Arsip Blog

Presiden Ceko mencap Uni Eropa ’penakut’ sekaitan pemakuan Donald Trump tentang Yerusalem ibukota negara Israel

Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, (Yoel 3:2)

Presiden Republik Ceko Milos Zeman.jpg

Milos Zeman, presiden Rep. Ceko / Czech

Presiden Republik Czech, Milos Zeman mencap negara-negara Uni Eropa (UE) “penakut” karena respon  negatip mereka pada Presiden AS Donald Trump yang berani mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, RT.com mengutip koran media local Czech. Pernyataan yang pedas ini meresponi pernyataan resmi pemimpin kebijakan luar negeri UE, Federica Mogherini dan presiden Perancis Emmanuel Macron.

“Uni Eropa, penakut, melakukan segala sesuatu yang mereka bisa sehingga gerakan terrorist pro-Palestina dapat memiliki supremasi atas gerakan pro-Israel,” Zeman berkata hari Saptu, sebagaimana dikutip oleh media local pada Konferensi Gerakan Kebebasan dan Demokrasi (SPD), sebuah partai politik eurosceptik dan anti-immigrasi.

Pada hari Kamis, RT.com menulis, Zeman berkata ia “sungguh bahagia” dengan deklarasinya Trump, mengatakan bahwa Republik Czech mungkin juga mengikuti jejak AS dalam hal ini. Zeman mengulangi dukungannya atas Israel, pada tahun 2013, ia berkata di konferensi tersebut, “Saya telah megajukan pemindahan ini empat tahun yang lalu saat kunjungan saya ke Israel. Saya menghargai pemindahkan Kedutaan Czech ke Yerusalem, dan jika itu terjadi, kita akanlah yang pertama melakukan itu. Sekarang kita mungkin lebih cepat atau lambat mengikuti AS. Bagaimanapun, itu tetap lebih baik daripada tidak.” Pernyataan Zeman ini dikutip luas oleh media Israel, nampak dari hasil mesin pencari: “president czech eu jerusalem

Janji Donald Trump saat kampanye memindahkan kantor kedutaanya ke Yerusalem dianggap oleh Zeman sebagai petunjuk yang bagus bagi banyak negara yang berani: “Saya pikir itu bisa jadi sebuah petunjuk tidak langsung dan petunjuk ini bisa jadi ada diikuti oleh beberapa negara yang berani, tidak semua negara, tetapi negara-negara yang berani. Ini adalah sebuah langkah kongkrit menuju solidaritas yang nyata [dengan Israel] dan bukan solidaritas oleh hanya kata-kata” ia berkata di bulan September.

Kalian adalah orang-orang yang berani, yang tidak takut untuk bertarung, berdiri di-sisi kami untuk kebenaran. Republik Ceko adalah seorang teman bangsa Yahudi dan Negara Israel yang sungguh, For Akunis, seorang menteri Science dan Teknologi Israel mengkomentari pernyataan terbuka Duta Besar Ceko untuk Israel bahwa Yerusalem Barat adalah Ibukota Israel.

Mogherini segera menanggapi proklamasi pejabat Ceko ini bahwa “pernyataan yang telah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Republik Ceko secara pasti bukan tindakan dukungan keputusan administari Negara Serikat!”

Dan dibalas balik bahwa “Uni Eropa bukanlah Negara Eropa Serikat.”

Sungguh menarik Mogherini menyebut Uni Eropa sebagai Negara Serikat Eropa, sekalipun ke 28-1 (setelah Brexit) negara anggotanya masing-masing memiliki presiden negara, ditambah keretakan yang semakin besar. Negara Republik Ceko, Polandia dan Hongaria dan juga Austria (semua anggota Uni Eropa) belakangan ini semakin berani membangkang kepemimpinan Brussel (kantor pusat Uni Eropa), sejak pro-kontra masalah pengungsi Timur Tengah di Eropa. PM Itali bulan Mei tahun lalu secara satir berkata “Kita harus menjaga Dongeng kesatuan Eropa hidup.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Iklan

Wanita Arab Israel cerita apa adanya tentang Israel

“Apakah Israel sebuah negara apartheid?” Wartawan TV berbahasa Arab menanyai tamunya seorang wanita Arab yang hidup di Israel.

