Arsip Blog

Firas Al-Sawwah, Ilmuwan Suriah: (Mesjid) Al-Aqsa disebut di Kuran bukanlah di Yerusalem

Lihatlah, demikianlah akan diberkati orang yang takut akan YAHWEH. YAHWEH akan memberkati engkau dari Zion; dan engkau akan melihat kebaikan Yerusalem sepanjang hidupmu. Dan engkau akan melihat anak cucumu. Damai sejahtera atas Israel (Mazmur 128:4-6, KS-ILT3)

“Masjid Al-Aqsa yang disebutkan di dalam Quran bukanlah tempat yang kita kenal sekarang ini. Orang yang mengatakan bahwa tempat Mesjid Al-Aqsa di Yerusalem adalah Abd Al-Malik Ibn Marwan. Dia ingin membangun tempat suci di sana, dan memutuskan untuk menyebutnya Masjid Al-Aqsa. Sejarawan mengatakan bahwa tempat ini memang menjadi kiblat bagi umat Islam pada saat itu. Orang dari seluruh dunia datang untuk mengunjunginya, dan itu tetap menjadi tempat yang Kudus sampai hari ini.

English version: Syrian Scholar Firas Al-Sawwah: Al-Aqsa Mentioned in Quran Is Not in Jerusalem

“Kita membutuhkan kebangkitan budaya Arab-Muslim secara umum. Kita harus meninjau seluruh masa lalu dan bahkan sejarah Arab. Kebangkitan masa depan harus didasarkan pada kritik. Kita harus meneliti secara kritis semua cerita hadits, dan menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Pikiran ilmiah terbentuk tanpa kita sadari.

Kita membutuhkan kebangkitan budaya Arab-Muslim secara umum. Kita harus meninjau seluruh masa lalu dan bahkan sejarah Arab. Kebangkitan masa depan harus didasarkan pada kritik,” Firas Al-Sawwah, Ilmuwan Suriah

“Selama kelas agama, ketika saya masih berusia 14 tahun anak di kelas 8, guru mengatakan kepada kami, “bahwa Hari Penghakiman tidak akan datang sampai orang-orang Arab dan Yahudi berkelahi, ketika orang Yahudi akan bersembunyi di balik pohon, dan pohon akan berkata kepada Muslim: ‘Oh Muslim , Oh hamba Allah, ada seorang Yahudi di belakangku, datang dan bunuhlah.’
Seluruh kelas tertawa terbahak-bahak, meskipun kami masih anak.

Dalam versi lain dari hadits ini, ada juga batu di belakang yang mereka Sembunyikan.

Mengapa hal itu membuat kami tertawa? Kami dibesarkan di pemikiran modern. Otak kami sudah terbiasa. Jadi, kelas tertawa, dan guru bertanya: ‘Mengapa kalian tertawa?’ Kami mengatakan kepadanya bahwa tidak masuk akal sebuah pohon untuk berbicara.

Bacaan berkait:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Dr. Dan Gibson menjawab pertanyaan sulit tentang Islam. Mesjid al-Aqsa di Yerusalem

Kuran dan Hadis mencatat nabi Muhammad berbicara tentang Mesjid Al Aqsa bahkan mengunjunginya. Namun Mesjid Al Aqza di Yerusalem baru dibangun setelah nabi meninggal dunia, hampir seratus tahun kemudian setelah dicatat di Kuran. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dr. Gibson menjawab pertanyaan sulit ini.

Surah al-Isra/17:1 bercerita bagaimana Allah membawa hambanya dalam sebuah perjalanan malam dari Mesjid al-Haram ke Mesjid al-Aqsa. Al-Isra berarti bangsa Israel.

Sahih al-Bukhari 2:281 Abu Huraira bercerita: nabi berkata, jangan melakukan perjalanan kecuali ke tiga mesjid: Mesjid al-Haram, mesjid Rasul Allah, atau al-Aqsa

Juga pada Bukhari 4:585 “Aku berkata, O nabi Allah. Mesjid yang mana pertama dibangun di permukaan bumi? Ia berkata, Mesjid al-Haram. Yang mana berikutnya? Ia berkata, mesjid al-Aqsa. Aku berkata, periode kontruksi antara keduanya? Ia berkata, 40 tahun.

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara

 

Mengapa Masyarakat Muslim Mesir memilih Pemerintahan Sekularisme?

Wanita-wanita Mesir

Wanita wanita Mesir

Orang Mesir bukanlah orang Arab, dan bahkan tidak suka disebut sebagai orang Arab. Meskipun mayoritas orang Mesir adalah Muslim dan bahasa resmi negara Mesir adalah Bahasa Arab, karenanya dikenal sebagai bagian dari “negara-negara Arab,” bagaimanapun orang Mesir memiliki budayanya sendiri yang jauh lebih tua dari budaya dan bahasa orang Arab. Kehadiran bangsa Mesir telah ada bahkan sebelum tokoh Abraham, the First Hebrew (bapa dari nenek-moyang orang Ibrani). Orang Mesir yang berjumlah sekitar 80 juta penduduk adalah seperempat (¼) dari seluruh ‘orang Arab’ (data 2010), saat ini sedang berada di persimpangan jalan antara Sekularisme di sebelah kiri dan Islam Fundamentalisme di sebelah kanan.

