Category Archives: AGAMA Roma Katolik

Gereja Katolik Yerusalem dikecam keras, menjangkal Gunung Bait milik Israel demi menyenangkan orang Palestina

Namun, pada hari-hari terakhir akan terjadi bahwa Gunung Bait YAHWEH akan didirikan mengatasi puncak gunung-gunung; dan dia akan ditinggikan lebih daripada bukit-bukit dan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun kepadanya.” (Mika 4:1)

Kota kuno dan modern Yerusalem.jpgMeresponi sengketa tanah Gunung Bait / Gunung Rumah YAHWEH (The Temple Mount) antara Israel dan Palestina, Gereja Katolik memilih ”melanggar Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” tokoh Kristen pro-Israel mengeritik sikap Gereja Katolik tersebut. ”Ini yang disebut ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu.”

”Ini yang dipanggil ’Kepala-kepala dari Gereja-gereja di Yerusalem’ adalah nabi-nabi palsu. Kata-kata mereka adalah pelanggaran langsung kepada Torah, nabi-nabi, tulisan-tulisan (kitab suci) dan Perjanjian Baru,” Cardoza-Moore berkata kepada media Israel BreakingIsraelNews pada sebuah wawancara. Cardoza adalah Presiden Proclaming Justice to The Nations.

Sebuah kelompok gereja-gereja yang berada di bawah Patriak Latin Jerusalem dalam pernyataan bersama (Rabu, 26 Juli) menyalahi Israel dan merefer Gunung Bait sebagai ”Haram Ash Sharid” dan ”Al Aqsa” tanpa sama sekali merefer tanah tersebut kepada Alkitab. ”Kami, Kepala-kepala Gereja di Yerusalem, mengungkapkan keprihatian serius kami berkaitan dengan pertikain baru-baru ini pada perkembangan kekerasan di sekitar Haram ash-Sharif …”

”Ini [pernyataan] haruslah ditangani sebagai suatu peringatan untuk siapa saja – keluarlah dari nabi-nabi palsu ini dan gereje-gereja mereka,” Cardoza-Moore menyatakan, dan menambahkan, ”(seandainya) mereka sudah membaca Alkitab-alkitab mereka ganti mempromosikan kesesatan, mereka pastilah telah menemukan bahwa Gunung Bait (bukan Al Aqsa) adalah tempat tersuci di bumi menurut Elohim, Yudaisme dan Kristianiti.”

Ulangan 27:17 ”Terkutuklah orang yang memindahkan batas tanah sesamanya! Dan seluruh umat berkata: Amin!

”Para pemimpin gereja ini mempromosikan kesesatan pelanggaran langsung pada perintah-perintah Elohim – dan bentuk yang sangat jahat dari merevisi sejarah anti-Semit dan theologi penggantian,” ia berkata.

Theologi Penggantian (Replacement Theology) adalah sebuah doktrin yang mengajar Gereja telah menggantikan posisi Israel dalam rencana Elohim dan dalam perjanjian dengan para nenek moyang bangsa Israel. Sebelum negara Israel merdeka (1948), banyak badan-badan Gereja percaya theologi anti-Israel ini. Tahun 1965, Puas Paul VI pada Dewan Vatikan II pada dokumen bernama Nostra Aetate, meninggalkan doktrin yang dibuatnya, namun dalam praktek itu tetap dilakukan. Vatikan sampai hari ini tidak mengakui Yerusalem adalah ibukota dan milik bangsa Israel, dan awal 2017 Paus Francis I menyebut pemimpin Fatah Palestina M. Abbas sebagai “Malaikat Perdamaian,” orang yang sama yang memberi sumbangan uang kepada setiap keluarga dari para pelaku jihad yang mati di Israel.

