Arsip Blog

Muhammad, Utusan Allah, mencoba meng-Islamkan bangsa Yahudi

Dan sebuah cabang akan muncul dari batang Isai, dan sebuah tunas dari akarnya akan berbuah. Dan Roh YAHWEH akan tinggal pada-Nya; roh hikmat, dan pengertian, roh nasihat dan kekuatan, roh pengenalan dan takut akan YAHWEH (Yesaya 11:1-2)

Medina sebelum Muhammad berimigrasi, telah dihuni oleh orang-orang Yahudi. Mereka adalah masyarakat yang berhasil, sebagian mereka adalah ahli besi membuat pedang dan pisau, dan sebagian lainnya anggota kemasyarakatan setempat. Mungkin sebagian mereka telah mengenal Muhammad sebagai pelanggan mereka, sebab ia adalah seorang pemimpin karafan.

Kedatangannya Muhammad kali ini ke kota Yathrib (nama kota Medina sebelum Muhammad merubahnya), bukanlah sebagai seorang karafan, tetapi seorang agamawan, mengklaim memiliki pewahyuan baru tentang satu-satunya Elohim yang benar.

Kisah Muhammad mencoba mengislamakan masyarakat Yahudi ini terekam di Kuran di bab Laba-laba / Surah 29 ayat 45 sampai 52. Sebagaimana Alkitab menulis, bangsa Yahudi sedang menantikan Juruselamat mereka, yang telah dinubuatakan oleh nabi-nabi mereka sebelumnya, yakni Ha Mashiah atau Messias atau Al-Masih dalam agama Islam. Lihat Ulangan 18:17-22, Yesaya 40 dan Maleakhi 3:1-4.

Jadi, orang-orang Yahudi datang ke lapangan di mana Muhammad berbicara dan ditemani oleh sejumlah pengikutnya. Muhammad pada petemuan awal tesebut menyambut mereka dengan hangat. Memuji kehebatan hikmat dan nabi-nabi yang telah bangkit dari antara bangsa mereka.

Orang-orang Yahudi mendengarkan pengulangan cerita-cerita dari Alkitab mereka. Terkadang cerita-cerita tersebut hampir sama, namun detilnya berubah. Lain waktu sama sekali lain walau tokoh-tokoh Alkitabnya sama.

“Pengaruh Perjanjian Lama tidaklah memiliki pengaruh yang sedikit terhadap Kuran. Diperkirakan secara teliti memuat sedikitnya 7 persen dari tulisannya. 876 ayat dari 6.346 ayat Kuran.”[1]

Ketika cerita-cerita yang dibawakan oleh Muhammad menjadi sangat berbeda dengan isi Alkitab, dan kontradiksi tidak bisa dihindari, maka orang-orang Yahudi mulai meminta tanda ajaib untuk membuktikan kenabiannya.

Bacaan berkait:

Suatu waktu seorang pria Yahudi membawa sejumlah tulang-tulang manusia dan meletakkan mereka di depan Muhammad. ”Jika kamu seorang nabi Elohim, kamu dapat membuat tulang-tulang ini hidup,” ia berkata.[2]

“Muhammad tidak memiliki jawaban. Ia tidak bisa membuat tulang-tulang tersebut hidup kembali. Ia dipermalukan, demikian juga para Muslim sekitar dia. Menurut Hadith, ia bahkan menjadi kecewa kepada Allah atas hal ini,” DR. Gabriel menulis. Surah 36:76-82 adalah lahir dari kejadian di atas, professor ini menulis. Surah ini berisi pembelaan Muhammad bahwa Allahlah yang bisa memberi kehidupan pada tulang-tulang itu, bukan dirinya.

Namun jawaban itu tidak memuatkan mereka. Lalu mereka berkata “Mengapa tanda-tanda (ajaib) tidak diturunkan dari Tuhannya?” (Surah 29:50). Para Orang Yahudi ini meminta tanda karena nubuatan Perjanjian Lama seperti tertulis pada Yesaya 11:1-10 dan 25:9.

Ujian pertanyaan sejenis yang mereka tuntut kepada Yeshua Ha Mashiah sekitar 600 tahun sebelumnya. Namun di sini Adonai Yeshua memberi jawaban tantangan untuk pembuktian kuasa-Nya, Hancurkan tempat suci ini (Bait Elohim di Yerusalem), dan dalam tiga hari Aku akan mendirikanya kembali.” Injil berkata bahwa Yeshua berbicara tentang kebangkitan tubuh-Nya setelah Ia mati tersalib. Lihat Injil Yohanes 2:18-25.

Allah menyuruh Muhammad menjawab: “Tanda-tanda hanya bersama Allah, dan aku hanyalah seorang pengingat (a warner),” Apakah itu tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepada mu (Muhammad) Kitab yang dibacakan kepada mereka? (S. 29:50-51)

Ayat 52 nya adalah bukti putus asanya Muhammad terhadap orang-orang Yahudi tersebut, “Allah adalah cukup sebagai saksi antara aku dan kalian.” Dan menuduh mereka sebagai orang yang tidak beriman dan kalah.

Di bawah ini komentar Mantan Sejarah Islam Prof. Mark A. Gabriel:

“Saya percaya bahwa Muhammad menghadirkan cerita-cerita dan prinsip-prinsip dari Kitab-kitab Suci (Alkitab) sebagai bagian dari strateginya untuk memenangkan para orang Yahudi dan Kristen. Jika ia membangun agama barunya pada fondasi Yudaisme dan Kristianiti, ia dapat meraih lebih pengikut.
Jadi mengapa ada perbedaan-perbedaan antara Kuran dan Alkitab? Saya percaya Muhammad memperkenalkan perbedaan-perbedaan yang ia rasa akanlah mendukung Islam. Saya berpikir ia sungguh-sungguh mengharapkan orang-orang Yahudi tersebut menerima perbedaan-perbedaan ini. Mereka tidak menerima.”[3]

Bacaan berkait (dari SenjataRahani.wordpress.com)

 

FOOTNOTE:

  1. DR. Mark A. Gabriel, The Unfinished Battel Islam and the Jews. Mantan professor Sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
  2. Orang Yahudi ini ingin tahu apakah Muhammad adalah nabi yang dijanjikan Elohim YAHWEH melalui nabi Yehezkiel di kitab Yehezkiel pasal 37
  3. Idem dengan nomor 1, Bab 13. Jews Resist Muhammad’s Claims to Their God and Their Scriptures

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara