Category Archives: Jihad

A Moment for Truth (about Islam) by Dave Hunt

America awakened September 11 to appalling scenes on TV of passenger planes deliberately crashing into the towers of the World Trade Center and into the Pentagon. Stunned disbelief gave way to the question, who could so carefully plan and efficiently execute such incredibly inhumane destruction and slaughter? What cause could so powerfully motivate educated and trained individuals to sacrifice their own lives and the lives of so many total strangers in this manner? In the minds of civilized people these men were unbelievable fanatics. But were they?

Could one call the spiritual leader of an entire major country a “fanatic,” a man universally recognized as properly representing his religion? Who would know his religion better than the spiritual leader himself? Such was Iran’s Ayatollah Khomeini when he declared, “The purest joy in Islam is to kill and be killed for Allah.”1 Is that fanaticism? Read the rest of the article

Read also:

Read the rest of this entry

Iklan

New York, AS: Yasmin, Muslim membuat laporan ”diganggu pendukung Trump” ngaku bohong; dibotakin kepalanya

Enam perkara ini yang dibenci YAHWEH, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. (Amsal 6:16-19)

yasmin-seweid-facebook-yahoo-mahasiswi-baruch-college-fitnah

Yasmin Seweid, penyebar kebencian atas Amerika

Seorang remaja putri Muslim yang telah melapor telah dilecehkan di subway Kota New York oleh para pendukung presiden terpilih Donald Trump telah mengarang-ngarang ceritanya, Jurubicara Departemen Polisi New York berkata kepada Business Insider, Yahoo.com mengutip.

Yasmin Seweid, 18 tahun mahasiswi Baruch College, secara sengaja melapor bahwa tiga pria kulit putih menjerit ”Donald Trump” kepada dirinya sekitar pukul 10 malam setelah meninggalkan kampusnya pada tanggal 1 Desember.

Laporan palsu: ”Trump! Trump! Dan memanggil dirinya ”terrorist” saat mereka mencuri kerudung kepalanya. ”Kembalilah ke negaramu!” Yasmin berkata mereka berteriak pada serangang 1 Desember tersebut.

”Mereka yang mengelilingi saya dari belakang dan mereka adalah seperti, ‘Oh Lihat, itu adalah sebuah f—ing terrorist,'” CBS menulis, “Saya tidak menjawab. Mereka menarik tas tali saya  dan robek, dan ketika saya berbalik dan saya sungguh-sungguh sopan dan saya adalah seperti, ‘Dapatkah kalian meninggalkan saya sendirian?’ Dan semua orang memperhatikan, tidak ada seorang pun yang mengatakan sesuatu, semua orang hanya memalingkan pandangan,” Yasmin bercerita kepada CBS News.

Yasmin juga mengklaim, orang-orang disekitarnya menghentikan pelecehan atas dirinya – bahkan ketika para pria (kulit putih) tersebut merobek hijabnya (tutup kepala wanita Muslim); Ia menulisdi Facebooknya: ”Itu menghancurkan hati saya bahwa begitu banyak pribadi-pribadi yang ada mengamati sementara melihat saya ada dilecehkan secara verbal dan fisik oleh babi-babi yang menjijikan. Orang Amerika Trump adalah nyata dan saya telah menyaksikan itu sendiri semalam! Suatu malam yang mentraumakan.”

Ayahnya yang menganut Islam garis keras mengadu ke polisi ketika Yasmin tidak pulang dan pemimpin kampus mengeluhkan peristiwa ”rasisme” yang menimpa mahasiswinya.

Baca juga:

Reaksi polisi NY: Tetapi ketika para polisi mencoba mengkonfirmasikan ceritanya melalui pemeriksaan video keamanan dan banyak sumber lainnya, mereka memutuskan bahwa ceritanya tidak sesuai. Para penyelidik kebencian-kejahatan yang berurusan dengan pemimpin kampusnya juga meneguhkan kesimpulan polisi, sumber lain menulis.

Namun setelah Kepolian kerja keras dan menunjukkan semua bukti, Yasmin akhirnya mengakui bahwa ia saat itu minun dengan rekan-rekannya larut malam setelah acara fashion show di kampus dan kemudian membuat laporan palsu tersebut.

yasmin-seweid-muslim-terbukti-membuat-tuduhan-rasis-dan-islamophobia-palsu-dibotakin-polisi

Yasmin Seweid dipengadilan

Polisi membawa kasus ini ke pengadilan. Rabu sore ia telah dinyatakan bersalah dalam dua hal: telah membuat laporan palsu dan juga menggangu admistrasi pemerintah.

