Arsip Blog

Presiden Erdogan menteror Uni Eropa: Segera orang Eropa ’Tidak lagi aman berjalan-jalan di dunia’

Recep Edorgan meninggikan KuranRecep Tayip, presiden Turki, hari Rabu memberi komentar yang menambah ketegangan antara Turki dengan negara-negara Uni Eropa dan Britania Raya, ia berkata, ”Jika kalian tetap berlaku seperti ini, (maka) tidak seorang Eropa pun  di belahan dunia mana pun dapat berjalan di jalan-jalan dengan aman.”

Hal ini disampaikan oleh Erdogan pada sebuah konferensi wartawan, ia menambahkan: ”Kami sebagai orang Turki memanggil Eropa untuk menghargai hak-hak manusia dan demokrasi.” Erdogan: Soon Europeans ‘Will Not Walk Safely on Their Streets’ dan Will Erdogan be banned from U.K. for threatening Europe?

Laporan menulis, Erdogan tidak menguraikan ancamannya itu secara menditel.

Erdogan menyatakan ini pada hari yang sama beberapa jam sebelum serangan teror Islam terjadi di depan gedung parlemen Inggris yang menelan korban jiwa 3 orang dan melukai 40 lainnya. Pemuda usia 30 an menabrakan mobilnya pada orang-orang yang sedang berjalan di kaki lima pada jam sibuk tersebut, lalu ia keluar dari mobilnya dan menusuk mati seorang polisi. Ia ditembak mati setelah aksi terornya tersebut.

Seminggu sebelumnya pemerintah Belanda melarang seorang penting partai politik Erdogan untuk berkampanye di tanah Belanda. Erdogan memukul balik jauh lebih keras, para pekerja deplomat Belanda tidak boleh terbang ke Turki dan menyebut Belanda ”rasis.” Dan ketika Konselor Jerman Angela Merkel memperingatkan Erdogan untuk berlaku sopan, Erdogan mengklaim Markel sebagai ”mendukung para teroris,” dan koran Turki Gunes pada halaman pertamanya memuat gambar Angela Markel seperti Nazi Hitler dengan kalimat: Jerman, telah membuka tanganya untuk organisasi-organisasi teroris … mencoba untuk memprovokasi seluruh Eropa menentang Turki.” Turkish Newspaper Depicts Merkel as ‘Frau Hitler’ on Front Page

Erdogan juga belum lama ini mengancam Brussel (pusat kantor Uni Eropa), untuk membuka kembali gerbang negaranya untuk mengalirkan imigran ke Eropa. Hal ini dikatakan setelah mayoritas parlemen UE setuju untuk melarang warga Turki masuk ke Eropa bebas visa. UE sebelumnya telah membayar enam juta Euro ke Turki menyetop impor imigran Timur Tengah ke Eropa.

Tindak tanduk Edorgan semakin menkuarkan pemerintah negara-negara Barat, koran The Economist mempertanyakan apakah Erdogan ini seorang Demokrat atau Sultan (raja dalam dunia Islam). The Economist edisi Juni 2013 Erdogan democrat atau Sultan.jpg

Kegagalan kuduta militer bulan Agustus 2016, telah membuat Erdogan semakin berkuasa di negaranya. Ia memenjarakan puluhan ribu tentara dan politikus serta orang-orang media. Dan awal Maret ia menuntut kekuasaan yang lebih besar lagi, parlement Turki telah setuju memberikannya.

Sebelum Erdogan menjadi Perdana Menteri, ia pernah dipenjarakan pemerintah Turki berkaitan dengan aktivitas organisasi Islamnya yang sangat radikal.

Read the rest of this entry

Amerika Serikat: Muslim membakar mesjidnya sendiri di hari Natal untuk tujuan politik, dihukum penjara

gary-nathaniel-moore-muslim-amerika-membakar-mesjidnya-sendiri-di-hari-natalGary N. Moore berkata, ia telah berkunjung ke Mesjid Savoy setiap hari, lima kali sehari selama lima tahun.

Di pengadilan Houston Moore mengakui kesalahanya ia dengan sengaja membakar mesjid dimana ia biasa sembayang tersebut. Ia membakarnya tepat pada tangal hari Natal 25 Desember 2015, setelah jemaat selesai sembayang Jumat.  Ketika itu juga sedang berlangsung kampanye Pemilihan calon Presiden Amerika Demokrat lawan Republik.

Media raksasa yang pro Partai Demokrat seperti CBN, CNN dan NBC segera menuding Donald Trump dan kandidat Partai Republik lainnya; mereka menyebarkan thema ”Islamophobia” yang dilontarkan oleh para pemimpin organisasi Islam Amerika karena pembakaran mesjid tersebut.

“Mereka berharap melalui kebakaran ini mereka bisa menyerang  orang kulit putih, kelompok (partai) Republik, anggota Tea Party yang berkaitan dengan agama garis kanan (di sini berarti: Kristen Amerika),” Russ Hepler menulis, ”Namun, aduh  – itu berbalik, mereka terpaksa hidup dengan kekecewaan lainnya. Sama seperti inisial mereka ”terburu-buru-untuk-menghakimi” dalam pembantaian San Bernardino, mereka 180 derajat bergeser keluar dengan kesimpulan-kesimpulan mereka.”

