Category Archives: Dokma & Praktis

Uskup Katolik menuntut Israel membebaskan Tanah Perjanjian di tahun Yobel ke bangsa Palestina

Awake, awake; put on thy strength, O Zion; put on thy beautiful garments, O Jerusalem, the holy city: for henceforth there shall no more come into thee the uncircumcised and the unclean. (Isaiah 52:1, KJV)

uskup-declan-lang-dengan-topi-ikannya

Uskup GRK Declan Lang

Uskup Gereja Roma Katolik Declan Lang untuk Clifton  dan sekaligus pemimpin Kordinasi Tanah Perjanjian  (Holy Land Coordination) dalam sebuah pernyataan tertulis dan ditandatangani oleh 11 uskup Katolik lainnya berkata, “Selama 50 tahun West Bank, Yerusalem Timur dan Gaza telah lenyap di bawah pendudukan, pelanggaran nilai kemanusian baik orang-orang Palestina dan orang-orang Israel. Ini adalah skandal yang kita harus tidak menjadi terbiasa.” Hal ini terjadi berkaitan dengan beralihnya kekuasaan Kota Yerusalem dari pemerintah Yordania ke pemerintah Israel setelah tentara Israel menang perang pada Perang Enam Hari 1967 (video dokumentasi).

”Begitu banyak orang di Tanah Perjanjian telah menghabiskan seluruh hidup mereka di bawah pendudukan, … Sekarang, lebih dari sebelumnya, mereka layak solidaritas kita.”

Bicara tentang orang-orang yang tinggal di Jalur Gaza, ia berkata, ”mereka masih hidup di tengah-tengah katastrop kemanusian buatan-orang.”

Declan Lang juga meminta jemaat untuk menolak pembangunan rumah-rumah untuk 600.000 orang Israel, dengan alasan tanah tersebut adalah tanah status “Hukum Internasional.”

Ia menutup penyataan ini dengan mengutip ayat Yobel / Jubilee, dimana bangsa Israel membebaskan para budak dan menghapus hutang-hutang setiap 50 tahun: ”Dan kamu harus menguduskan tahun itu, tahun kelima puluh. Dan kamu harus memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi seluruh penduduknya. Itu harus menjadi Yobel bagimu.  Dan kamu harus megembalikan setiap orang kepada miliknya, dan kamu harus megembalikan seseoragn kepada kaumnya,” ia mengutip Imamat 25:10

”Selama 50 tahun pendudukan ini kita harus berdoa untuk kebebasan setiap orang di Tanah Perjanjian dan secara praktis mendukung semua yang bekerja membangun perdamaian yang adil,” ia menyimpulkan.

Pernyataan uskup Clifton, Amerika Serikat ini dibantah oleh situs Israel, bahwa Declan Lang salah target dalam banyak point, diantaranya,

“Uskup ini kemungkinan lupa laporan 19 Desember 2016 yang dibuat oleh organisasi Katolik itu sendiri, the National Catholic Report (NCR). NCR menulis: ‘Di 1950, Betlehem dan desa-desa sekitarnya adalah 86% Kristen. 2016, populasi Kristen hanya 12%. Di West Bank, Kristen sekarang kurang dari 2% dari populasi, meskipun 1970, Kristen adalah 5%. Di Betlehem, tempat Yeshua lahir, hari ini hanya 11.000 Kristen.’

“Dari fakta-fakta statistik tersebut, NCR mencoba memindahkan tuduhan ke ‘pendudukan’ Israel (meskipun Betlehem adalah di bawah kekuasaan Pemerintah Palestina) dari intimidasi Muslim – kurang brutal tetapi dibungkus dengan ketidak toleransian dan kebencian yang sama atas serangan-serangan ke orang-orang Kristen di Irak, Syria sampai ke Mesir,” situs Israel ini menulis.

”Sungguh, satu-satunya negara di Timur Tengah dimana komunitas Kristen berkembang dan makmur adalah, secara umum – Israel.”

Baca juga:

Referensi:

Read the rest of this entry

Kampus Katolik siap memecat profesor yang membela pernikahan natural

Tuntutan Universitas Marquette ‘mengingatkan Inkuisisi’ Profesor John McAdams

”Universitas Marquette, yang secara resmi adalah istitusi Katolik, bergerang untuk memecat seorang profesor yang membela hak murid untuk menolak pernikahan sesama-jenis kelamin,” WND.com melaporkan

Berawal dari Professor John McAdams memberi komentar pada web-blog Cheryl Abbate, profesor wanita untuk filosofi pada November 2014. Cheryl menjawab balik, “Kamu tidak punya hak dalam kelas ini untuk membuat komentar-komentar homophobia,” setelah seorang murid tidak setuju dengan profesor wanita ini.

“Abbate, tentu, hanya memakai taktik yang umum diantara para liberal sekarang. Opini-opini yang mereka tidak setuju yang sesungguhya tidak salah dan tidak perlu dipermasalahkan karena berbeda kepentingan, tetapi telah dianggap ’menyerang’ dan perlu untuk ada ditutup,” MCAdams balik menjawab pada blog Marquette Warrior-nya.

Pihak universitas mengumumkan baru-baru ini McAdams akan diistirahatkan tanpa gaji dari 1 April sampai musim gugur (Agustus) 2016. Ditambah ia akan kehilangan pekerjaannya kecuali ia mengaku ”bersalah” dan minta maaf ”di dalam dua minggu ini,” Breitbart News melaporkan hari rabu (30 Maret).

Surat daftar ’kesalahan’ McAdams sekaligus tuntutan kampus yang dikirim oleh Presiden universitas Marquette berisi diantaranya:

Ia harus mematuhi standard perguruan tinggi sebagaimana didefinisikan di Buku Pegangan Universitas tersebut serta pernyataan misi dan nilai-nilai universitas tersebut

Komentar profesor McAdams membela pernikahan natural di atas dianggap sebagai sembrono dan tidak cocok dengan misi dan nilai-nilai Universitas.

McAdams diminta menunjukkan penyesalan yang dalam untuk kerugian yang telah diderita oleh bekas murid lulusan sekaligus instruktor kampus, yakni profesor Abbate.

McAdams mentertawakan hukuman tersebut. ”Tuntutan-tuntutan ini mengingatkan Inkuisisi, dalam mana para korban yang ’mengaku bersalah’ bahwa mereka telah ada berhubungan dengan Setan dan menyebarkan penyesatan barulah akan dibebarkan dari eksekusi,” professor ini berkata dan menambahkan ia telah menyewa para ahli hukum saat pekerjaannya terancam.

Organisasi pembelah HAM khusus untuk pendidikan The Foundation for Individual Rights in Education, sebuah watchdog kebebasan berbicara dari Philadelphia, Pennsylvania, mendaftakan Marquette sebagai satu dari kampus-kampus terburuk untuk kebebasan berbicara di negara yang bersangkutan, laporan menulis.

Sumber: Catholic college moves to fire prof who defended marriage

 Pembaca bebas memakai artikel TheCamelSpeaksOut.wordpress.com sejauh tidak merubah tulisan aslinya dan menyertakan link situsnya. Hargailah karya cipta orang lain.
Terima kasih, The Camel Speaks Out / Unta Angkat Bicara