Category Archives: SPAKI

Studi Perbandingan Agama Kristen dan Islam

Upah 72 Perawan dan Wine di Sorga; bukti Islam bukanlah agama Abraham yang benar

Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:15-16)

BFL_WaytoHeavenArtikel ini akan menunjukan perbedaan ajaran Islam dengan ajaran bangsa Israel dan Kristianiti berdasarkan kitab-kitab suci masing-masing. Meskipun Islam mengaku ajarannya berasal dari Abraham, namun isinya berbeda sama sekali.

Islam mengajar. Para pemimpin Islam menyatakan bahwa para Muslim yang mati berjihad, Allah akan memberi upah tempat di Jannah (Sorga/ Parades) berikut dengan 72 houri (wanita pemuas seksual kaum pria) yang selalu tetap perawan dan minuman wine yang melimpah dan bahkan pria-pria remaja yang cantik. Para Syahada (martyrs) Muslim dijanjikan akanlah diberi kekuatan seks 100 kali lipat ketika mereka tiba di Sorga.

Dari banyak sumber, tersedia linknya di bawah, kita bisa lihat bahwa keyakinan ajaran Islam tentang kehidupan di Sorga ini ternyata ada banyak tertulis di dalam Kuran dan sejumlah Hadis, itu bukanlah rekayasa imajinasi para mubalik Islam, semua beralaskan kitab-kitab suci agama Islam.

  • Surah 78:31-34Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Pesan sejenis ini juga tertulis pada Surah 56:35-37. Terjemahan Inggrisnya “valuptuous women of equal age.” Valuptuous berarti berpayuda besar dan bertubuh sangat seksi.
  • Surah 55:56 menyatakan gadis-gadis akan diberikan sebagai istri-istri mereka, para perawan yang belum tersentuh oleh pria maupun jin (mahluk roh sejenis malaikat). Juga pada ayat 70-74.
  • Dan Surah 76:19 menulis: “Di sana menunggu mereka para remaja pria yang
    Lukisan anak laki Penari Afganistan Bacha Bazi oleh Vasily Vereshchagin

    Anak laki Penari “Bacha Bazi”

    tidak bisa mati,” nampak di mata mereka seperti “mutiara-mutiara yang berserakan.” Ini seperti praktek kotor di antara tentara Islam di Afganistan yang memakai remaja-remaja pria sebagai budak seks mereka, kombinasi praktek homoseksual dan phidofilia). Anak-anak malang ini dikenal dengan sebutan Bacha bazi (“dancing boy”),

  • Hadis Sahih Muslim 40:6793 menulis “…tidak ada seorangpun tanpa seorang istri di Sorga.”
  • Hadis Sahih Buhkhari 4:54:476 membahas hal yang sejenis.

Alkitab mengajar
1. Martyr/ Mati syahid. Firman Elohim di seluruh Alkitab jelas mengatakan “Jangan membunuh!” siapa yang menumpah darah orang lain maka Elohim akan menuntut darah si pembunuh, “dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya” (Imamat 17:4). Bagaimana mungkin Islam yang mengaku memiliki ajaran dari Abraham mengajar yang berbeda, bahkan percaya membunuh adalah jalan tol masuk ke Sorga. Stefanus adalah martyr Kristen pertama, ia mati bukan karena ia berjuang membela Tuhannya, ia hanya mempertahankan imannya, tanpa perlawanan senjata apa pun. Ia mati karena dirajam batu oleh orang-orang Farisi yang iri pada kemajuan ajaran Kristianiti. Ini sama sekali beda dengan para Jihadist yang mati berperang dan meledakkan dirinya sendiri untuk membunuh orang-orang yang tidak setuju dengan Islam.

