presiden Saleh (2011).

Nampaknya para pria Yaman lebih mementingkan membela agama Shianya daripada memperhatikan rakyatnya yang mati kelaparan.

Anak-anak Somalia kurus-kering karena perang berkepanjangan.jpg

korban perang di Somali

Dan Yaman tidaklah sendirian dalam hal ini, bangsa Somali lebih tidak perduli lagi. Sejak negara Suuni ini merdeka dari tangan Britania Raya (1 Juli 1960), sistim pemerintahan yang dibuat oleh Britania hanya bertahan 30 tahun. Sejak 1991 perang sipil Suuni lawan Suuni di Somali masih berlangsung sampai hari ini; 26 tahun perang saudara! Diperkirakan satu juta orang Somali telah tewas akibat perang tersebut. Orang Somali selalu bangga dengan klaimnya ”Somalia adalah Muslim yang asli.”

14 Oktober 2017, kelompok militan Somali Al-Shabaab meledakan sebuah truk yang berisi 600-800 kg bahan peledak di kota Mogadishu, berakibat 300 orang mati seketika.

PBB pada laporannya 3 Mei 2013 menyatakan 3 ribu (3.000) tentara perdamaian Uni-Afrika (cabang dari PBB untuk benua Afrika) telah tewas di Somali. Sebelum tentara Uni-Afrika ini terbentuk, pemerintah Ethiophia telah mengirim sejumlah tentaranya untuk menstabilkan tetangganya ini, namun yang mereka dapatkan adalah kematian. Kematian tentara Uni-Afrika terus berlangsung di negara Somali ini.

Ketika Ismael masih dikandungan ibunya, Hagar. Malaikat YAHWEH berkata kepada Hagar, “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab YAHWEH telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.” (Kejadian 16:11-12).

Muslim tidak bisa menyalahkan orang Barat maupun Israel dalam perang agama sesama mereka, sekalipun Barat terlibat di dalam penjual senjata, negara Israel lahir di Timur Tengah. Elohim telah melihat kedepan dari karakter yang Ismael – bapa dari banyak bangsa Arab dan Timur Tengah. Sejak Muhammad memproklamirkan agama barunya kota-kota di Saudi telah banjir dengan darah.

Pemecahan masalah antara Muslim dengan segala aliran agamanya bukanlah ”angkat senyata” maupun “mata-ganti-mata,” tetapi memiliki ”Raja Damai” / “Prince of Peace” di dalam hati mereka! Lihat kitab nabi Yesaya 9:5-6 / 6-7 versi Inggris.

Melalui kesempatan ini saya mengajak semua orang Kristen dimanapun Anda berada untuk membawa bangsa Yaman ini di dalam doa-doa Anda kiranya Elohim YAWEH menurunkan kemurahan dan belas kasihan-Nya kepada bangsa Yaman. Amin.

Adonai Yeshua memberkati Anda semua!

Read the rest of this entry

Mengapa Islam garis keras ditolak oleh mayoritas Pemerintah Dunia Arab dan Asia?

“Seratus tahun Tirani adalah lebih disukai daripada satu malam Anarki” – Pepatah Syria kuno

Islam pada Persimpangan, Jalan Islam at the CrossroadsSementara para imam Islam (yang bahasa Arab adalah bahasa ibu) mengkotbahkan di Mesjid-mesjid setiap Jumat pentingnya kebangkitan Islam dengan segala cara, para penguasa negara mayoritas Muslim menghadang aksi para imam tersebut. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada Dunia Islam?

Empat dekade belakangan ini, berita dipenuhi dengan berita-berita serangan teroris yang berkaitan dengan kebangkitan agama Islam. Dunia Barat dibuat panik teror bom dibuat Carlos the Jackal, julukan Ramirez Sanchez pemuda Amerika Latin. Teror ini berlanjut lebih dari 10 tahun. Qaddafi, presiden Libya pendukung utama keuangan untuk aksi teror pemuda yang beraliran Komunis Marxisme sekaligus pembela Islam garis depan.