”Ini bukanlah sesuatu kami biasanya lakukan, ia telah memiliki sejumlah kesempatan untuk mengakui kejadian tersebut tidak ada dan ia tetap saja berkukuh pada ceritanya,” pihak kepolisian NY berkata.

Pada kejadian yang terpisah, seorang mahasiswi muslim berusia 18 tahun juga melakukan pengaduan palsu sejenis.

Mahasiwi dari Universitas Louisiana ini mengklaim bahwa ia dilecehkan dan dirampok oleh dua pria kulit putih di Lafayette. Pada laporannya kepada polisi kedua pria ini (Lationo dan Kulit Putih) mengenakan topi putih ”Make America Great Again” memukul dengan benda besi dan menarik copot penutup kepalanya.” Mahasiswi ini dibela oleh presiden Assosiasi Muslim Lafayett, Kareem Attia, ia berkata kepada media AP. ”Saya tidak berpikir bahwa itu sopan. Tetapi saya akan katakan sebuah kejahatan kebencian adalah kejahatan kebencian. Itu tidak diterima oleh agama kami. Itu juga tidak diterima oleh kelas kemanusian kami.” Business Insider melapor.

Oops, ternyata tuduhan palsu lainnya! Namun wanita ini tidak dihukum menurut Yahoo.com.

Berapa lama lagi Liberal Media dan Islam fanatik akan terus menyebarkan kebohongan dan menyudutkan kelompok konservatif? Poll terbaru berkata: “The mainstream media is viewed negatively by 57 percent of Americans with just 25 percent viewing mainstream media outlets favorably,” Laporan menulis

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry

Probably the most enemy of Islam in the world

 Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. Oleh karena pelanggaran maka suatu negeri banyak pemimpinya, tetapi karena seorang yang berpengertian yang mengerti kebenaran, kepemimpinan dapat diperpanjang (Amsal 28:1-2)

“Islam adalah agama yang menciut tercepat di Dunia” Ibn Warraq berkata (Juli 2015)[1]

“Saat-saat ini, di lebih dari 60 lokasi terpisah pada setidaknya 17 dari 49 negara dimana Islam berkuasa sedang tergoncang, komunitas-komunitas baru murtad (berlatar belakang) Muslim Pengikut Ha Mashiah (Kristus)  sedang bermunculan.” Garrison menulis pada bukunya.[2]

Siapa penyebab potensi keluarnya jutaan Muslim dari Islam yang berskala besar ini dalam 50 tahun terakhir?

Siapakah musuh terbesar Islam yang sesungguhnya, yang membuat para Muslim meninggalkan Islam alias murtad? Lihatlah fakta-fakta di bawah ini.

Abad Pertama Islam.  Sejak awal nabi Muhammad memberitakan ajaran Islam, beberapa suku bangsa Arab telah memusuhinya, bahkan sukunya sendiri, Quraysh, mereka mengusir, ”Pergilah Abu al-Qasim [nama asli Muhammad]; demi Allah, kamu tidak pernah berlaku kasar.” (Tabari VI:102). Sikap bermusuhan mereka terhadap nabi semakin nyata ketika paman dan istri pertamanya meninggal dunia: ”Kematian Abu Talib dan Khadija adalah pernderitaan yang besar untuk Utusan (the Messenger). Setelah kematian Abu Talib, Quraysh semakin berat dalam mempermainkan dia lebih dari apa yang mereka tidak pernah lakukan sepanjang dia hidup. Satu dari mereka bahkan menaburkan pasir di atas kepalanya. Nabi berkata, ’Quraysh tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak menyenenangkan sebelum Abu Talib mati.” Tabari VI:115

Nabi Muhammad detik-detik sebelum kematiannya, ia berpesan kepada orang-orang dekatnya, agar mereka membersihkan Dataran Arab dari orang-orang bukan-Muslim, yang ia sebut sebagai ”orang-orang pagan (penyembah berhala).”  Ia juga pernah berpesan agar para Muslim tidak mengambil teman dari kelompok Yahudi dan Kristen (Al-Madiah 51 / Surah 5:51). Sejarah Islam mencatat ada beberapa orang yang meninggalkan Islam saat nabi Muhammad masih hidup. Namun itu tidak berarti jika dibanding gelombang murtad Muslim pada 50 tahun belakangan sejak abad 20 ini.

