Category Archives: Pelecehan Wanita

Arab Saudi: Apakah Syariah / Hukum Islam hanya berlaku untuk rakyat jelata, pembantu dan orang asing?

Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. Si miskin dan si penindas bertemu, dan YAHWEH membuat mata kedua orang itu bersinar. Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. (Amsal 29:12-14)

mesjid-al-nabawi-medina-arab-saudi

Mesjid al-Nabawi, Medina

Negara Arab Saudi adalah pusat lahirnya agama Islam. Dari kota Medina, nabi Muhammad mengajar, menetapkan dan menyebarkan hukum Islamnya ke seluruh Dataran Arab. Setelah kematian Muhammad, para Kalifahnya melanjutkan penyebaran agama Islam ke negara-negara Irak, Aram (Kurdistan, Syria), Israel, Persia dan negara-negara Afrika Utara (dari Mesir sampai ke Marroko)

Keluarga al-Saud, pendiri dari Kerajaan Arab Saudi, adalah keluarga Arab yang melahirkan aliran Islam Wahhabi, suatu aliran Islam yang sangat keras dan kaku. Melalui Osama bin Laden, ajaran Wahhabi menjadi terkenal di dunia Barat. Secara kebetulan saya menemukan situs Syrian Free Press saat membaca artikel “Allah bebaskan kami dari para pria.” Situs ”War Press Info,” ini melaporkan berita tentang Syria yang Marat 2017 ini mencapai 6 tahun Perang Syria. Isinya menarik, banyak yang tidak diberitakan di media Barat, contoh We Had Missed This: “15 December 2016: NATO officers arrested by Syrian Special Forces in a bunker in East Aleppo” . Dari tertangkapnya “14 tentara NATO” di atas kita sekarang mendapat pengertian mengapa sejak awal campur tangan militer Russia di Syria, yang President Putin katakan sebelumnya di Gedung PBB di New York bahwa “kelompok terrorist di Syria” harus dihentikan, pada minggu yang sama jet-jet tempur Russia bukan hanya menghujani sasaran kelompok millisi Islam Sunni Negara Islam Khalifah (NIK/ISIS/ISIL/Daesh) tapi juga menghancurkan kubu-kubu Al Nusra Front, kelompok millisi Sunni dukungan Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat dan Perancis; dan Turki menjatuhkan jet tempur Rusia yang melewati daerahnya walah hanya beberapa detik saja.

Baca juga:

Kembali ke masalah praktek Syariah Islam di Arab Saudi. Tulisan yang dibuat oleh orang Syria Artikel yang dibuat oleh orang Syria bernama “NevaehWesh,” ia memuat banyak berita hal-hal yang terjadi dan dilakukan oleh para pangeran dan petinggi Saudi – perbuatan-perbuatan jahat yang bahkan tidak dilakukan oleh orang “penyembah berhala” di Asia dan Afrika. Artikel ini saya pikir ditulis NevaehWesh sebagai serangan balik orang Syria atas campur tangannya Kerajaan Saudi di negaranya, Syria; Saudi  membiayai kelompok-kelompok militan Sunni menumbangkan Presiden Syria yang beragama Siah.

Saya sebagai orang Kristen tertarik untuk mengetahui penerapan Hukum Islam atau Syariah Islam, apakah Syariah Islam ini hanya berlaku untuk rakyat jelata dan orang asing? Dan sementara para Penguasa Kerajaan dan Pemerintah hanya berfungsi sebagai Hakim dan Pengeksekusi Syariah Islam bagi mereka yang melanggarnya?

Dari tulisan NevaehWesh yang berjudul: We will show you how the al-Saud family has created a land of hypocrites Wahhabis perverts, rapists, pedophiles and sadistic psychopathic murderers (Kami akan tunjukan Anda bagaimana keluarga al-Saud telah menciptakan negara para Wahhabi munafik kelainan sex, para pemerkosa, para pedophil dan para pembunuh kejiwaan yang sadis)  – suatu judul yang sangat tidak sopan, namun bukti-bukti (link berita dan video) yang si penulis paparkan nampak bahwa judul itu tidaklah berlebihan. Inilah yang membuat saya ingin tahu dari para pakar Islam Indonesia.