2. Perzinahan. Rasul Yakubus berkata: Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.  (Yak 2:11). Bila berzinah adalah perbuatan terlarang dan keji di bumi ini, bagaimana Islam bisa mengajar bahwa Elohim yang Mahasuci menghadiahkan pelayan-pelayan pemuas sek bagi para pengikut-Nya? Apa itu berzinah? Berzinah menurut Alkitab dan Adonai Yeshua Ha Mashiah adalah:

  • Jika seorang suami/ pria berhubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya sendiri, dan sebaliknya juga berlaku bagi seorang isteri / perempuan. (Ul 22:22, Imam 20:10-12) Kekejian ini juga termasuk hubungan sek sejenis / sodomi (Imam 18:22 & 20:13 & Kej 19)
  • Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”  (Mark 10:11-12)
  • Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.  (Mat 5:27-28)

3. Siapa yang bisa masuk Sorga dan bagaimana kehidupan di Sorga
Menurut Yeshua Ha Mashiah, para pembunuh pastilah tidak akan masuk Sorga; lihat Wahyu 22:15, hanya mereka yang percaya kepada Dia dan Bapa-Nya yang mengutus Dia, Yohanes 5:24. Alkitab menggolongkan perbuatan-perbuatan ini sebagai “orang-orang yang tidak memiliki pengenalan akan Elohim” yaitu mereka yang: mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah.  (Hosea 4:1,2). Ayat 6: Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Elohim; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Adonai Yeshua berkata tentang pernikahan di Sorga, Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.  (Mark 12:24, 25)

Kesimpulan

  • Siapa pun yang percaya membunuh dan membunuh diri demi Elohim akan masuk Jinaah / Sorga adalah sesungguhnya orang yang tidak memiliki pengenalan akan Elohim.
  • Bunuh diri karena motivasi Jihad (berjuang demi Allah) adalah suatu perbuatan terlarang dan keji di mata Elohim, pelakunya akan dimusnahkan, khusunya di api Neraka.
  • Pernikahan dan perbuatan sek tidak ada di Sorga, apalagi pikiran zinah dan perzinahan dengan segala jenisnya.

Jadi dari perbandingan ayat-ayat Alkitab dengan Kuran ditambah Hadis di atas maka kita bisa nyatakan dengan pasti bahwa Islam bukanlah agama Abraham yang benar.

David Wood dan rekannya, Sam Samon pada videonya The Islamic View of Paradise (Jannah), menulis bahwa ajaran tersebut dibuat oleh Muhammad demi “memenangkan banyak pengikut melalui janji upah barang-barang rampasan perang (termasuk wanita-wanita yang tertangkap) jika mereka menang perang, dan houris (bidadari seksi pemuas kepuasan sek) di Sorga jika mereka mati di medan perang.”

PERHATIAN: Artikel ini ditulis bukan untuk merendahkan para Muslim, sebaliknya menolong mereka, khususnya Muslim radikal, untuk sadar dan keluar dari pengetahuan yang menyesatkan tersebut. Semua Muslim yang berpikir sehat dan jujur, saya yakin penuh mereka pun tidak setuju dengan segala perbuatan para Jihadists yang saling bunuh bahkan antara sesama Muslim saat-saat ini di seluruh dunia.
Karenanya, saya mengundang Anda yang memang haus akan kebenaran dan rindu akan Sorga yang sejati: Terimalah Adonai Yeshua Ha Mashiah, Tuhan Yesus Kristus dan ikutilah ajarannya hari ini juga!! Berilah diri Anda di Baptis. Maka Anda akan menjadi anak-anak Elohim Yang Mahatinggi dan Anda akan dibangkitkan oleh Yeshua pada hari Kedatangan-Nya yang ke dua kali ke bumi. God bless you all!

Bacaan berkait:

Referensi tentang bukti ajaran dan praktek Islam di atas diambil dari sini:

Pengakuan para Muslim Arab sendiri: Muslim Martyrs explain 72 Virgins in Paradise Promised by Allah in Quran. Ini adalah kumpulan wawancara diambil dari film dokumentasi Pierre Rehov “Suicide Killers.”  CNN sempat mewawancari Pierre Rehov tentang filmnya.

Read the rest of this entry

Iklan

Kuran diwahyukan Tuhan? – Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah

Lukisan Yeshua tersalib tentara Romawi menusuk lambung-NyaAda banyak cara untuk mengetahui entah kitab suci Kuran adalah hasil wahyu dari Elohim (Allah) atau tidak. Satu dari antarnya dengan menelitinya dari Peristiwa penyaliban Yeshua Ha Mashiah atau Isa al-Masih, Islam menyebut diri-Nya.