Terjemahan bahasa Indonesia dibuat berdasarkan text Inggrisnya pada video di atas

Wartawan: Apakah Israel sebuah negara apartheid?

Wanita Arab Israel: Bukan! Israel bukanlah sebuah negara apartheid. Israel bukanlah sebuah negara apartheid dan setiap orang yang percaya ini haruslah ada malu pada dirinya sendiri. Anda hidup dalam negara ini dan menikmati seluruh keuntungan dari kewarganegaran tersebut, anda bebas untuk bekerja, belajar, mengekpresikan dirimu sendiri dan apapun yang kamu kehendaki. Anda memimpin dan mendidik generasi-generasi berikutnya dalam negara yang menghargai anda. Lihat pada Suriah, Irak, Mesir dan semua negara-negara Arab sisanya, apa yang mereka telah perbuat bagi kebaikan rakyat mereka?

Wartawan: Saya mencoba mengerti – apa yang ada di Israel?

Wanita Arab Israel: Israel adalah sebuah negara demokrat, sebagaimana itu dinyatakan dalam deklarasi kemerdekaannya dan memiliki (kelompok) minoritas seperti Muslim, Druse dan seterusnya.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain. Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

TEAM JIHAD; buku membongkar kualisi Liberal dan Islam untuk menghancurkan Amerika Serikat

Team Jihad buku membahas kualisi Liberal dan Islam menghancurkan Amerika

the Center for Security Policy

Frank Gaffney, Presiden dari the Center for Security Policy sangat antusias dengan buku elektronik baru yang diterbitkannya: Team JIHAD: How Sharia Supremacists Collaborate with Leftists to Destroy the United States.

Mr. Graffney berkata kepada wartawan, “Para Liberal (Leftists) telah bersedia bertoleransi untuk beberapa tingkat kekerasan jihad, tetapi mereka secara khusus santai tentang pendekatan “jihad yang bersifat kemasyarakatan” (“civilizational jihad”), “diam-diam, anti pemerintah” (the “stealthy, subversive”), yang disukai oleh beberapa organisasti tertentu seperti Muslim Brotherhood.”

Matt Vadim, penulis buku ini, mengawali bab pertamanya “The Left, Dawah dan Jihad” dengan mengutip pakar terorist 1970an yang sangat ditakuti negara-negara Barat saat itu:

“Hanya kualisi dari para Marxist dan Islamist dapat menghancurkan Amerika Serikat,” –  Ilyich Ramirez Sanchez, a.k.a. Carlor the Jackal

Pada bab dua, penulis buku menguraikan bahwa Islam dan Marxisme memiliki keterkaitan secara sejarah dan filsafat, ia mengutip karya beberapa nama pemikir Barat dan Islam.

Pada Bab 4 dan 5, buku membahas bagaimana istilah “Islamophobia” dipakai untuk menghancurkan masyarakat Amerika sementara menguatkan aksi kerja jihad

Mr. Graffney memuji penulisnya, “Matt telah membuat sebuah buku yang sangat luarbiasa. Ini tersedia online gratis (PDF file), pada SecureFreedoom.org.” dan menekankan, “Itu sungguh direkomendasikan untuk dibaca pada jaman kita.”

Ketika wartawan menyinggung tentang serangan-serangan terorist di Inggris dan Swedia,

“Kita dapat bungkus itu sebagai diversiti, atau multikulturalisme, atau sensitiviti, atau benar secaral politik untuk masalah tersebut, tetapi pada ujung harinya masalah-masalah tersebut adalah bagaimana sisi lainnya memahaminya.” Mr Graffney menjawab.

“Malangnya, cara mereka memahami itu tidaklah lain yakni sebagai penundukan, dan itu hanya akan meningkatkan bahaya dari jihad diam-diam, tentunya kondisi ini terus berkembang di sini maupun di tempat lainnya. Dan saya kuatir akan jenis kekerasan (jihad)nya juga.”