Berikut ini beberapa bukti kejadian yang NevaehWesh (NW) tunjukkan, jika Anda mengerti bahasa Inggris, Anda lebih baik baca langsung pada sumbernya. Di sini saya hanya mengutip sebagian judul-judul berita dan sedikit keterangan dari sumbernya.

  • Pria Saudi mencari Pria (Saudi Arabia Men seeking Men). NW menulis, “Menjadi gay di Saudi seharunya BUKAN ada sebagai kejahatan. … Lebih mudah untuk (para ) Saudi mengklaim mereka adalah Muslim yang mempraktikkan Syariah Islam, tapi sebenarnya, itu tidak menggambarkan fakta-fakta, dan tidak sulit untuk memahaminya mengapa bukan.”
  • Hukuman 20 sabetan untuk minum bir (Punishment of 20 lashes for Drinking Beer; YouTube).
  • Memukuli para pembantu rumah tangga mereka (Saudi Man Beats Servant, YouTube)
  • Gadis Budak Ethiopia disabetin oleh keluarga Saudi (Ethiopian Slave Girl Beaten by Saudi Familes, YouTube).
  • Word Report 2012: Saudi Arabia. Banyak aspek, contoh tenaga kerja: di Saudi ada lebih dari 8 (delapan) juta tenaga kerja imigran, lebih dari separuh tenaga kerja Saudi. Laporan pembela HAM berkata banyak tenaga kerja asing tersebut menderita penyalah gunaan berkali-kali, bahkan seperti kondisi perbudakan.
  • LiveLeak com Gay Party at the Royal Palace in Jeddah , Saudi Arabia Leaked video
  • NW menulis: “Not only do many Saudi men have sex regularly with other men, they have sex with young children, some very young. Rape of a child seems to be practiced by many, and even “enjoyed” by the royals during gay parties in the palace.” pangeran-saudi-khalid-al-saud-menculik-memperkosa-gadis-mayatnya-dibuang-ke-jalananan
  • USA Today reported on the rape in the US by Mazen Alotaibi. Seorang Sersan Angkatan Udara Saudi memperkosa secara brutal laki-laki berusia 13 tahun di kasino Las Vegas, AS
  • Saudi Gazette reported a boy was strangled to death after he resisted being raped by his relative in Najran Saudi
    Pangeran Saudi Khalid bin Saad bin  Abdul Aziz al-Saud menculik, memperkosa gadis, membunuh & akhirnya membuang tubuh gadis Saudi tersebut di jalan, dan para bodyguard-nya bebas di Arab Saudi (Jafria News reports Saudi Prince Kidnap, Rape , Murder & finally Dumps Saudi Girl’s Body on Street , and Escorts free in Saudi Arabia. 9 Jun 2013 Riyadh – Police in Jeddah, Saudi Arabia has confirmed the news that a girl had been raped and murdered by a Saudi prince Khalid bin Sa’ad bin Abdul Aziz al-Saud .
  • Saudi Prince Beats, Bites, Rapes & Murders Male Servant.
  • Video Captures Beating. Prince Saud Abdulaziz bin Nasser al Saud is accused of murdering Bandar Abdullah Abdulaziz in a frenzied sex attack at London’s Landmark Hotel on Feb. 15. Abdulaziz was found beaten and strangled to death in the room the two shared at London’s Landmark Hotel. bayi-perempuan-tiga-tahun-diperkosa-para-pria-saudi
  • Bayi perempuan usia tiga tahun diperkosa beramai-ramai (Emirates24/7 also reports 3-year-old Saudi girl gang-raped). “She has been raped violently by some men. She was found crying of excruciating pain as her body was full of bruises and her sensitive parts were ruptured,” hospital manager Mohammed Ali said, quoted by the Saudi Arabic language daily Okaz.

Bacaan berkait:

Dari banyak kejadian di atas, sepertinya Hukum Islam atau Syariah Islam hanya dipakai diberlakukan kepada rakyat jelata, pembantu, budak dan orang asing. Sementara pelanggaran yang sama – minum bir, berjinah, praktek homosex dll –  tidak dihukum jika itu dilakukan oleh para penguasa dan pangeran Saudi. Bukankah ini suatu ketidak adilan? atau ini suatu praktek Islam yang normal di negara-negara yang asas hukum negaranya adalah Hukum Islam seperti di Aceh, Malaysia, Pakistan, negara-negara Arab dan Iran? Ada yang bisa menjelaskan? Terima kasih sebelumnya.

