Category Archives: Pelecehan Wanita

Kesaksian Ex-Muslim Sandra Solomon dari Arab Saudi bahwa Yeshua adalah Jalan Kebenaran dan Kehidupan

Sandra Salomon ex-Muslim Palestina besar di Arab Saudi

Sandra, Kristen Arab

Sandra adalah seorang wanita Palestina dibesarkan di Arab Saudi. Ia lahir di Ramalah, West Bank, orang tuanya membawa ia pindah ke Arab Saudi ketika ia berumum 9 tahun. Di Arab Saudi, ia masuk sekolah namun yang diajar umumnya tentang agama Islam. “Saya belajar Kuran, kehidupan Muhammad dan Hadis, sejarah Islam bagaimana Muhammad merebut wilayah-wilayah, dan saya juga belajar Syariah Islam (Hukum Islam). Saya dipaksa mengenakan hijab dan niqab (dua jenis pakaian wanita Islam). Arab Saudi adalah negara yang menerapkan 100% Syariah Islam.” Sandra berkata.

Di sekolah ia menjadi seorang yang suka mempertanyakan Islam. “Saya banyak berontak, dan sering diseret keluar dari sekolah, setelah lulus SMA saya menerima tahanan rumah untuk beberapa tahun sampai orang tuaku menikahkan saya secara paksa dengan seorang pria. Saudara laki-lakiku mencoba beberapa kali membunuhku oleh sebab ia melihat saya berbicara dengan seorang laki-laki, dan lain waktu karena saya menolak memakai hijab. Pemakaian Hijab adalah alasan utama saya mempertanyakan Islam.”

Bagi Sandra, Islam hanyalah ideologi politik bukan agama dan semuanya hanya bagi keuntungan dan kepuasan kaum pria, “Tidak ada hak bagi para wanita, mereka adalah kelas nomor dua di masyarakat. Tidak memiliki indentitas diri sendiri, saya tidak memiliki kontrol penuh atas hidup saya sendiri, semuanya atas nama pelindung laki-laki, entah itu suami, ayah, saudara laki-laki untuk mengurus ku. Saya tidak boleh tinggalkan rumah tanpa seijin mereka.”

Setelah memiliki seorang putra, berusia satu tahun, Sandra membawa anaknya lari keluar dari Saudi berimigrasi ke Kanada untuk mendapat kehidupan yang lebih baik, khususnya kebebasan. Di negara yang baru ini ia mengalami banyak masalah: tidak bisa berbahasa Inggris, tidak memiliki keluarga. Setahun lamanya ia membenci hal-hal yang bersifat agama, termasuk Kristianiti (Sandra berkata ini karena ajaran yang salah yang ia telah terima selama di Arab Saudi: Alkitab telah dipalsukan, Kristen adalah kafir, dll)

Baca juga:

Suatu hari ia mendengar kisah Nujood Ali, gadis Yemen berumur 9 tahun yang dipaksa menikah dengan pria yang jauh lebih tua dari dirinya: diperkosa dan disiksa secara fisik. Ini membuat ia semakin tertekan, dan membawa ia mencari keadilan dan Elohim. Lihat videonya: Child Marriage And Rape Is Still Legal In Yemen (2013)

“Melalui banyak penglihatan, saya dituntun Roh Kudus untuk membaca Alkitab. Saya pergi ke gereja Arab terdekat; bertanya pada mereka tentang Yeshua, dan meminta sebuah Alkitab dari Gereja tersebut. Pulang ke rumah saya membaca Alkitab tersebut dari Kejadian sampai Wahyu dalam tiga minggu. Saya sungguh haus akan kebenaran.” (Penglihatan: Elohim sering berbicara kepada manusia melalui penglihatan rohani dan mimpi)

”Alkitab tidak seperti Kuran,” Sandra berkata, ”untuk mengerti Kuran anda harus memiliki buku-buku referensi untuk bisa mengerti isinya; Alkitab tidak demikian, sebab Elohim sendiri yang berbicara (Logos). Firman-Nya membuka pikiranku ketika membaca perkataan Yeshua, khususnya saat membaca Kotbah di Bukit (Matius pasal 5 sampai 7). Minggu keempat saya kembali ke Gereja tersebut datang ke depan mimbar, berlutut dan mengundang Yeshua sebagai Adonai dan Juruselamatku. Terpujilah Adonai!”

Sandra Solomon sekarang ini aktif memberitakan Injil dengan timnya keliling Kanada, seperti pada video ini, seorang Indonesia telah menaruh text terjemahan Bahasa Indonesia: Kesaksian Ex Muslim Sandra Solomon dari Arab Saudi bahwa Yesus adalah Jalan Kebenaran

Catatan dari saya: Sandra Solomon mengingatkan saya akan pemuda ex-Muslim Palestina Mosab Hassan Yousef, putra tertua dari seorang pendiri Hamas. Keduanya sangat berapi-api menyerang agama Islam dan nabinya, seperti “kuda lepas dari kandangnya.” Dua alasan mengapa mereka bereaksi seperti ini bisa dimaklumi, oleh karena kehidupan lama mereka yang terkurung ketat dan tiba di Barat yang bebas, kedua karena mereka masih muda baik secara umum maupun rohani. Mosab sekarang telah lebih kalem, sopan dan dewasa, itu nampak ketika ia berbicara di forum PBB di New York September 2017. Kita berdoa agar Sandra juga menjadi wanita Kristen yang bijaksana dan dewasa secara rohani, dan sukses dalam kehidupannya. Pengorbanan dan keberanian tidaklah banyak artinya dalam Kerajaan Sorga, jika keduanya tidak di dasari oleh kasih (1Kor 13:8), oleh karena itu Rasul Paulus berkata: “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih.” (1Kor 16:14) . GBU all!

Sumber acuan berasal dari dua video kesaksian Sandra di bawah ini:

Read the rest of this entry

Iklan

Ismael kembali ke Kristianiti setelah 16 tahun belajar dan membela Islam

Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, kudus (Imamat 19:2)

Ismael don't convert to IslamIsmael (nama samaran) adalah seorang Muslim kulit putih yang sangat serius dalam masalah kerohanian. Setelah ia menjadi orang Islam, ia tidak hanya beribadah dengan tekun, lebih dari itu ia belajar bahasa Arab dan belajar agama Islam di universitas. Selama 16 tahun sebagai orang Islam, Ismael pernah tinggal di Arab Saudi dan Mesir, menjabad sebagai seorang Katif Islam, ia mengajar di Mesjid-mesjid dan di bangku-bangku universitas. Ia dahulu terkenal sebagai seorang ”apologetis Islam” (pembela doktrin Islam) dengan situsnya ”Convert2Islam.” Situs barunya “Don’tConvert2Islam
Dalam videonya ”Why I Left Islam” (Mengapa Saya Meninggalkan Islam) ia memberikan alasan mengapa agama yang ia tekuni dan bela mati-matian tersebut sekarang ia tinggalkan dan berbalik 180 derajat menjadi pembela ajaran Alkitab. Di bawah ini adalah ringkasan pengakuannya sendiri.

“Saya telah menjadi Muslim (orang Islam) selama 16 tahun, namun beberapa tahun belakangan ini saya telah terganggu dengan masalah-masalah sekarang ini yang memaksa saya mempertanyakan iman Islamku.
Pertanyaan ”Mengapa saya meninggalkan Islam?” Jawaban dari pertanyaan ini adalah Kuran dan Muhammad, ajaran keduanya tentang moral dan tingkah-laku. Beberapa tahun belakangan ini saya tidak mampu lagi membela Kuran, khususnya Muhammad dalam masalah moral dan tingkah-laku. Pada masa lalu saya telah melakukan sebisa saya membela Islam dan khususnya Muhammad, berkali-kali.

Saya seorang Islam yang terdidik dengan baik dan telah mempelajari bidang apologetis Islam bertahun-tahun. Namun sementara saya berdebat membela Islam dan Muhammad saya sadari bahwa banyak kritik tentang Islam adalah sungguh valid (berlaku) dan didasari dari sumber-sumber Islam awal yang autentik. Saya temukan diri saya sendiri kalah dalam menemukan jawaban yang layak dan jujur dalam meresponi mereka.
Ismael memberi satu contoh dari sejumlah masalah yang ia hadapi dalam Kuran berkaitan dengan masalah moral dan tingkah-laku.
Apakah dihalalkan pria Muslim memperkosa seorang wanita, khususnya wanita yang suaminya masih hidup dan bukan Muslim?, ia membuka sebuah kasus. Ismael menemukan jawabannya di Kuran pada An-Nisa (surah) 4:22-24,

”Juga (adalah terlarang) wanita-wanita yang telah menikah, kecuali mereka (budak-budak) yang tangan kananmu miliki. Itu semua Allah telah berikan kepadamu. (Surah 4:24).

Abdul Katir, seorang Komentator Islam klasik, menulis ”itu dihalalkan” asal ”setelah yakin sebelumnya bahwa mereka (wanita-wanita rampasan perang tersebut) tidak sedang hamil” – Abdul Katir mengutip jawaban Muhammad atas pertanyaan Abu Sa’id Al-Khudri.
Kenyataan ini membuat Ismael sendiri terkejut, dan hampir tidak percaya apa yang ia telah temukan. Lalu ia menggali sumber islam lainnya yang lebih autentik untuk memastikannya, ternyata sumber lain meneguhkan penghalalan tingkah laku tersebut. Di kitab Hadith sahih Sunan Abu Dawud vol.2 no.1161-2174; pada nomor 2155 dijelaskan bahwa Muhammad mendapat pewahyuan tersebut dari Allah.
Di sini Ismael memberi sebuah analogi untuk menjawab moral dan tingkah-laku yang diajarkan Kuran dan Muhammad: ”Jika wanita tersebut adalah istri kamu, atau salah satu wanita dari keluarga kamu atau putri kamu dipaksa untuk menceraikan suami resminya, lalu dipaksa untuk menikahi tentara musuh dan kemudian dipaksa bersetubuh, apakah kamu pikir istrimu, saudari kandungmu, putrimu, ibumu akanlah setuju pemaksaan yang melecehkan mereka?”

”Saya tidak percaya bahwa pewahyuan ini datang dari Elohim (God). Karena itu saya menolak Kuran dan Muhammad dalam masalah ini,” Ismael berkata, dan melanjutkan, “Nah sekarang Anda mengerti mengapa saya meninggalkan Islam. Terima kasih dan Elohim memberkati Anda, saya dan semuanya. Amin.”

Read the rest of this entry