Osama bin Laden, pendiri Al Qaida meneruskan aksi Carlos the Jackal. Osama adalah pemuda Saudi dari aliran keras Islam Wahabbi dan . Badan-badan intelejen Barat dan Israel percaya bahwa keuangan Al Qaida didapat dari negara-negara Arab. Ia pernah makan bangku kuliah di Saudi bahkan di AS.

Memasuki abad 21, kelompok-kelompok Islam garis keras bermunculan seperti jamur di Musim Semi, sehingga disebut gerakan Islam ”Arab Spring” atau “Jalan Arab” Satu dari sekian organisasi Islam yang terkenal adalah Negara Islam Irak dan Syria (NIIS), atau ISIS / ISIL dalam bahasa Inggrisnya atau Daish orang Arab menyebutnya. Pendiri dan pemimpin tunggal dari NIIS adalah pemuda Irak bernama Abu Bakr al-Baghdadi, bergelas S3 (doktor) dalam bidang agama Islam. Abu Bakr kemudian memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Kalifah dan mengganti nama organisasinya menjadi ”Negara Islam” (Islamic State). 

Pemerintah Qatar secara langsung bertanggung jawab atas kerugian dan kerusakan negara-negara Arab yang ditimbulkan oleh gerakan Arab Spring ini; bangsa Mesir dan Syria tidaklah akan melupakan.

Pada awal gerakan Islam Arab Spring atau Jalan Arab, banyak pemimpin Arab dan negara-negara Islam di dunia mendukung gerakan tersebut, bahkan beberapa negara Barat pun bersimpati, sebab mereka pikir itu adalah gerakan demokrasi. Perancis, AS dan Britania Raya terlibat langsung dalam menumbangkan Presiden Qaddafi.

Pergeseran radikal kebijakan para pemimpin Arab dan negara-negara mayoritas Muslim terhadapat gerakan Islam.

Mesir adalah negara moyoritas Muslim terbesar di dunia Arab, sekalipun hanya 80% penduduknya beragama Islam. Presiden El-Sisi secara terang-terangan menolak gerakan Islam garis keras yang dibawa oleh keompok Muslim Brotherhood (MB). MB adalah organisasi Islam radikal asal Mesir berdiri tahun 1928, merupakan ibu dari semua gerakan Islam radikal saat ini. Mesir juga termasuk satu dari sejumlah negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Marokko, sekalipun agama Islam adalah agama negara, namun pemerintah mengamati gerak-gerik Muslim radikal secara ketat, pemerintah menaruh banyak mata-mata di Mesjid-mesjid.

Pemerintah Irak dan Syria sampai saat ini memerangi semua gerakan Islam garis keras. Irak dibantu Iran dan AS memerangi Negara Islam, dan sementara pemerintah Syria dibantu Russia dan Iran.

Di Asia, Indonesia dan Pakistan adalah dua negara berpenduduk Muslim terbesar di Asia bahkan di dunia. Pemerintah Indonesia, di bawah Presiden Soeharto dan Habibbie mendukung penyebaran agama Islam di Indonesia, itu tidak diragukan. Namun presiden Soeharto tidak segan-segan menghukum keras kelompok Islam garis keras, itu nampak pada ”Peristiwa Tanjung Periok” dan gerakan ”Aceh Merdeka.” Dan sekarang, Pemerintah sedang meminta pertanggung jawaban pemimpin FPI

Di Pakistan, semasa presiden Pervez Musharraf (2001-2008) kelompok Islam garis keras seperti Mujahidin dan Al-Qaida diperangi habis-habisan bahkan sampai memasuki wilayah Afganistan. Pemerintah Pakistan yang sekarang mulai menghukum keras para pelaku ”Honor Killing,” tindakan menghukum sampai mati seseorang demi membela nama baik keluarga dan Islam.

Jika kita amati baik-baik, satu-satunya pemerintah negara mayoritas Muslim di dunia yang sungguh-sungguh berdiri membela gerakan Islam garis keras adalah pemerintah Iran, yang juga adalah satu-satunya negara berstatus ”Negara Islam Republik

Adakah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Mengapa para pemimpin negara Islam di dunia menolak Islam garis keras?
  • Kemanakah sesungguhnya agama Islam sedang menuju saat-saat ini?
  • Dapatkah Islam mendominasi dunia seperti yang diimpikan oleh banyak pemimpin agama Islam?