Read the rest of this entry

AS: Bernie Sanders dikecam atas ‘Test Agama’ Kristophobia dalam politik Amerika

“Your own evil will discipline you; your own apostasies will reprimand you. Think it over and see how evil and bitter it is for you to abandon the LORD your God and to have no fear of Me. This is the declaration of the Lord GOD of Hosts. (Jeremiah 2:19, HCSB)

Status Agama dan Negara di Amerika Serikat

Status Agma dan Negara di Amerika Serikat

Sejumlah Pemimpin Kristen Amerika mengecam keras tindakan Senator Bernie Sanders memperlakukan Russell Vought, kandidat pilihan presiden Trump untuk posisi Office of Management and Budget.

Pada rapat dengar pendapat untuk calan pegawai Gedung Putih, Rabu kemarin, Senator Sanders memasukkan ‘Test Agama’ ke meja politik Amerika Serikat, memakai pernyataan masa lalu Russell tentang Muslim.

“Orang Muslim sederhananya tidak hanya kekurangan theologia. Mereka tidak tahu Elohim sebab mereka telah menolak Yeshua Ha Mashiah Putra-Nya, dan mereka berdiri tertuduh,” Russell menulis di blog Kristen The Resurgent tahun 2016. Russell menulis membela alma mater Kampus Kristen, Wheaton College, yang dikritik karena telah memecat seorang professor yang berkata Orang Kristen dan Muslim “menyembah Elohim yang sama.”

Bernie Sanders bertanya pada Russell Vought apakah pernyataannya tersebut adalah Islamophobia.

“Tidak sama sekali,” Vought menjawab, “Saya seorang Kristen,” Vought memulai, “… dan saya percaya dalam prinsip-prinsip aturan berdasar pada iman saya. Pernyataan saya tersebut untuk membela alma mater saya, Wheaton College, sekolah Kristen yang memiliki sebuah pernyataan iman yang menyertakan pemusatan Yeshua Ha Mashiah untuk keselamatan.”

Bernie memotong Vought dengan tidak sabar, bertanya kembali, “Apakah kamu percaya bahwa orang-orang di Agama Islam berdiri tertuduh?”

“Sekali lagi, senator, saya seorang Kristen,” Vought memulai, “dan saya menulis bagian tersebut …”

“Saya mengerti itu, …” Bernie memotong, kali ini dengan nada kesal, “Saya tidak tahu berapa banyak Muslim di Amerika. Kamu menganggap semua orang tersebut berdiri tertuduh? Bagaimana dengan orang Yahudi? Mereka berdiri tertuduh juga?”

(Ingat, Senator  Sanders adalah seorang Yahudi, namun dikenal sebagai penganut Sosialisme)

“Senator, saya seorang Kristen …” Vought kembali mengingatkan senator Senders

“The idea that religion and politics don’t mix was invented by the Devil to keep Christians from running their own country.” Jerry Falwell (Southern Baptist Pastor of America)

Senator ini kembali memotong kalimat Vought kali ini dengan muka merah dan nada suara yang tinggi ia berkata, “Saya mengerti kamu seorang Kristen!” Ada orang lain yang berbeda agama di negeri ini dan di dunia. Pada penilaianmu, apakah kamu pikir orang-orang itu yang bukan orang Kristen akan ada disalahkan?”

Jawaban Vought kali ini menjelaskan dengan baik bagaimana ajaran Kristen melihat dan harus berlaku terhadap orang-orang bukan Kristen, ia berkata

“Sebagai seorang Kristen saya percaya bahwa semua orang secara individu adalah diciptakan dalam gambar Elohim dan layak akan martabat dan kehormatan diluar keyakinan-keyakinan agama mereka.” Saya percaya, sebagai seorang Kristen begitulah saya harus memperlakukan semua pribadi …” [Lihat: Kejadian 1:26-27; Keluaran 23:9; Imammat 19:9-10; Matius 5:43-48; Mat 22:36-40; Yohanes 15:17; Yakobus 2:8; 1 Petrus 2:8; 1 Yoh. 4:7-8]

Kembali Senator ini memotong kalimat Vought, dan berkata kepada pemimpin rapat:

“Dengan sederhana saya berkata Tuan Pemimpin, bahwa calon ini sungguh bukan seorang yang negeri ini seharusnya menjadi. Saya akan mem-veto ‘Tidak’.”