Read the rest of this entry

Doa imam terkenal di mesjid Al-Aqsa: ”Oh Allah ledakan ibukota dan kapal terbang Amerika dan Russia”

Sesungguhnya, tangan YAHWEH tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Elohimmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan. (Yesaya 59:1-3)

Pemimpin imam Muhammad ’Ayed (dikenal sebagai Abu Abdallah) berkotbah – dalam bentuk doa –  untuk

muhammad-ayed-imam-palestina-doa-kehancuran-untuk-amerika-dan-russia

Imam doa kehancuran untuk Amerika dan Russia

kehancuran kekuatan Amerika Serikat dan Russia dalam kotbahnya di mesjid Al-Aqsa, di Yerusalem. Kotbah ini dikirim dikirim online pada hari Rabu kemarin (14/11/2016), dan MEMRI memberikan text bahasa Inggirnya untuk Dunia Barat megerti. MEMRI (The Middle East Media Research Institute) adalah organisasi non-profit yang berfungsi sebagai pemonitor dan penganalisa berita Timur Tengah.

[Panggilan untuk menguasai pemerintah AS dan Russia dan bahkan dunia] Oh Amerika, mari saya ceritakan kepada kalian tentang hari ketika azan akan ada terdengar dari atas Gedung Putih dan dari Istana Merah Kremlin di Moskow. Kami akanlah berteriak “Allahhu Akbar” dari sana, karena Allah telah berjanji kedua tempat (tersebut) untuk kami. Allah telah berjanji ke nabi Muhammad bahwa Islam akanlah memerintah seluruh dunia.” (Fakta: di Gedung Putih sudah ada orang-orang Hamas dan Muslim Brotherhood sebagai penasehat penting president).

[Panggilan untuk jihad dan balas dendam] ”Oh Allah dalam hari-hari yang diberkati ini dan fari mesjid Al-Aqsamu, pusat berkat-berkat — kami mencari Engkau untuk menggalahkan Amerika dan Russia. Oh Allah, hancurkan ibukota-ibukota mereka dan kapal-kapal terbang mereka, giling kapal-kapal laut mereka dan bunuh tentara-tentara mereka.”

“Oh Allah, kami mohon untuk tundukan mereka dan bakar mereka, sebagaimana layaknya mereka telah menundukkan kami dan membakar anak-anak kami dengan napalm. Oh Allah , semua yang mereka miliki dengan api-Mu, sebagaimana layaknya mereka telah membakar anak-anak kami dengan api mereka.”

 [Panggilan untuk bangkitnya Kalifat Islam dan para tentara Islam; menghancurkan supermasih AS dan Russia dan mengirim ke Neraka] Api-Mu lebih kuat. Kamu adalah yang terkuat. Kamu berkuasa. Hentikan rasa malu kami. Oh Tuhan, bangkitkan segera Kalifat kami. Oh Tuhan bunuh musuh-musuh kami. Oh Tuhan, buat para mujahidin (tentara Islam) kami berkuasa, dan satukan mereka di bawah panji-Mu dan panji nabi Muhammad-Mu. Oh Allah, bakar (musuh-musuh kami) dan turunkan panji-panji mereka, dan buatlah pelajaran atas mereka di dunia ini dan Hari Kiamat.”

Sebuah media Israel mengkomentari kotbah ini sebagai: ”Ini bukanlah pertama kali para pemimpin rohani Palestina di mesjid Al-Aqsa telah memakai mimbar mereka untuk menyerukan kekerasan. Pada bulan Maret, Sheikh Ali Abu Ahmad telah menyebut orang-orang Yahudi ‘ciptaan-ciptaan Allah yang paling keji’ dan mendorong kehancuran mereka. Hal serupa pada November  2014, Abu Ahmad berkotbah, ‘Oh Allah musnahkan Amerika dan kualisinya. Oh Allah mampukan kami untuk memotong kepala-kepala mereka. Oh Allah, tolong saudara-saudara kami, mujahidin di tanah Irak dan Syria.’” 

Seperti saya tulis di atas bahwa imam Muslim ini “berkotbah dalam bentuk doa.” Itu nampak pada isinya “O Amerika, mari saya ceritakan ….” Propaganda kejahatan dan kebencian kepada sesama manusia atas nama Elohim bukan hanya sering terjadi di dunia Islam tapi juga dalam Gereja. Berapa sering kita menhadiri pertemuan ibadah dan doa syafaat dan mendapatkan seorang sepertinya nampak sedang berdoa tetapi sesungguhnya bertujuan untuk mempengaruhi pendengarnya untuk berpihak kepada opini si pendoa? Memanipulasi nama Elohim adalah dosa yang sangat besar, kita perlu bertobat!