Presiden Anwar Sadat (15/10/70-6/10/81), presiden Mesir ke-3, pemimpin Muslim pertama yang membuat Perjanjian Damai tertulis dengan negara Israel, dikenal sebagai Perjanjian Camp David (17/9/78) setelah 12 hari bernegosiasi secara rahasia dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin di Gedung Putih, AS. Presiden Sadat oleh karenanya telah menjadi orang Muslim pertama yang menerima Penghargaan Nobel Perdamaian, pada tahun yang sama. Karena alasan yang sama juga ia telah dibunuh secara berencana oleh organisasi Jihad Islam Mesir (JIM) pada acara parade militer (6/10/81). Wapres Hosni Mubarak, segera mengambil kuris Sadat. Jendral ini segera membuat undang-undang pelarangan organisasi Ikhwanul Muslimin (the Muslim Brotherhood),[1] organisasi Islam Sunni yang lahir tahun 1928 oleh seorang intelektual Islam Hassan al-Banna, yang merupakan ibu dari JIM dan banyak organisasi beraliran jihad lainnya. Di bawah Presiden Mubarak, presiden keempat (14/10/81-11/2/2011), para Muslim fundamentalis Mesir benar-benar ditekan, memaksa mereka hidup seperti tikus di bawah tanah selama 29 tahun.

Meletusnya Revolusi Arab yang berawal di Tunisia (18/12/10), para Muslim fundamentalis Mesir kembali bangkit kepermukaan, memimpin aksi-aksi demontrasi yang diikuti oleh puluhan ribu orang Mesir di berbagai kota; hasilnya, Mubarak tumbang dari kursi pemerintahnnya yang panjang tersebut.[2]

Para Ikhwanul Muslimin melalui partai politiknya Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK) meminta diadakannya pemilu tingkat parlemen. Pihak Militer Mesir menyetujui usulan tersebut, karena yakin mereka akan tetap menang. Hasil Pemilu di akhir tahun 2011 merubah Mesir dari kekuatan Militer ke ideologi Islam; PKK mendapatkan 44% kursi, dan rekannya Partai Al-Noor, Islam Salafi, mendapat 25 %. Secara total, para Islamist Mesir berhasil menguasai lebih dari 69% kursi parlemen.

Juni 2012, pemilihan calon presiden dilakukan. Mohammad Morsi, satu dari pentolan pemimpin Ikhwanul Muslim dan PKK menang dengan 51,7% suara.

Morsi sebagai Presiden Mesir segera bergerak cepat dan mengajukan banyak peraturan dan undang-undang baru dan tidak diragukan ia mendapat dukungan penuh dari mayoritas parlemen yang juga para Muslim garis keras. Satu dari usahanya adalah

  • mengajukan berdirinya Parlemen berdasarkan Hukum Islam,
  • memerintahkan pembebasan 572 para aktivis Islam yang telah dipenjarakan oleh pihak militer pada aksi protes 2011
  • mengurangi hukuman dari 16 lainnya dari hukuman mati menjadi tujuh tahun hukuman perjara.
  • membangkitkan kembali kebencian atas Israel.
  • sekitar 3000 anggota Salafis secara terorganisasi menyerang Kedutaan Amerika Serikat di Kairo, merobek benderanya dan menggantinya dengan bendera jihad hitam putih seperti yang ISIS pakai beberapa tahun kemudian.

Morsi mengesahkan Undang-undang baru tersebut tanggal 26/12/12. Sekarang Morsi tidak perlu suara parlemen untuk memutuskan dan melakukan sesuatu. Morsi hari ini telah merampas semua kekuatan negara & mengangkat dirinya sendiri sebagai Firaun Mesir yang baru,” Muhamed El-Baradei, seorang pakar hukum dan diplomat Mesir terkenal menulis pada Twitternya.[3] Lalu demo anti Morsi mulai muncul seketika itu juga.

Demo besar Juni 2013 menumbangkan Presiden Mohamed Morsi
Presiden Morsi memenjarakan siapa saja yang tidak setuju kepada dirinya. Bertumbuhnya sikap diktator Morsi dan pemaksaan agenda Islamnya menentang sekularime dan aturan hukum masyarakat Mesir menambah momentum rakyat Mesir memprotes Firaun baru ini. 29 Januari 2012, Jendral Abdul Fatah al-Sisi, yang saat itu adalah Menteri Pertahanan Negara memperingati kedua kubu partai-partai pro- dan anti-Morsi dengan keras: “Ketidak sepakatan mereka dalam menjalankan Negara akanlah dapat memimpin kehancuran negara dan mengancam masa depan dari generasi-generasi yang akan datang.”

Islam Fundamentalisme dibangkitkan.

  • Morsi menambah kemarahan rakyat Mesir, 17 Juni 2013, ia mengangkat Adel el-Khayat, seorang radikal Muslim yang diduga berkaitan dengan pembantaian 58 turis di kota turis Luxor (Balinya Indonesia) oleh militan Islam, menjadi gubernur Luxor. Rakyat Luxor protes, membuat ia meninggalkan jabatannya seminggu kemudian.
  • 23 Juni, para pengkotbah Islam Salafis memimipin beberapa ratus anggotanya menyerang komunitas Shiah yang sedang ibadah. Menangkap pemimpinnya dan menyuruh jemaat keluar dari gedung ibadah sebelum membakar gedung tersebut. 4 Muslim Shia dipukuli massa hingga tewas dan mayat mereka kemudian diseret di jalan-jalan.

Enam bulan protes, akhirnya rakyat Mesir mulai membuat petisi menumbangkan Morsi, di klaim ada terkumpul 22 juta tanda tangan. Jemaat Kristen Koptik, mewakili 10% populasi Mesir, turut mendukung; mereka telah melihat hampir 30 tahun di bawah pemerintahan Mobarak tetap jauh lebih baik dari Firaun baru yang belum setahun memerintah Mesir. Dan menurut perhitungan pihak Militer melalui helikopter, jumlah orang yang turun ke jalan di seluruh negara Mesir adalah 14 juta pada tanggal 30 Juni 2013, tepat satu tahun Morsi jadi presiden. Banyak orang percaya ini adalah penggenapan dari nubuatan nabi Yesaya pasal 19:1-4.

Jendral el-Sisi memenuhi permintaan “THE PEOPLE DEMAND THE OUSTER OF THE REGIME,” slogan rakyat yang berdemo tersebut. Demo terjadi di 18 lokasi di kota Kairo dan juga kota-kota lainnya secara serentak. Demo anti Presiden M. Morsi di Lapangan Tahrir 27 November 2012 Para lawan Morsi mengklaim adanya sekitar 33 juta orang Mesir turun kejalan. Namun lainnya memperkirakan 14 juta. Saluran Berita Aljazeera, milik Qatar, yang pro-Morsi megabarkan demo di Kairo tersebut tidak lebih dari 800.000 dan 4 juta di seluruh Mesir. Qatar kemudian di asingkan oleh negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi. Russia Today menyiarkan berita ini dengan titel “protes terbesar dunia,” ‘Millions against Morsi: Egyptions demand resignation in world’s largest’ protest (video)

1 Juli, pagi hari, aktivis anti-Morsi menyerang kantor utama Ikwanul Muslim di Kairo. Beberapa jam kemudian, gabungan jajaran pihak keamanan Mesir mengeluarkan ultimatum 48 jam yang memberi semua partai politik memenuhi semua tuntutan rakyat Mesir paling lambat 3 Juli.

Pada tanggal 3 Juli, sore itu para pemimpin militer membuat rapat darurat, yang diikuti pertemuan dengan sejumlah pemimpin agama, nasionalis, dan tokoh politik dan pemuda. Pada saat bersamaan pihak Morsi melalui pemimpin Partai politiknya mengeluarkan pernyataan: “Kami tidak pergi ke undangan-undangan dengan siapa pun. Kami memiliki seorang presiden dan selesai!”[4] Jendral el-Sisi atas nama rakyat Mesir menangkap Morsi dan ratusan Muslim garis keras dan mengirim mereka ke penjara. Dan menutup Mahkamah Syariah (Islam).

Popularitas Presiden el-Sisi. Sekarang Mesir dipimpin oleh Presiden ke-enam, Abdel Fattah el-Sisi (8/6/14-saat ini),Majalah TIME El-Sisi orang terpenting di dunia di bawah el-Sisi, hubungan Mesir dan Israel lebih erat daripada sebelumnya. Dalam banyak hal el-Sisi didukung oleh pemerintah Arab Saudi. El-Sisi tidak diragukan adalah seorang Muslim, namun ia sejak kecil terbiasa hidup di lingkungan yang sama dengan orang Yahudi dan Kristen. Di saat Morsi masih presiden, rakyat anti-Morsi memiliki motto: “Tentara dan Masyarakat adalah satu tangan.” Saat ini namanya ada di mana-mana, penutup kue, coklat dan perhiasan leher tertulis “CC” panggilan akrabnya. Restoran-restoran di Mesir menamai burger-burger mereka dengan dengan namanya, di media sosial wajahnya beredar. Presiden Abdel el-Sisi persis seperti Presiden Jokowi kita, ia dekat di hati dan pikiran rakyatnya.[5]

Catatan kaki:
1. Organisasi Islam Sunni Ikwanul Muslimin telah dikenal di Timur Tengah sebagai organisasi yang bertujuan menempatkan Kuran dan Sunnah ke seluruh kehidupan masyarakat dan pemerintahan dengan segala cara baik politik maupun militer; ibu dari segala kelompok Islam berfaham fundamental.  Pada Wiki versi Bahasa Indonesianya, tertulis IM menolak ideologi Al-Qaeda dan Wahabi, dan mengutuk terorisme 2.  Egyptian Crisis (2011–14)
3.  Timeline of the Egyptian Crisis under Mohamed Morsi4. 2012–13 Egyptian protests 5. Abdel Fattah el-Sisi

Read the rest of this entry