Read the rest of this entry

Negara Persatuan Arab mendisiplin keras Qatar, apa alasannya?

Negara-negara Arab menhukum Qatar karena IranEmpat utama negara Arab dan tiga negara lainnya memutuskan segala hubungan dengan negara Qatar sejak  Senin, 5 Juni. Mereka adalah Arab Saudi, Persatuan Uni Arab, Mesir dan Bahrain, dan tiga lagi adalah Yemen, Maldives dan pemerintah Libya yang berpusat di Timur.

Negara-negara tesebut mengusir para dipolomat Qatar keluar dari negara tersebut dalam 2 x 24 jam, jalur penerbangan, dan laut serta darat terputus dengan Qatar, dan yang lebih keras adalah warga negara Qatar harus meninggalkan negara-negara tersebut dalam waktu 2 x 7 hari. Ini juga berarti secara tidak langsung menghentikan suplai ekonomi dan makanan masuk ke Qatar dan menguncangkan negara ini sebagai tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia sepak bola  (2022). Ini merupakan disiplin terberat yang Qatar pernah terima.

Apakah kesalahan Qatar sehingga mendapat disipilin yang begitu keras?

Tahun 2014, Qatar pernah dikucilkan oleh negara-negara Arab oleh sebab terang-terangan mendukung organisasi-organisasi Islam garis keras: Muslim Brotherhood (Mesir), Hamas (Gaza), Hisbollah (Libanon). Dukungan Qatar tersebut kepada organisasi Islam yang digolongkan sebagai organisasi terorist berupa bantuan uang dan media. Media raksasa berbahasa Arab dan Inggris Al-Jazeerah adalah milik negara Qatar, dan berperan besar dalam menggulingkan Presiden H. Mubarak dan menjadikan orang Muslim Brotherhood, Mohammad Morsi, jadi presiden Mesir.

“[Qatar] embraces multiple terrorist and sectarian groups aimed at disturbing stability in the region, including the Muslim Brotherhood, ISIS and Al Qaeda, and promotes the message and schemes of these groups through their media constantly,” Saudis Press Agency (SPA) menulis.

Kebijakan Qatar mendukung organisasi-organisasi tersebut tidak berubah, bahkan

Penguasa Qatar Emir Tamim bin Hamad al-Thani

Tamin bin Hamad al-Thani

semakin ’melewati garis merah’ menurut ukuran para pemimpin negara Arab tersebu di atas. Akhir bulan Mei 2017, Tamin bin Hamad al-Thani, Emir Qatar pada sebuah pidatonya sengaja mengeritik Amerika Serikat (Bodyguard bagi negara-negara kerajaan Arab dari ancaman Iran dan Irak), menguatkan kembali dukungan keuangan Qatar bagi organisasi-organisasi Islam radikal yang di black-list (baik oleh Persatuan Negara Arab dan Internasional). Dan ini membahayakan keamanan negara Saudi, SPA menulis.

Namun yang mungkin membuat mereka marah besar adalah pernyataan Emir Qatar ini untuk mendukung Iran. Iran bukan saja sebuah negara Islam Shiah terbesar dan terkuat di Dunia, lebih lagi Iran adalah ancaman terbesar Kerajaan Arab Saudi dalam hak pengelolaan ibadah Haji maupun sumber minyak di wilayah Teluk Persia.

Akankah Qatar masuk ke dalam rangkulan Negara Islam Republik Iran, untuk bisa menghidupkan ekonomi dan bisnis penerbangannya? Read the rest of this entry

Medinah: Ajaran Rizieq Ketua FPI “memanipulasi fakta via media” dalam kehidupan bangsa Indonesia

Rizieq memakai istilah yang dibuat oleh RAND Corporation, organisasi Amerika melihat dunia Islam, RAND Corp. membagi dunia Islam kedalam 4 kelompok Muslim, dikutip dari penjelasan Rizieq:

  • Islam Fundamentalist: mendukung Syariah Islam (SI), mendukung penegakan negara Kalifat, anti Demokrasi, sangat kritis terhadap pemikiran dan budaya Barat
  • Islam Moderat / Mordernist: anti SI, anti Kilafah, pro demokrasi, sedikit kritis terhadap Barat
  • Islam Liberalist: 1-3 sama dengan Moderat. Pro budaya Barat
  • Islam Tradisionalist: Sama dengan Fundamentalist tapi netral terhadap sistim demokrasi.