“Itu tampak media nasional begitu cemas untuk membawa “politically correct”-airnya Obama ketika itu berurusan kepada Islam, mereka tersandung  pada diri mereka sendiri, membuat kesalahan-kesalahan yang bodoh, dan tampak seperti para orang fasik dalam proses.

Tapi, tragedi besar di sini adalah bahwa kita melihat  kegilaan radikal lainnya yang  berusaha melakukan kerusakan dalam nama agama Islam.

Sorry, CNN, MSNBC, NYT, WaPo, HuffPo, dan Pemerintahan Obama, kalian tidak dapat menyalahi hal ini pada para pendengar NRA dan Rush Limbaugh,” Russ Hepler menutup beritanya

 Referensi:

Read the rest of this entry

Afghanistan: boys are used for sex slaves and suicide boomers by Taliban against police officers

Bacja bazi praktek homosex pedofilia di kalangan pria dewasa Afganistan“Taliban mengirim anak-anak laki, yang tampan-tampan untuk menerobos pos-pos pemeriksaan untuk tujuan membunuh, membius (dengan obat-obatan) dan meracuni para polisi,” mantan pemimpin polisi Ghulam Sakhi Rogh Lewanai berkata kepada wartawan AFP

Tahun ini saja sudah ada sedikitnya enam serangan yang mematikan sejak bulan Januari, menyebabkan ratusan meninggal dunia.

Praktek yang disebut sebagai “bacha bazi,” yang berarti “bermain anak laki-laki pedofil” (praktek homosex pedofilia di kalangan pria dewasa Afghanistan / praktek homosexual pria dewasa dengan memakai anak-anak laki di bawah umur) adalah praktek yang dikenal umum di Afghanistan. Remaja pria ini dikenakan pakaian wanita dan diminta bertindak seperti wanita.

Negara ini merupakan medan pertahanan Islam melawan komunis Russia  (tahun 80 an) dan Amerika Serikat dengan semua sekutunya pada saat ini. Dari sinilah Osama bin Laden memimpin gerakan perjuangan Islamnya yang ditakuti Barat, disebut Al-Qaeda.

Banyak para komando polisi yang hebat memiliki remaja-remaja laki sebagai budak-budak sex mereka, laporan menulis.

“Mereka (para pejuang Taliban) telah menemukan kelemahan terbesar pasukan-pasukan polisi (ada pada) bacha bazi,” Lewanai berkata kepada AFP – ini terjadi umumnya di profinsi Uruszgan, selatan Afghanistan.

Keterikatan pemimpin polisi atas bacha bazi begitu kuat seperti kecanduan opium (Afghanistan adalah pengexport opium terbesar di dunia)

Seorang hakim yang menyadari masalah ini pernah mengusulkan, “Untuk memperbaikit kembali keamanan di Uruzugan, pertama-tama kita harus memisahkan para polisi dari bacha-bacha mereka!”

”Tetapi jika mereka diperintahkan mereformasi cara hidup mereka, jawaban yang umum adalah: ’Jika kalian memaksa saya untuk meninggalkan kekasih remaja priaku, saya akan juga meninggalkan pos pemeriksaan.’ Taliban tidaklah buta untuk melihat bahwa kecanduan ini adalah lebih buruk dari opium.”

Pria Taliban mencium paksa remaja pria di depan umumPara pejuang Taliban telah lama diketahui melakukan praktek bacha bazi. Menurut laporan pemerintah AS dari departemen the National Directorate of Security (NDS), ”para komando Taliban menculiki remaja-remaja pria untuk tujuang kerja paksa dan kepuasan sex pada kamp-kamp militan di seluruh wilayah Afganistan,” laporan menulis.

Taliban tidak hanya menculik / mengambil paksa para remaja pria dari rumah-rumah orang tua mereka, sebagian dijadikan pejuang Islam, sebagian jadi budak sex bagi mereka sendiri dan sebagian dijadikan  pelacur sex atau sekaligus sebagai alat serangan-serangan terror menentang pemerintah Afghanistan.

Juni 2016 ini, dunia diguncang dengan peristiwa pembantaian di sebuah nightclub homosex di Orlonda yang dilakukan oleh Muslim kelahiran Afghanistan yang berimigran ke Amerika Serikat, dan ayahnya adalah pemdukung Taliban. “Namun di Afghanistan praktek pedofil di kalangan pria Afganistan dipandang secara luas sebagai praktek budaya dan bukan sebuah kejahatan moral. Banyak (orang) di Uruzgan melihat bacha bazi bukanlah sebagai pedofilia tidak juga homosexualiti, yang dilarang dalam Islam,” laporan menulis. Pola pikir yang tidak konsisten ini juga terjadi di kalangan komando militer Negara Islam Kalifah (NIK/ ISIS).

Praktek bacha bazi di mata negara-negara berkembang dan maju jelas adalah praktek pelanggaran hak-hak asasi manusia, dalam hal ini penculikan dan perampokan anak-anak remaja dari orang tua mereka dan sekaligus menghancurkan hak-hak asasi dan kehidupan para remaja pria.

Bagaimana kita bisa merubah budaya masyrakat yang sakit seperti ini dan menjadikan masyarakat yang bemoral dan memberi harapan masa depan bagi remaja-remajanya?

 Sumber:

Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.

Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara