Arsip Blog

DR. Mordechai Kedar tentang Yerusalem dan Islam (TV Al-Jazeera)

Logo TV Al-Jazeera Arab QatarTV berbahasa Arab yang paling terkenal di dunia mewawancarai seorang professor dari Departemen Studi-studi Arab membahas tentang berlanjutnya Pemerintah Israel membangun rumah-rumah di kota Yerusalem. Televisi Al-Jazeera adalah milik pemerintah Qatar; Raja-raja Arab pernah memutuskan hubungan dan memotong jalur laut, dan udara mereka sebagai hukuman karena Qatar melalui TV-nya ini berpihak kepada Organisasi Ikhwanul Muslimin (the Muslim Brotherhood) di Mesir dan Hamas di Gaza, yang keduanya mereka nyatakan sebagai ‘organisasi-organisasi teroris.’

Mordechai Kedar in Al-Jazeera about Jerusalem & Islam (teks bahasa Indonesia)

Pewawancara: “(Bukankah ini) memantekkan paku-paku tambahan dalam peti-mati negosiasi-negosiasi Israel-Palestina?” pembawa acara memulai wawancaranya,

DR. M. Kedar: “Saya sungguh tidak mengerti! Mengapa Israel harus meminta permisi dari seseorang di Dunia? Yerusalem telah ada sebagai ibukota kami selama 3000 (tiga ribu) tahun. Kami telah ada di sini ketika bapa-bapa moyang Anda meminum anggur arak (wine), menguburkan hidup-hidup para putri mereka dan menyembah berhala-berhala. Jadi mengapa kita perlu berbicara tentang masalah ini? Ini telah ada sebagai kota kami untuk sudah 3000 tahun dan itu akan ada selamanya tentunya.”

Tuan Rumah TV Al-Jazeera, dengan marah dan tangan telunjuknya ke atas, menghentikan DR. Kedar, berkata dengan keyakinan penuh,

Pewawancara: ”Permisi, Tuan Mordechai! Permisi, permisi! Jika Anda ingin berbicara tentang sejarah, kita akan berbicara tentang Kuran. Anda tidak bisa menghapus Yerusalem dari Kuran.” dan melanjutkan, “Saya meminta Anda berhenti dari ungkapan-ungkapan menyakiti orang-orang Arab dan Muslim.”
Harap, tetap pada subjek (bahasan) kita. Tetaplah pada subjek kita … please!

DR. M. Kedar: “Yerusalem tidak disebut dalam Kuran!

Tuan Rumah TV Al-Jazeera tersentak dengan pernyataan ini, terhenti dan menelan air liurnya lalu berkata kepada dirinya sendiri: “Dimuliakanlah Dia yang membuat hamba-Nya … [Koran]” (sebuah kalimat umum dari ekpresi seorang Muslim memuji Allahnya)

DR. M. Kedar: “Yerusalem tidak disebut dalam Kuran – bahkan sekalipun tidak!! Dan Anda tidak dapat menulis ulang Kuran di sini pada Al-Jazeera.

Sadar benar bahwa tamunya adalah ahli sejarah dan budaya Arab, maka ia segera mengalihkan pembicaraan dari agama ke politik

Pewawancara: “Mari bicara tentang politik, please.”

DR. M. Kedar: “Ok,” dan langsung menembak pikiran lawannya sebelum ditanya, “Yerusalem adalah di luar negosiasi-negosiasi. Yerusalem milik orang-orang Yahudi. Titik!
Tidak ada jalan membicarakan tentang Yerusalem. Tidak ada! Dan namun Anda membangkitkan masalah ini terus menerus.

Pewawancara memotong.
Pewawancara: “Tuan Mordechai, perumahan! Perumahan! Kita berbicara tentang apartemen-apartemen baru yang sedang dibangun di dalam Yerusalem. Anda berbicara tentang beberapa 1000 (seribu) apartemen, dan ada sebuah keputusan untuk membangun 10.000 (sepuluh ribu) unit. Keputusan ini telah ditahan, dan sekarang ada gosip-gosip tentang 1000, 2000, 3000 (pembangunan) tersebut di Yerusalem termasuk seluruh Wilayah Barat (the West Bank), bukankah begitu?

DR. M. Kedar: “Saudaraku, Israel tidak menghitung apartemen-apartemen yang Qatar sedang membangun di Dataran orang Qatar. Jadi mengapa Anda menempelkan hidung Anda di Yerusalem? Yerusalem adalah kota kami selama lamanya. Dan itu bukanlah urusan Al-Jazeera dan bukan orang lain. Titik!
Kota tersebut hanya milik orang-orang Yahudi dan tidak seorang pun memiliki urusan di Yerusalem.

Pewawancara: “Apakah Anda bermaksud bahwa negosiasi-negosiasi antara orang-orang Palestina dan orang-orang Israel adalah di dasari pada ’fakta-akhir’ tentang apa yang sekarang Anda bicarakan, Tuan Mordechai Kedar?

DR. M. Kedar: ”Saudaraku yang terkasih, saya mengundang Anda ke Yerusalem untuk melihat dengan mata Anda sendiri, bagaimana Yerusalem telah berumah ke dalam sebuah kota yang mekar, setelah itu hancur di bawah tangan orang-orang Arab. Sejak 1967 kami telah membangun kota ini – dan sekarang itu terbuka untuk orang-orang Kristen, Muslim dan Yahudi secara merata sebagaimana itu tidak pernah sebelumnya ada di bawah kekuasaan Islam. Islam telah mengusir orang-orang Yahudi– termasuk orang-orang Kristen – keluar dari Yerusalem dan selama periode-periode … Tetapi sekarang (kota Yerusalem) itu terbuka bagi semua. Harap jawab ini ….

Pewawancara memotong,
Pewawancara: “Mengapa setiap kali ketika ada negosiasi-negosiasi Palestina-Israel Anda berbicara tentang perumahan-perumahan dan memutuskan untuk menambah perumahan-perumahan untuk meraih lebih untuk memindahkan lebih (banyak) tanah orang Palestina ke dalam tanah orang Yahudi, jadi Anda mengabaikan kemungkinan apa pun untuk berdirinya sebuah negara Palestina di masa depan, bukankah begitu?”

DR. M. Kedar: “Sejauh ini, telah ada dua negara Palestina … satu negara di Gaza, dan sebuah negara yang – jika Elohim berkehendak, akan ada di Wilayah Barat. Tetapi jika orang-orang Palestina terus-menerus bernegosiasi tanpa tanggung jawab akan ada negara di Hebron, negara di Ramallah, negara di Nablus dan negara di Jenin.

Pewawancara: “Ini menurut skenario yang Israel bicarakan, tetapi keputusan-keputusan internasional mengkontradiksi segala sesuatu yang Anda katakan, tuan Mordechai. Yerusalem Timur adalah pendudukan, pendudukan, pendudukan! Setiap orang tahu itu!

Dr. M. Kedar: “Wilayah Barat bukan milik seorang pun di dunia, sebab wilayah ini tidak pernah dikuasai negara apa pun, seperti Antartika di Selatan. Yordania – sampai 1967 adalah penjajah. Tidak ada penguasa atas Wilayah Barat, tidak seperti Golan dan Sinai – tidak seperti wilayah-wilayah lainnya. Tidak ada penguasaan atas Wilayah Barat. Tidak ada negara yang pernah memiliki kekuasaan di sana. Karena itu tidak seorang pun dapat berkata bahwa ini adalah sebuah territorial yang diduduki. Dari negara mana itu telah diduduki? Yordania adalah penjajah – sampai ’67, dan sekarang Wilayah Barat adalah di bawah aturan orang Israel. Itu bukan milik negara apa pun di dunia, karenanya kami boleh membangun di sana – apa pun yang kami suka.

Pewawancara, secara sepihak menutup percakapan, dengan kalimat penutup formal: “Mordechai Kedar, Departemen Studi-studi Arab Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv.

Catatan: Wawancara ini ditayangkan pada 12 Juni 2008. DR. Mordechai Kedar adalah seorang professor dalam budaya Arab, khususnya dalam Islam, politik negara-negara Arab dan Syria. Dosen pada Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv, Israel, dimana ia telah mendapat S3-nya. Ia lancar berbahasa Ibrani, Arab dan Inggris. Dan pernah bertugas selama 25 tahun di militer Israel, IDF. Ref.: Mordechai Kedar by Wikipedia

Read the rest of this entry

Presiden Ceko mencap Uni Eropa ’penakut’ atas pengakuan Donald Trump tentang Yerusalem ibukota negara Israel

Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, (Yoel 3:2)

Presiden Republik Ceko Milos Zeman.jpg

Milos Zeman, presiden Rep. Ceko / Czech

Presiden Republik Czech, Milos Zeman mencap negara-negara Uni Eropa (UE) “penakut” karena respon  negatip mereka pada Presiden AS Donald Trump yang berani mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, RT.com mengutip koran media local Czech. Pernyataan yang pedas ini meresponi pernyataan resmi pemimpin kebijakan luar negeri UE, Federica Mogherini dan presiden Perancis Emmanuel Macron.

“Uni Eropa, penakut, melakukan segala sesuatu yang mereka bisa sehingga gerakan terrorist pro-Palestina dapat memiliki supremasi atas gerakan pro-Israel,” Zeman berkata hari Saptu, sebagaimana dikutip oleh media local pada Konferensi Gerakan Kebebasan dan Demokrasi (SPD), sebuah partai politik eurosceptik dan anti-immigrasi.

Pada hari Kamis, RT.com menulis, Zeman berkata ia “sungguh bahagia” dengan deklarasinya Trump, mengatakan bahwa Republik Czech mungkin juga mengikuti jejak AS dalam hal ini. Zeman mengulangi dukungannya atas Israel, pada tahun 2013, ia berkata di konferensi tersebut, “Saya telah megajukan pemindahan ini empat tahun yang lalu saat kunjungan saya ke Israel. Saya menghargai pemindahkan Kedutaan Czech ke Yerusalem, dan jika itu terjadi, kita akanlah yang pertama melakukan itu. Sekarang kita mungkin lebih cepat atau lambat mengikuti AS. Bagaimanapun, itu tetap lebih baik daripada tidak.” Pernyataan Zeman ini dikutip luas oleh media Israel, nampak dari hasil mesin pencari: “president czech eu jerusalem

Janji Donald Trump saat kampanye memindahkan kantor kedutaanya ke Yerusalem dianggap oleh Zeman sebagai petunjuk yang bagus bagi banyak negara yang berani: “Saya pikir itu bisa jadi sebuah petunjuk tidak langsung dan petunjuk ini bisa jadi ada diikuti oleh beberapa negara yang berani, tidak semua negara, tetapi negara-negara yang berani. Ini adalah sebuah langkah kongkrit menuju solidaritas yang nyata [dengan Israel] dan bukan solidaritas oleh hanya kata-kata” ia berkata di bulan September.

Kalian adalah orang-orang yang berani, yang tidak takut untuk bertarung, berdiri di-sisi kami untuk kebenaran. Republik Ceko adalah seorang teman bangsa Yahudi dan Negara Israel yang sungguh, For Akunis, seorang menteri Science dan Teknologi Israel mengkomentari pernyataan terbuka Duta Besar Ceko untuk Israel bahwa Yerusalem Barat adalah Ibukota Israel.

Mogherini segera menanggapi proklamasi pejabat Ceko ini bahwa “pernyataan yang telah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Republik Ceko secara pasti bukan tindakan dukungan keputusan administari Negara Serikat!”

Dan dibalas balik bahwa “Uni Eropa bukanlah Negara Eropa Serikat.”

Sungguh menarik Mogherini menyebut Uni Eropa sebagai Negara Serikat Eropa, sekalipun ke 28-1 (setelah Brexit) negara anggotanya masing-masing memiliki presiden negara, ditambah keretakan yang semakin besar. Negara Republik Ceko, Polandia dan Hongaria dan juga Austria (semua anggota Uni Eropa) belakangan ini semakin berani membangkang kepemimpinan Brussel (kantor pusat Uni Eropa), sejak pro-kontra masalah pengungsi Timur Tengah di Eropa. PM Itali bulan Mei tahun lalu secara satir berkata “Kita harus menjaga Dongeng kesatuan Eropa hidup.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

“Saya Tinggal di YERUSALEM” oleh Ludwig Schneider

Kota Yerusalem abad pertama ADSejak Hari Perayaan Pondok Daun 2015, kota suci Yerusalem telah menjadi berita utama di media internasional bahkan sampai saat terjemahan ini dibuat. Persengketaan Kota Suci kuno Yerusalem antara Negara Israel dengan orang-orang Arab Palestina telah mengundang campur tangan para pemerintah dunia. Ludwig Schneider, sebagai seorang Yahudi yang beriman kepada Yeshua ha Mashiah (Messianic Jew), melihat konflik ini sebagai proses penggenapan nubuatan Akhir Jaman. Artikel ini diambil dari Majalah Israel Today berjudul ”I live in JERUSALEM” terbitan bulan Januari 2015, saya pikir tulisan beliau sangat baik untuk dibaca dan direnungkan oleh semua pihak – politikus, sejarawan, dan khususnya rohaniwan – sebab Mr. Schneider mengkaitkan tulisannya dengan baik sekali antara konflik perebutan Kota Yerusalem saat ini, dengan sejarah dan nubutan Alkitab tentang Akhir Jaman. Beliau adalah pendiri dari Majalah Israel Today. Kalimat dalam kurung siku berasal dari saya, penterjemah. Salam sejahtera, The Camel Speaks Out.

Read the rest of this entry