Apakah doa kebencian dan  balas dendam seperti di atas ini akan di dengar oleh Elohim Alam semesta? Anda jawab sendiri; yang pasti, sebagaimana Alkitab berkata, pada Hari H-Nya Elohim setiap perbuatan jahat manusia akan mendapat  balasannya, lihat Mazmur 9:15-20. Elohim tidak berpihak kepada siapa pun! Dia adalah Hakim Yang Mahaadil!!

Referensi:

Read the rest of this entry

Kenya: Kantor Polisi Mombasa diserang tiga wanita berpakaian seperti burqa, ketiganya ditembak mati

Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. (Amsal  16:25)

Tiga wanita berpakaian bui-bui, pakaian wanikenya-tiga-wanita-muslim-menyerang-kantor-polisi-mati-tertembakta Muslim Afrika, seperti nijab dan burga, berpura-pura melapor telah kecurian telpon datang ke Kantor Pusat Polisi Mombasa untuk membunuh pihak keamanan dan membebaskan rekan mereka.

Seorang petugas polisi dilaporkan tertusuk, luka parah namun berhasil dibawa ke rumah sakit.

”Sementara ditanya oleh petugas polisi, seorang mengeluarkan pisau, dan lainnya melempar bomb minyak ke para petugas polisi,” Komando polisi Negara Mombasa berkata.

Saksi mata berkata, seorang wanita lainnya mencoba meledakan bom pinggang yang ada pada tubuhnya, namun tidak meledak. Ketiganya dilaporkan ditembak mati setelah aksi serangan tersebut. Semua senjata ini tersembunyi di balik baju keagamaan mereka.

Dua dari tiga wanita ini dikenali indentitasnya: Fatuma Omar dan Tasmin Yakub Abdullahi Farah. Keduanya orang Muslim Kenya.

Kelompok Al-Shabaab, yang berpusat di Somalia, yang bernaung di bawah Al-Qaida, telah menklaim bertanggung jawab atas serangan di Mombasa ini.

Surat berbahasa Inggris, bertulisan tangan, yang mengaku setia dengan kelompok Negara Islam Khalifat juga mengklaim serangan tersebut. Mengancam banjir darah untuk balas dendam pemenjaraan dan kematian rekan-rekan Muslim mereka di Mombasa.

Kejadian ini terjadi Minggu pagi, ketika dunia sedang memperingati korban serangan teroris Al-Qaida 11 September yang meruntuhkan dua gedung kembar di kota New York yang menelan banyak korban jiwa.

Pemerintah Kenya semakin prihatin atas NIK yang mencoba masuk ke negara mayoritas Kristen ini dan merekrut remaja untuk berjihad. Sejauh ini ada lebih dari 20 pemuda-pemudi Kenya yang telah direkrut oleh NIK.

Pada bulan April 2015, lima jihadist bersenjata api menyerang Universitas Garissa, menewaskan 148 orang.

negara-negara-afrika-di-bawah-ancaman-islam

Negara-negara Afrika dalam ancaman

Kelompok-kelompok Islam Somalia sering menyerang negara-negara tetangganya, Ethiopia dan Kenya, dengan alasan karena kedua negara ini mengirim bantuan militer untuk membantu pemerintah Somalia yang mereka perangi. Somali adalah negara Islam hampir 100 % berpenduduk Muslim, dan perang sipil Somalia masih berlanjut lebih dari 20 tahun lamanya. Kenyataannya adalah para militan Islam ini, apapun nama kelompok Islam mereka, ingin memperluas wilayah kekuasaan mereka turun dari Afrika utara menuju selatan, dan dari Somalia ke negara-negara Afrika Timur, itulah sebabnya Pemerintah Marokko, Algeria, Tunisia, Mesir, Mali (semuanya negara Islam) dan Ethiopia, Kenya, Nigeria dan Tunisia memperkuat pasukan keamanan mereka baik diperbatasan dan di dalam negeri mereka.

Dalam kurun waktu dua-tiga dekade belakangan ini semakin banyak orang Muslim Afrika yang meninggalkan agama Islam mereka dan menjadi Kristen, di lain sisi, masyarakat Kristen Afrika tidak bisa dimurtadkan melalui jalan dakwah (penyebaran Islam melalui ceramah dan kotbah), oleh sebab itu cara jihad / terror adalah aternatif terakhir mereka.

Pertanyaanya ialah, “Apakah dengan jalan terror dan paksaan Islam akan semakin kuat dan besar?”

Bacaan berkait:

Referensi:

Read the rest of this entry