Read the rest of this entry

Iklan

”Allah, bebaskan kami dari para pria!” Lagu feminist buat masalah bagi Arab Saudi

allah-bebaskan-kami-dari-para-pria-lagu-wanita-saudi-majed-al-esaObservers France24 melaporkan:  Wanita-wanita berpakaian niqab mengendarai sepeda, roller-skate dan mengemudi di jalan dengan skuter, bermain bola basket atau pergi bowling, berdansa seperti tidak ada yang menonton, dan bernyanyi tentang membongkar sistim patriak. Masalah yang cukup membuat panas – setidaknya itulah klip video bagi lagu pop baru di Arab Saudi. Klik di sini untuk lihat videonya.

Lagu ”Hwages” (Perduli) yang dibuat olah Majed Al-Esa, penyanyi wanita Saudi, sedang menjalar di Kerajaan Wahhabi ini, telah ditonton lebih 2 juta di YouTube hanya sedikit lebih dari seminggu (hampir 2,5 juta saat artikel ini ditulis).

Pada bagian pertama video, para wanita yang berpakian niqab ini (pakaian serba hitam wanita Islam yang menutup seluruh tubuh, dan hanya mata yang terlihat) masuk ke dalam mobil, mobil dikendarai oleh bocah laki-laki berpakaian pria Saudi. Bernyanyi sambil bertepuk tangan dalam bahasa Arab yang berarti, ”Seandainya saja Allah berkehendak membabaskan kita dari para pria!” , pernyataan absolut  yang umumnya dipakai di wilayah yang sangat konservativ di Al-Qassim, utara dari ibukota Riyadh.

Dalam video, para wanita berdansa, skate, dan main bola basket, dan lyrik lagunya bahkan lebih provokatif, mereka bernyanyi, ”Para pria membuat kami sakit jiwa” dan ”Mereka membuat kita jadi gila.”

Read the rest of this entry

Pemerintah Pakistan melawan praktek Pembunuhan demi Kehormatan (honor killing) yang terus bertambah tinggi di negaranya

Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18)

Tahun 2015 saja Komisi Hak-hak Asasi Manusia (Human Rights Commission)

tidak-ada-kehormatan-dalam-membunuh-orang-yang-tidak-berdosa

There is NO honor in KILLING!

mencatat telah ada lebih dari 1.100  (seribu seratus) wanita terbunuh atas nama “pembunuhan demi kehormatan” keluarga. Itu naik seratus kejadian dibanding 2014 (sekitar 1000 kejadian), dan 869 di tahun 2013. Pihak pelaku umumnya adalah suami sendiri, ayah sendiri atau saudara laki-laki sendiri terhadap anggota keluarga mereka yang berjenis kelamin wanita.

Pembunuhan demi kehormatan dikenal dalam budaya Pakistan setempat sebagai “karo-kari,” suatu istilah metamorfosa untuk “pezinah pria dan pezinah wanita,” namun umum dipakai dalam segala bentuk perbuatan tidak bermoral. Lebih dari 90% korbanynya adalah wanita. Dan jika ada korban dari pihak pria, umumnya mereka dibunuh oleh pihak keluarga wanita.

Laporan untuk tahun 2014 dari organisasi pembela hak wanita bernama Fondasi Aurat (Wanita) menyatakan setiap hari enam wanita terbunuh, enam diculik, empat diperkosa dan tiga bunuh diri. Kekerasan berkaitan dengan Dowry (kawin kontrak ala Islam) dan serangan-serangan dengan asam-sulfat adalah tambahan atas semua tragedi tersebut. Seribu wanita pertahun terbunuh, Fondasi Aurat berkata.

Kasus pembunuhan demgambar-statistik-hubungan-antara-korban-dan-pembunuhi kehormatan pada Fauzia Azeem atau “Qandeel Baloch” (nama di Fecebook) di Multan, Pakistan, 2016

Waseem Azeem (25 tahun) membunuh Fauzia, kakak perempuannya, karena dia merasa Fauzia telah menghina keluarganya. “Saya bangga dengan apa yang saya telah perbuat. Pertama-tama saya seret dia, lalu membunuhnya,” Waseem mengaku tanpa menyesal.   “Dia telah membawa malu kepada keluarga kami.” Gadis terbunuh saat ia berkunjung ke rumah orang tuanya, menjeguk ayahnya yang sakit.