Senator Senders ini lupa (atau pura-pura lupa) bahwa para pendiri negara Amerika Serikat adalah orang-orang Kristen, dan sesuai Konstitusi Amerika Serikat pada Article VI, bagian 3 tertulis , “… but no religious test shall ever be required as a qualification to any office or public trust under the United States.”

Kritik pedas membanjiri Senator B. Sanders:

Presiden Etik dan Komisi Kebebasan Beragama (ERLC) dari Southern Baptist Convention, Russell Moore, perbuatan senator Sanders ia gambarkan sebagai pengabaian yang mengejutkan, baik pada sisi Konstitusi AS maupun doktrin dasar Kristianiti

“”Senator Sanders’ comments are breathtakingly audacious and shockingly ignorant—both of the Constitution and of basic Christian doctrine.” Situs erlc.com menulis

Mr. Moore mengejek sosialis Sanders akting seperti Kristen theologi, ia berkata: “While no one expects Senator Sanders to be a theologian, we should expect far more from an elected official who has taken an oath to support and defend the Constitution.”

Reverance Penginjil Franklin Graham pada Facebooknya berkomentar singkat namun pedas:

Is Bernie Sanders right? NO. Is he wrong? YES.
Is Russell Vought politically correct? NO. Is he right? YES!

Jesus said, “I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me.” End of discussion.

Presiden Dewan Penelitian Keluarga (FRC), Tony Perkins. Ia mengajak semua orang Amerika untuk mengisi petisi menuntut Sanders minta maaf  untuk “mengingatkan setiap Senator AS bahwa Konstitusi AS menggaransi tidak adanya test pewarnaan agama. Orang-orang Amerika haruslah tidak ada dipaksa untuk memilih antara iman mereka dan pelayanan masyarakat.”

FRC memperingatkan rakyat Amerika: “Instead of big-picture financials, the debate became a firefight over Vought’s Christian faith — the latest proof that eight years of Obama’s religious hostility still lingers.” Baca: Bern Victim: Sanders Wars against Nominee’s Faith

Read the rest of this entry

Mengapa Gereja Roma / Vatikan senang simbol Ular Naga?

Di kota Roma yang merupakan pusat negara Vatikan dan pusat Gereja Katolik, orang Barat menyebutnya Roman Catholic Church (Gereja Roma Catholic) terdapat banyak ukiran, gambar dan bahkan gedung berbentuk naga. Ular naga nampaknya menjadi simbol kejayaan Gereja Roma dan sekaligus negara Vatikan, apakah Anda tahu mengapa?

Banyak orang telah menulis tentang hal ini, saya tampikan beberapa.

Ukiran ular naga yang besar pada hiasan utama kepausan di Musium Vatikan

Lambang Ular Tenung the Divining Serpent di Musium Vatikan

Michael Scheifler[1] menulis ini adalah lambang ular tenung, logo utama dari mantel tentara Paus Gregory atau Gregorio (Latin) XIII (1572-1585 AD). Paus Gregory adalah paus yang merubah kalender Julian menjadi kalender Gregorian (dari namanya), sistim kalender yang kita pakai saat ini. Paus Gregory indentik dengan Ular Naga, nampak pada bangunan kuburannya.

Medali Paus Gregory XIII. Pada sisi satu terlukis wajahnya dan sisi lainnya bergambar kepala kambing dilingkari oleh ular naga bersayap yang sedang mengigit buntutnya sendiri. Gambar ular naga mengigit buntutnya sendiri (bentuk lingkaran) dikenal sebagai Ouroboros atau Uroboros.