WAJIB N0NT0N !! CERAMAH Terbaru HABIB RIIZEQ Di MADINAH Saudi ARABIA

 

Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini, pada ceramahnya di Medinah, Mei 2017, mengajar para pendengarnya bagaimana berurusan dengan Pemerintah; dimulut (media) menolak suara-suara yang keluar dari “Muslim Fundamentalist” namun dalam praktek tetap radikal: “kalau tidak bisa dirangkul, dipukul” dan “kalau tidak bisa dipeluk, digebuk,” Rizieq memerintahkan.

Berikut ini sedikit salinan apa yang ketua FPI ini ajarkan kepada umat Muslim Indonesia saat berada di Medinah:

“Jangan pernah memberitakan segala kebaikan sebesar apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist.” Sebaliknya, “Segala kesalahan sekecil apapun yang dilakukan kelompok Fundamentalist harus di-viral-kan, harus disebar luaskan dan harus di-ulang-ulang supaya itu melekat di hati masyarakat bahwa mereka orang-orang yang tidak layak diberikan tempat di kita punya negeri.”

Rizieq berlanjut: “jangan mencantumkan titel mereka baik kehormatan maupun akademi supaya memberi opini ke masyarakat bahwa mereka ‘kuper, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak punya gelar.’”

Sebaliknya ia meminta semua umat Islam untuk memperlakukan Kelompok (Muslim) Modernist dan Liberal dengan rasa hormat yang tinggi.

“Berikan ruang bicara, jika ada dari mereka berbuat kesalahan jangan di-veral-kan, tapi jika berbuat baik sekecil apapun itu harus di-viral-kan dan harus disebar luaskan, dengan tujuan “seolah-olah itu adalah pendapat Islam Internasional”

Ia menambahkan, “Kejelekan mereka sebesar apapun harus disembunyikan. Penyebutan nama mereka harus lengkap dengan segala gelar kehormatan dan akademisnya.”

Sederhananya tak-tik Rizieq, ketua FPI, bagaimana umat Islam bisa membela dan memenangkan Islam di Indonesia melalui media: Pada satu sisi mempermalukan kelompok intelektual Islam dan Kuran yang berani bicara terang-terangan, yang disebut “Islam Fundamentalist” (menolak kenyataan) dan pada sisi lainnya, menjunjung tinggi “kelompok Islam Moderat” dan “Islam Liberal” sekalipun merekia tidak mengerti ajaran Islam dan kitab sucinya (menampilkan wajah manis)

Dengan kata lain ketua FPI ini mengajar: “menolak fakta Islam yang diberitakan oleh para Intelektual Islam dan menjadikan opini-opini Muslim Nominal/ KTP (Modernist dan Liberal) sebagai fakta Islam” – untuk mengelabui masyarakat dan Pemerintah.

Dalam dunia perang, tak-tik Rizieq ini dikenal sebagai taktik gerilya (menyerang ketika musuh lengah), dan taktik musuh dalam selimut (berpura-pura sepihak, menghancurkan dari dalam).  Taktik ini dipakai oleh NIK (Daesh/ ISIS) pada tahun-tahun pertama gerakan militer mereka, hasilnya banyak pemuda dan pemudi Muslim dari berbagai dunia tertarik untuk bergabung. Namun hanya dalam dua tahun NIK menunjukkan karakter aslinya, mereka membantai tanpa belas kasihan bukan saja tentara Muslim Pemerintah Irak dan Syria, namun juga anggota mereka sendiri yang berbeda pendapat tentang berperang dan yang ingin pulang.

Read the rest of this entry