Apa yang Fauzia / Qandeel (usia 26 tahun), telah perbuat sehingga ia harus dihukum mati? Waseem menganggap foto-foto wajah Qandeel di Facebooknya adalah “sangat keterlaluan.” Waseem menyelaskan alasan perbuatannya yang ia anggap dirinya sebagai pahlawan keluarga: “Para gadis dilahirkan untuk tinggal dalam rumah dan mengikuti tradisi. Saudariku tidak pernah melakukannya.”

Kasus seperti Waseem ini, ia bisa bebas dari hukuman penjara, jika ayahnya cukup memberi pernyataan “maaf” kepada putranya dan membayar “uang darah” kepada pemerintah. Namun Anwar Azeem, ayah mereka, bukanlah orang kaya. Ia menyesali perbuatan putranya, “Seandainya ia masih hidup, Qandeel pastilah telah membawa saya ke Karachi untuk merawat tuberkolose saya dan memberi saya kaki palsu,” Situs DawnNews, Pakistan melaporkan. Kedua orang tua mereka harus kembali ke desa, sebab selama ini Qandeel yang membayar biaya kost mereka. Mengkomentari tentang hukuman yang akan putranya hadapi, ia berkomentar, “Saya berkata, dia seharusnya ditembak ditempat. Dia telah menewaskan anakku.”

Qandeel Baloch sangat pupuler di Facebook, seorang wanita karir. Pada sebuah interview, ia menceritakan latar belakang perbuatannya di Facebooknya. Ungkapan protes atas kemasyarakatan yang bersifat keturunan di Pakistan yang “buruk;” ia sendiri dipaksa kawin saat berusia 17 tahun dengan pria yang lebih tua. Suaminya melarang dia sekolah.

Pemerintah mengkgender-discremination-in-islam-under-name-honor-killingriminalkan praktek Pembunuhan demi kehormatan

Di bawah tekanan internasional dan lokal, pada 8 Desember 2004 pemerintah Pakistan akhirnya mengadopsi sebuah hukum yang membuat praktek pembunuhan demi kehormatan dapatlah dihukum penjara selama tujuh tahun atau hukuman mati untuk kasus-kasus yang ekstrim. Hukum tersebut barulah dinyatakan berlaku dua tahun kemudian, November 2006.

Pebuari 2016, pemeintah profinsi Punjab, menyetujui hukum yang menganggap segala bentuk kekerasan melawan wanita adalah tindakan kriminal. Namun lebih dari 30 kelompok agama Islam, termasuk semua partai-partai Islam politik mengancam untuk melaksanakan protes jika hukum tersebut tidak dicabut.

Perdana Menteri Nawaz Sharif, mencoba membela keputusan hukum pemerintah tersebut dengan berkata, “tidak ada tempat di dalam Islam untuk membunuh dalam nama pembunuhan demi kehormatan.”

Raheel Raza berkomentar hukuman berat bagi pembunuh Qandeel , menyatakan bahwa usaha pemeritah menahan aksi “honor killing” ini adalah suatu langkah maju. Raheel berkata kepada Stephen Sackur, wartawan BBC, “Para Muslim perlu keluar dari budaya abad ke-7 dan memasuki budaya abad 21,” ibu ini maksudkan ialah, ”meninggalkan radikalisme dan jihad Islam dan pindah ke demokrasi.”  Raheel ialah seorang Muslim moderat asal Pakistan kelahiran Kanada.

Indeks Ketidaksetaraan Jender PBB (The United Nation’s Gender Inequality Index) menaruh negara Pakistan di urutuan sangat rendah yakni ke-147 dari 188 negara oleh sebab cacatan yang buruk atas kesehatan wanita, pendidikan, kekuatan politik dan ekonomi.

Bahan diskusi:

  • Dapatkah “honor killing”  (teror dan jihad di dalam keluarga sendiri) di dalam masyarakat Muslim dihentikan tanpa meninggalkan ajaran Islam?
  • Dapatkah para Muslim meninggalkan ayat-ayat jihad yang Muhammad perintahkan para pengikutnya setelah pindah ke Medina?
  • Atau bagaimanakah Sariah Islam harus diinterpretasikan?

Referensi: 

Read the rest of this entry