Kuran dan Tafsirnya tantang kematian Yeshua di kayu salib. Mayoritas Muslim di dunia percaya bahwa yang mati tersalib bukanlah Yeshua Ha Mashiah, atau Isa al-Masih, iman ini di dasari dari ayat Kuran Surah 4:157. “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya (k)ami[1] telah membunuh Al Masih,[2] Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Nabi Muhmmad begitu yakin bahwa bukanlah Yeshua yang mati tersalib, dan ia menambahkan bahwa sesungguhnya orang Yahudi tersebut tidak yakin siapa yang sesungguhnya mereka telah bunuh. Pernyataan Muhammad ini diteguhkan oleh Ibn ‘Abbas:[3] “… dengan pasti, mereka tidak membunuh dia,” Tafsir Ibn ‘Abbas pada S. 4:157

Namun Kuran mengkontradiksi tulisannya sendiri; Surah 4:157 disangkal oleh Surah 3:55(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, …”. Tafsir Ibn ‘Abbas: “; it is also said this means: I shall make your heart die to the love of the life of this world. (Then unto Me ye will (all) return) after death,” (ini berarti: Aku akan buat hatimu mati dari kehidupan dunia ini. (Kemudian kepada Ku kamu akan kembali setelah mati)

Al-Tabari,[4] seorang Muslim terkenal juga komentator Kuran abad pemulaan Islam percaya bahwa Yeshua mati tersalib, ia mengutip Ibn Humayd- Ibn Ishaq, “Allah mengijinkan Isa, putra Marriam, mati pada pukul tiga hati itu; kemudian Dia mengambil dia kepada-Nya.”(Al-Tabari, The History of Al-Tabari, Volume IV, The Ancient Kingdoms hal 123)

Alkitab tentang kematian Yeshua di kayu salib. Kematian Yeshua tertulis bukan hanya pada dua atau tiga ayat, tapi ada antara 50-100 ayat di banyak kitab suci di Alkitab. Kematian-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi sebelum Yeshua hadir di bumi, empat penulis Injil juga mencatat sejumlah pernyataan Yeshua bahwa diri-Nya akanlah mati tersalib, sisa dari seluruh Kitab di Perjanjian Baru juga meneguhkan Yeshua mati tersalib dan bangkit hidup kembali. Sedikit contoh:

  • Mazmur 69. Nubuatan Ha Mashiah mati terhina demi menyelamatkan umat-Nya. “Sebab mereka mengejar orang yang Kau pukul, mereka menambah kesakitan orang-orang yang Kau tikam. (26, ITB)
  • Nabi Yesaya 52(:13-15) dan 53. Nubuatan yang sejenis Mazmur 69, namun lebih detil. “Lihatlah! Hamba-Ku. YAHWEH telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua (53:6), Sebab ia telah dilenyapkan dari negeri orang yang hidup, … dan dia menetapkan kematiannya (8-9), dia telah menyerahkan nyawanya kepada kematian” (12)
  • Injil Markus 8:30-32. “Kemudian mulailah Yeshua mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  (31, ITB)
  • Rasul Paulus kepada Gereja Korintus:[5] Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Ha Mashiah telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.  (1 Korintus 15:1-8, ITB)

Rasul Yohanes pada Kitab Wahyu.[6] “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (1:17b-18). Juga, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:  (Wah 2:8, ITB)

Catatan Klasik Flavius Josephus tentang kematian Yeshua di kayu salib. Flavius Josephus (37-101 AD) ahli sejarah Yahudi abad pertama yang bekerja bagi Pemerintah Romawi. Pada tulisannya berjudul Antiquites tentang sejarah orang-orang Yahudi, ia menyinggung tentang Ha Mashiah (Kristus) pada bagian “Testimonium Flavianum”

“Sekitar masa itu ada hidup Yeshua, seorang yang bijaksana. Karena ia seorang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang luar biasa dan seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan gembira. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Ketika Pilatus, saat mendengar dia dituduh oleh orang-orang ternama di antara kami, menyalahi dia untuk ada disalib, mereka orang-orang yang pertama datang mengasihi dia tidak meninggalkan kasih mereka atas dia. Dan kelompok orang-orang Kristen, karenanya dipanggil sesuai (titel) dia, tetap ada pada hari ini tidak lenyap.”