Medali logam Gregory XIII bergambar ular naga bersayap dan kepala kambing

Paus Paulus (Paolo) V (1605-1621 AD) juga memakai logo ular naga bersayap pada perisainya

Ular naga bersayap juga terdapat pada kolam pancuran air / Fountain of Towers di Vatican Gardens

Naga bersayap Taman Vatikan Airmancur Vatican Gardens Fountain of the Eagle Dragon

Naga terbang, lukisan Roma awal abad 16. Logo Ular Naga bersayap telah dipakai oleh Gereja Roma sebelum Kaisar Constantine menjadikan Kristianiti sebagai agama negaranya di tahun 312 AD, logo ini nampak pada lukisan Raffaello (1509-1510 AD) bertitel The Sala di Constantino, Palazzi Vaticani, Rome

Ular Naga terbang lukisan Raffaello di Vatikan, Roma

Gedung modern Auditorium Paus Paulus VI (Paul VI Audience Hall) berbentuk persis kepala ular. Penampakan dalam dari gedung ini nampak seperti ular buas dengan kedua taringnya. Di belakang mimbarnya terdapat ukiran manusia sekaligus tengkorak ular bersayap. Lihat videonya untuk lebih jelas. Gambar diambil dari missiongalacticfreedom 

Bangunan Auditorium Vatikan luar-dalam kepala ular bermata setan.jpg

Kata “Vatican” (bahasa Latin) berasal dari dua kata: Vatis dan Can. Vatis = juru tenung (diviner, fortune-teller);[2] Can = ular (serpent) jadi

Vatikan = Ular Tenung (the Divining Serpent[3]

Kepala kambing dan Naga pada medali Paus Gregory XIII keduanya adalah simbol dari Setan, Michael Scheifler berkata[4]

Di bawah ini dua video yang menarik tentang  Vatikan dan simbul ular naganya

Robin M. Fisher membuat dokumentasi video tentang Ular Naga dan kekuasaan Vatican berjudul Vatican Dragon Babylonian Brotherhood

Video lainnya: Paus Paulus VI (The Paul VI Audience Hall (italia: Aula Paolo VI). 5 Reasons Vatican run by Reptilians. PaulVIAudienceHall 

Nubuatan Alkitab tentang Ular Naga dan Perang Armagedon. Banyak ahli Alkitab berkesimpulan bahwa nubuatan-nubuatan Alkitab tentang binatang yang keluar dari dalam laut adalah Gereja Roma atau Vatikanyang mendapat kuasa dari Setan yang dilambangkan sebagai Ular Naga atau Ular Tua di kitab Wahyu, lihat Wahyu 13:1-2, Wahyu 12:3-4 dan 9 Matius 2:13. Lihat link The Red and Rome by Michael Scheifler

Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. … Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya (wewenangnya) yang besar. (Wahyu 13:1-2)

Alkitab juga telah meramalkan bahwa Naga ini melalui perwakilannya akan memerangi Gereja Yeshua (keturunan wanita) yang menuruti hukum Elohim dan memiliki kesaksian Yeshua (Wahyu 12:17); hal ini telah tergenapi. Namun kejadian ini akan terulang lagi kepada bangsa Israel (keturunan Abraham), yang dikenal sebagai “The Great Tribulation,” berlangsung selama 3,5 tahun. Dan masa ini akan diakhiri dengan datangnya Yuruselamat mereka, Messias/ Kristus memerangi si Naga, Anti-Kristus dan Nabi palsunya, dikenal sebagai  “Perang Armagedon” atau orang Ibrani menyebutnya “Perang Her Magido.” Megido adalah sebuah dataran luas di Israel, dimana telah terjadi beberapa kali perang besar di lokasi yang sama, sejarah mencatat.

Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (Wahyu 20:1-2)

Kenyataan di atas mungkin sangat mengejutkan bagi masyarakat Katolik, namun jika kita amati baik-baik dan berpikir “bagaimana mungkin negara yang tidak lebih besar dari sebuah kota Roma (Vatikan terletak di dalam kota Roma), namun memiliki kekuatan dan kuasa politik yang begitu besar di Eropa, Amerika (Kanada, Amerika Serikat, dan semua negara Amerika Latin) dan Timur Tengah serta beberapa negara Asia.

Footnotes:

  1. Michael Scheifler adalah pemilik situs Kristen ”Bible Light
  2. Lihat Yosua 13:22 , Yesaya 3:2
  3. http://historical.benabraham.com/html/papal_crest_dragon.html
  4. The Red Dragon and Rome

Baan berkait:

Read the rest of this entry