Dua penulis ini membahas keaslian “Testimonium Flavianum”

  • Tulisan yang sama namun berbahasa Arab, abad ke 10 (terjemahan dari tulisan Josephus versi Yunaninya) menulis, “Pilatus menyalahi dia untuk ada disalib dan mati. … Mereka melaporkan dia telah nampak pada mereka setelah dia tersalib dan dia hidup; …”.[7]
  • Mempebandingkan secara parallel tulisan “Testimonium Flavianum”-nya Josephus dengan tulisan Lukas di Injil Lukas 24:13-27. Professor Goldberg menyimpulkan:

“Kesamaan-kesamaannya begitu banyak dan tidak normal untuk disebut kebetulan. Narrative Lukas tentang Emmaus ditulis ulang oleh Josephus dari sumber-sumber yang kita telah kenal. Karenanya dapat ditarik kesimpulan adalah bahwa Josephus dan Lukas mengalaskan tulisan mereka dari sumber Kristen (atau Kristen-Yahudi) yang umum.[8]

Evaluasi dan kesimpulan. Bagaimana Islam yang baru muncul sekitar 600 tahun sebelum Kristen bisa mengkontradiksi Firman Elohim yang telah diturunkan kepada Orang Yahudi dan Orang Kristen? Bagaimana Islam bisa menyangkal catatan sejarah dunia yang telah diterima baik oleh Orang Yunani dan Orang Roma saat itu?

Orang Muslim tidak bisa berkata Alkitab dan catatan sejarah dunia telah dikorupsi hanya karena isinya berbeda dengan Kuran dan Hadis. Orang Muslim yang jujur haruslah memeriksa sumber acuran Alkitab dan catatan sejarah dunia yang telah tersebar luar sebelum agama Islam lahir, perbedaan kecil pasti ada karena faktor penterjemahan, namum merubah banyak isi Alkitab dan Catatan Sejarah Dunia adalah mustahil. Karenanya bisa disimpulkan bahwa nabi Muhammad tidak mendapat wahyu Elohim atau Tuhan ketika menulis ayat-ayat Kuran tersebut.

Bacaan berkait:

Footnotes:

  1. Sumber aslinya huruf besar “Kami.” Terjemahan yang benar adalah huruf kecil seperti nampak pada semua terjemahan Kuran bahasa Inggris, sebab ini merefer kepada “mereka” yakni orang-orang Yahudi.
  2. Kata “Al Masih” di surah ini membuktikan Kuran tidak sesuai dengan Firman Elohim di Alkitab yang menulis bahwa orang-orang Yahudi yang ingin menyalibakan Yeshua tidak percaya bahwa Dia adalah Ha Mashiah, jadi bagaimana mungkin Kuran bisa menulis orang-orang Yahudi berkata: “kami telah membunuh Ha Mashiah”?
  3. Ibn ‘Abbas, lengkapnya Abd Allah Ibn Abbas (619-687 AD) adalah putra dari al-‘Abbas ibn Abd al-Muttalib, paman dari nabi Muhammad. Ibn Abbas karenanya adalah sepupu Muhammad dan satu dari sejumlah ahli Kuran yang pertama.
  4. Jariri al-Tabari, lengkapnya Abu Jafar Muhammad ibn Jarir al-Tabari (224–310 AH; 839–923 AD), orang Persia sejarahwan, pakar Kuran dan hukum Islam. Semua karyanya ditulis dalam bahasa Arab. Bukunya yang terkenal: History of the Prophets and Kings / Tarikh al-Rusul wa al-Muluk.
  5. Surat kepada Gereja Korintus ini, ditulis tahun 59 AD pada akhir tiga tahun ia tinggal di Efesus (1 Kor 16:5-8). Korintus adalah kota pelabuhan Profinsi Akhaya, Yunani
  6. Pewahuan ini ditulis Yohanes di Pulau Patmos tahun 96 AD, sekitar 58 tahun setelah kebangkitan Yeshua.
  7. Matt Slick, Regarding the quotes from the historian Josephus about Jesus. Slick adalah Presiden dari Christian Aplogetics and Reserch Ministry (CARM)
  8. G. J. Goldberg, Ph. D., The Josephus-Luke Connection. A version of this discussion was originally published in The Journal for the Study of the   Pseudepigrapha 13 (1995), pp. 59-77.

Read the rest of this entry