Dengan mengganti nama ”Gunung Bait” menjadi ”Haram al-Sharif,” Presiden Proclaming Justice to The Nations ini dan Rabbi Tovia Singer (pendiri dan direktur dari Outreach Judaism) berpendapat adanya kemungkinan para pemimpin Gereja Katolik ini ”telah mengganti merek Kristianiti mereka dengan Islam.”

”Tulisan seperti ’Haram al-Sharif’ dan ’West Bank’ tidaklah dikenal oleh para penulis Perjanjian Baru,” Tovia Singer berkomentar.

Rabbi Tovia Singer, menurut Breaking Israel News, adalah seorang pendidik berpengalaman pada ketiga agama yang berkaitan dengan Abraham: Yudaisme, Kristianiti dan Islam.

Referensi: Catholic Kowtowing to Islamic Replacement Theology “Promotes Heresy”, “Violates Torah”  (July 27 2017).

Artikel berkait:

Read the rest of this entry

Iklan

Vatikan: Top Kardinal tertangkap basah praktek homosex dan obat terlarang di apartemennya

Vatican Police Break Up Gay Orgy at High-Ranking Cardinal’s Apartment

Sumber lain berkata, bahwa praketek homosex di antara pemimpin Gereja Katolik di Roma adalah normal, Pendeta Katolik di Roma adalah gay (pria homosex) mencapai 98%, ia mengutip majalah Italia, (lihat video di bawah).

Minggu ini, di Australia seorang Kardinal senior sedang diadili oleh pemerintah karena kasus phedofile (pelecehan sex terhadap anak-anak remaja).

Artikel berkait:

Kejadian ini mengingatkan saya pada Kitab Ibrani 12:26-29, bahwa suatu kali Elohim akan menguncang segala sesuatu di bumi, hingga hanya tertinggal yang “tidak tergoncangkan”  yaitu Kerajaan Elohim. Di Timur Tengah, agama Islam juga sedang terguncang. Read the rest of this entry

Mengapa Gereja Roma / Vatikan senang simbol Ular Naga?

Di kota Roma yang merupakan pusat negara Vatikan dan pusat Gereja Katolik, orang Barat menyebutnya Roman Catholic Church (Gereja Roma Catholic) terdapat banyak ukiran, gambar dan bahkan gedung berbentuk naga. Ular naga nampaknya menjadi simbol kejayaan Gereja Roma dan sekaligus negara Vatikan, apakah Anda tahu mengapa?

Banyak orang telah menulis tentang hal ini, saya tampikan beberapa.

Ukiran ular naga yang besar pada hiasan utama kepausan di Musium Vatikan

Lambang Ular Tenung the Divining Serpent di Musium Vatikan

Michael Scheifler[1] menulis ini adalah lambang ular tenung, logo utama dari mantel tentara Paus Gregory atau Gregorio (Latin) XIII (1572-1585 AD). Paus Gregory adalah paus yang merubah kalender Julian menjadi kalender Gregorian (dari namanya), sistim kalender yang kita pakai saat ini. Paus Gregory indentik dengan Ular Naga, nampak pada bangunan kuburannya.

Medali Paus Gregory XIII. Pada sisi satu terlukis wajahnya dan sisi lainnya bergambar kepala kambing dilingkari oleh ular naga bersayap yang sedang mengigit buntutnya sendiri. Gambar ular naga mengigit buntutnya sendiri (bentuk lingkaran) dikenal sebagai Ouroboros atau Uroboros.

Medali logam Gregory XIII bergambar ular naga bersayap dan kepala kambing

Paus Paulus (Paolo) V (1605-1621 AD) juga memakai logo ular naga bersayap pada perisainya

Ular naga bersayap juga terdapat pada kolam pancuran air / Fountain of Towers di Vatican Gardens

Naga bersayap Taman Vatikan Airmancur Vatican Gardens Fountain of the Eagle Dragon

Naga terbang, lukisan Roma awal abad 16. Logo Ular Naga bersayap telah dipakai oleh Gereja Roma sebelum Kaisar Constantine menjadikan Kristianiti sebagai agama negaranya di tahun 312 AD, logo ini nampak pada lukisan Raffaello (1509-1510 AD) bertitel The Sala di Constantino, Palazzi Vaticani, Rome

Ular Naga terbang lukisan Raffaello di Vatikan, Roma

Gedung modern Auditorium Paus Paulus VI (Paul VI Audience Hall) berbentuk persis kepala ular. Penampakan dalam dari gedung ini nampak seperti ular buas dengan kedua taringnya. Di belakang mimbarnya terdapat ukiran manusia sekaligus tengkorak ular bersayap. Lihat videonya untuk lebih jelas. Gambar diambil dari missiongalacticfreedom 

Bangunan Auditorium Vatikan luar-dalam kepala ular bermata setan.jpg

Kata “Vatican” (bahasa Latin) berasal dari dua kata: Vatis dan Can. Vatis = juru tenung (diviner, fortune-teller);[2] Can = ular (serpent) jadi

Vatikan = Ular Tenung (the Divining Serpent[3]

Kepala kambing dan Naga pada medali Paus Gregory XIII keduanya adalah simbol dari Setan, Michael Scheifler berkata[4]

Di bawah ini dua video yang menarik tentang  Vatikan dan simbul ular naganya

Robin M. Fisher membuat dokumentasi video tentang Ular Naga dan kekuasaan Vatican berjudul Vatican Dragon Babylonian Brotherhood

Video lainnya: Paus Paulus VI (The Paul VI Audience Hall (italia: Aula Paolo VI). 5 Reasons Vatican run by Reptilians. PaulVIAudienceHall 

Nubuatan Alkitab tentang Ular Naga dan Perang Armagedon. Banyak ahli Alkitab berkesimpulan bahwa nubuatan-nubuatan Alkitab tentang binatang yang keluar dari dalam laut adalah Gereja Roma atau Vatikanyang mendapat kuasa dari Setan yang dilambangkan sebagai Ular Naga atau Ular Tua di kitab Wahyu, lihat Wahyu 13:1-2, Wahyu 12:3-4 dan 9 Matius 2:13. Lihat link The Red and Rome by Michael Scheifler

Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. … Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya (wewenangnya) yang besar. (Wahyu 13:1-2)

Alkitab juga telah meramalkan bahwa Naga ini melalui perwakilannya akan memerangi Gereja Yeshua (keturunan wanita) yang menuruti hukum Elohim dan memiliki kesaksian Yeshua (Wahyu 12:17); hal ini telah tergenapi. Namun kejadian ini akan terulang lagi kepada bangsa Israel (keturunan Abraham), yang dikenal sebagai “The Great Tribulation,” berlangsung selama 3,5 tahun. Dan masa ini akan diakhiri dengan datangnya Yuruselamat mereka, Messias/ Kristus memerangi si Naga, Anti-Kristus dan Nabi palsunya, dikenal sebagai  “Perang Armagedon” atau orang Ibrani menyebutnya “Perang Her Magido.” Megido adalah sebuah dataran luas di Israel, dimana telah terjadi beberapa kali perang besar di lokasi yang sama, sejarah mencatat.

Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (Wahyu 20:1-2)

Kenyataan di atas mungkin sangat mengejutkan bagi masyarakat Katolik, namun jika kita amati baik-baik dan berpikir “bagaimana mungkin negara yang tidak lebih besar dari sebuah kota Roma (Vatikan terletak di dalam kota Roma), namun memiliki kekuatan dan kuasa politik yang begitu besar di Eropa, Amerika (Kanada, Amerika Serikat, dan semua negara Amerika Latin) dan Timur Tengah serta beberapa negara Asia.

Footnotes:

  1. Michael Scheifler adalah pemilik situs Kristen ”Bible Light
  2. Lihat Yosua 13:22 , Yesaya 3:2
  3. http://historical.benabraham.com/html/papal_crest_dragon.html
  4. The Red Dragon and Rome

Baan berkait:

Read the rest of this entry

Paus Francis I dipertanyakan imannya, bahkan oleh para Katolik

Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Matius 15:11)

Paus Francis I memutar balik ajaran Yesus dan isi Alkitab tentang homosex

Paus Francis tentang homosexual

Artikel ini akan menunjukkan beberapa catatan berita tentang perkataan dan perbuatan Paus Francis I dalam pelayanannya sebagai pemimpin rohani yang membuat imannya sebagai paus dipertanyakan bukan hanya oleh para pemimpin Gereja Injili, tetapi juga oleh kalangan dalam GRK.

Sekilas latar belakang Paus Francis I dan Gereja Roma Katolik

Jorge Mario Bergoglio adalah nama asli dari Paus Francis I. Gereja Roma Katolik (GRK) mencatat bahwa Paus Francis I adalah paus ke 112, namun paus pertama yang berasal dari sekte Katolik Jesuit (Serikat Yesus, dalam bahasa Indonesia). Ia asli orang Roma dan tumbuh besar di Argentina, di negara ini ia juga menjabat sebagai Jendral Jesuit. Organisasi Jesuit pernah dilarang di berbagai negara Barat. Ia adalah satu-satunya paus, sepanjang sejarah kepausan Roma Katolik, yang pernah berceramah di depan Kongres Amerika Serikat.

Untuk yang belum tahu tentang Gereja Katolik, paus adalah pemimpin tertinggi dari Gereja Roma Katolik (GRK), dan sekaligus pemimpin negara Vatikan, yang berpusat di kota Roma. Di bawah Paus, terdapat ratusan Kardinal (yang juga berfungsi sebagai Duta-duta Besar). Di bawah Kardinal terdapat Uskup Agung lalu diikuti para Uskup dan kemudian para pendeta Katolik.  Ada Gereja-gereja di luar denominasi Roma Katolik yang menganggap Paus sebagai pemimpin utama sinode mereka.

Alkitab tentang kreteria “orang Kristen”

Sebelum kita melihat pernyataan doktrinal Paus Francis I, ada baiknya kita mengerti  apa artinya ada sebagai “orang Kristen.” Kitab Kisah para Rasul atau ”Book of Acts” (Kitab yang mencatat perbuatan-perbuatan para Rasul) mencatat bagaimana lahirnya kata ”orang Kristen,” tertulis: ”Dan Barnabas pergi ke Tarsus untuk mencari Saulus. Dan ketika menemukannya, dia membawanya ke Antiokhia. Dan terjadilah selama setahun penuh, mereka berkumpul bersama dalam jemaat dan mengajar kerumunam orang yang cukup banyak. Dan, para murid itu disebut Kristen untuk pertama kali, di Antiokhia.” (Kis 11:25-26).

Barnabas adalah “seorang yang baik dan penuh dengan Roh Kudus dan iman” (Kis 11:24), ia diutus oleh Jemaat di Yerusalem untuk memfollow-up pemberitaan ”Injil Adonai Yeshua” yang diberitakan oleh orang-orang beriman dari Siprus dan Kirene di kota Antiokhia, Syria (a. 20). Murid bertambah, sehingga Barnabas memerlukan Saulus, Ahli Taurat dari mantan sekte Farisi  yang sangat terkenal di antara masyarakat Yahudi. Saulus yang dikemudian hari dikenal sebagai Rasul Paulus telah menjadi pengikut Yeshua setelah perjumpaannya yang supernatural dengan Adonai Yeshua di dekat Damaskus, ibukota Syria. Tarsus dan Antiokhia adalah kota-kota di Syria pada saat itu.

Jadi murid-murid ini disebut ”orang-orang Kristen” karena iman dan gaya hidup mereka mengikuti ajaran Injil Yeshua. Secara sederhana, orang Kristen adalah orang yang percaya dan mengikuti ajaran Adonai Yeshua.

Selama satu tahun penuh Barnabas dan Saulus memuridkan orang-orang yang baru percaya Injil Yeshua. Jadi murid-murid ini disebut ”orang-orang Kristen” karena iman dan gaya hidup mereka mengikuti ajaran Injil Yeshua. Secara sederhana, orang Kristen adalah orang yang percaya dan mengikuti ajaran Adonai Yeshua.

Pernyataan-pernyataan doktrinal Paus Francis I

Telah banyak video dan artikel (pro dan kontra) dibuat tentang Paus Francis I, namun yang terbaik untuk menilai siapakah sebenarnya beliau, adalah perkataan dan perbuatan beliau sendiri, sebagaimana Adonai Yeshua berkata:

Sebab setiap pohon dikenali dari buahnya, karena bukan dari semak duri mereka mengumpulkan buah ara, ataupun dari belukar mereka mengumpulkan buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan hal yang baik dari perbendaraan hatinya yang baik, dan orang yang jahat mengeluarkan hal yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat, karena mulutnya mengucapkan apa yang meluap dari hatinya.” (Lukas 6:44-45)

Dari Firman Elohim ini kita bisa melihat bahwa perkataan dan perbuatan (buah) ditentukan oleh hati manusia.

Di bawah ini adalah beberapa contoh artikel yang mencatat perkataan dan perbuatan Paus Francis I dalam pelayanannya, pada bagian terakhir saya sertakan sejumlah artikel dari orang Gereja Katolik dan Gereja Injili:

1. Doa Bapa Kami (Matius 6:9-13). Setiap orang Kristen tahu dan umumnya hafal di luar kepala Doa tersebut. Saya sejak SD sudah hafal Doa ini sekalipun bukan orang Kristen, hanya karena saya di sekolahkan di sekolah Kristen.

Awal Oktober 2015, Paus Francis I memimpin Doa Bapa Kami dilapangan terbuka di Amerika Serikat, membacanya dari text bahasa Inggris. Video menunjukkan bahwa Paus tidak melanjutkan Doa tersebut. Namun yang lebih serius adalah ia merubah kata yang sangat penting, berbunyi: “Datanglah Kerajaan-Mu di Neraka seperti di Sorga. …” Alkitab menulis: ”Datanglah Kerajaan-Mu di Bumi seperti di Sorga.” POPE FRANCIS Says “HELL” During Lord’s Prayer & CAN’T FINISH! (video)

Dengan demikian, Paus menyatakan bahwa ia tidak bukan hanya sekedar menolak Kerajaan Elohim terjadi di bumi, dimana manusia hidup, lebih lagi paus ini menolak secara tegas Kerajaan Elohim yakni otoritas dan kekuasaan Elohim sebagai Penguasa semesta alam. Ini adalah suatu bentuk penghujatan besar kepada Bapa Sorgawi.

2. Siapakah sebenarnya Lucifer? Alkitab menulis Lucifer (Latin) atau Helel (Ibrani)  berarti “the morning star” adalah indentik dengan Setan, yang awal mulanya adalah malaikat terang yang kemudian dibuang Elohim ke bumi karena memberontak ingin menjadi serupa Elohim. Baca Yesaya 14:12-17 dalam terjemahan LXXE (Septuagint English, Geneva, KJV. Di St. Petrus Basilika, Paus memimpin Doa Misa dalam bahasa Latin; menyebut Elohim sebagai Lucifer dan Ha Mashiah (Kristus) sebagai putra Lucifer (Vatikan, 27 April 2014). Ini adalah doa klasik Gereja Roma Katolik, namun menjadi heboh sebab baru kali ini di videokan dan dimuat di publik. Dari text terjemahan bahasa Inggrisnya Anda bisa mengerti isi doa misa tersebut. Lihat: Pope Francis Declares Lucifer As God (video)

3. Perlukah orang Kristen memiliki hubungan pribadi dengan Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus)? Firman YAHWEH menunjukkan bahwa itu perlu sekali dan bahkan Elohim sendiri menghendaki hal itu terjadi. Baca: Yohanes 15:4-27, pasal ini diapit oleh pasal 14 dan 16, dimana Yeshua menjanjikan Roh Kudus (Roh Elohim) kepada setiap pengikut-Nya. Yeshua jelas merefer Yohanes 15 ini dari kitab Nabi Yehezkiel 15, peringatan bagi umat-Nya yang tidak mau mengandalkan Dia (perhatikan Yez 15:8).

Namun Paus Francis I berkata: “Memiliki hubungan pribadi langsung dan segera dengan Yeshua Ha Mashiah di luar lingkungan dan mediator dari Gereja (Roma Katolik) adalah pencobaan-pencobaan yang berbahaya dan merusak” (Vatikan, 25 Juni 2014). Lihat: POPE says Personal Relationship with Jesus VERY DANGEROUS & HARMFUL – Must Share!!(video)

4. Apakah artinya Penyaliban dan Kebangkitan Yeshua menurut Firman YAHWEH? Rasul Petrus berkata itu penting sekali, selain dosa kita telah Yeshua tanggung di kayu salib, salib Yeshua memampukan orang Kristen untuk hidup di dalam kebenaran, tambahan dari itu, luka-luka Yeshua telah menyembuhkan penyakit kita (1 Pet 2:23-25). Salib Mashiah melayakkan kita beribadah secara langsung kepada Elohim yang hidup, dan memiliki kepastian kehidupan kekal, kata penulis kitab Ibrani (Ib 9:13-15). Rasul Paulus menggambarkan penyaliban Yeshua sebagai kekuatan Elohim: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Elohim. (1 Korintus 1:18).

Paus Francis melihat karya salib Yeshua berbeda dengan Firman YAHWEH. Di gereja St. Patrick Cathedral di New York ia berkata, “Kita adalah pengikut Yeshua (Jesus) …, dan bicara secara manusawi, telah berakhir dalam kegagalan, kegagalan Salib.” (September 2015).  Lihat: Blasphemy! “Jesus’ life ended in failure, the failure of the Cross…” Pope Francis (video)

5. Praktek hubungan homosex dosa atau tidak di mata Elohim? Setiap orang Kristen telah tahu sejak di Sekolah Minggu mengenai sejarah penghakiman Elohim atas kota Sodom dan Gomorah (Kejadian 18:16 sampai 19:29). Rasul Petrus berkata peristiwa Sodom dan Gomorah ini adalah suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian” (1 Pet 2:6). “Janganlah disesatkan: … bukan pezina, bukan banci, bukan homoseks … yang akan mewarisi kerajaan Elohim,” Rasul Paulus mengingatkan jemaat (1 Korintus 6:9-10).

Di depan para wartawan, Paus Francis yang membawahi seluruh Kardinal, Uskup Agung, Uskup dan para pendeta Katolik, menjawab pertanyaan tentang para pendeta Katolik yang praktek homosexual, ”Jika seseorang adalah gay (homo) dan ia mencari Adonai (the Lord) dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?” (Brazil, Juli 2013). Namun Paus menolak berkomentar tentang kemungkinan wanita menjadi pendeta; namun menjadi jelas ketika seorang pendeta Katolik yang kedapatan menikah dengan seorang wanita, pendeta ini segera dipecat. Lihat: Pope Francis on gays: Who am I to judge? (video).

Paus Francis membuktikan dukungannya secara terang-terangan kepada para pelaku praktek homosex, tidak hanya bagi para pemimpin Katolik namun juga kepada setiap jemaat Katolik, dengan mengumpulkan semua bawahannya dalam sebuah konferensi satu minggu khusus membahas masalah pernikahan dan sex tersebut. Sedemikian besarnya dukungan Paus atas kehidupan homosex ini, sehingga majalah LGBT Amerika Serikat, The Advocate, menamai Paus Francis I sebagai “Tokoh Tahun 2013” mereka.

6. Bagaimana konsep Paus Francis tentang Teori Darwin / Teori Evolusi? Charles Darwin adalah seorang Atheis, ia menolak adanya Elohim dan ia percaya manusia berevolusi dari monyet. Paus percaya manusia tercipta sesuai Teori Evolusi, ia menyebut kisah Penciptaan di kitab Kejadian seperti kisah seorang tukang sulap dan tidak mungkin, ”Ketika kita membaca tentang Penciptaan di kitab Kejadian, kita menjalankan resiko membayangkan Elohim adalah seorang tukang sulap, dengan tongkat sulap tidak dapat melakukan apapun.” (3 November 2014). Lihat: WARNING !!! Pope Calls Jesus and the Bible a LIE !!! False Prophet EXPOSED !!! (video) 

Paus mencium kaki para imigran Muslim dan berkata Kita bersaudara

Paus mencium kaki para imigran Muslim: “Kita bersaudara”

7. Pope Francis I lebih membela Islam daripada membela doktrin Katolik dan Kristen? Silahkan lihat sendiri. Pope Francis: “It isn’t right to say that Islam is a terrorist faith” (pernyataan Paus kepada para pemuda Panama) (video)

Berikut ini adalah daftar Artikel yang mengkomentari pernyataan doktrinal Gereja yang dibuat oleh Paus Francis I:

Dalam Bahasa Indonesia:

Dalam Bahasa Inggris:

Dokumentasi tentang Paus Francis I sebelum menjadi Paus oleh Leo Zagami. Catatan sejarah tentang Paus Francis I dari Professor Michel Chossudovsky, president dan direktur the Center for Research on Globalization: “Jorge Mario Bergoglio (nama asli Paus Francis I) adalah Jendral Jesuit dan Uskup di Argentina adalah orang yang secara langsung terlibat dalam ‘Perang Kotor’ Argentina mulai dari aksi kudeta dan pembunuhan penduduk Argentina;” “Washington’s Pope”? Who is Pope Francis? dan Babylon is fallen: pope Francis’ implication in Argentina’s dirty war (video)

Sindikat politik dan nubuatan tentang runtuhnya Gereja Roma Katolik dimana Paus Francis I sebagai paus terakhir:

Apakah kita lebih menghormati manusia lebih daripada menghormati Elohim Pencipta kita? Kejadian pasal 1 menjelaskan bagaiman Elohim menciptakan alam semesta, bumi dan segala isinya. Dan pada kitab Wahyu (kitab nubuatan Akhir Jaman) tertulis bahwa akan datang malaikat Elohim memperingati manusia yang tidak menghormati Elohim YAHWEH dan firman-Nya:  Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Elohim dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (Wahyu 14:6-7)

Read the rest of this entry

Uskup Katolik menuntut Israel membebaskan Tanah Perjanjian di tahun Yobel ke bangsa Palestina

Awake, awake; put on thy strength, O Zion; put on thy beautiful garments, O Jerusalem, the holy city: for henceforth there shall no more come into thee the uncircumcised and the unclean. (Isaiah 52:1, KJV)

uskup-declan-lang-dengan-topi-ikannya

Uskup GRK Declan Lang

Uskup Gereja Roma Katolik Declan Lang untuk Clifton  dan sekaligus pemimpin Kordinasi Tanah Perjanjian  (Holy Land Coordination) dalam sebuah pernyataan tertulis dan ditandatangani oleh 11 uskup Katolik lainnya berkata, “Selama 50 tahun West Bank, Yerusalem Timur dan Gaza telah lenyap di bawah pendudukan, pelanggaran nilai kemanusian baik orang-orang Palestina dan orang-orang Israel. Ini adalah skandal yang kita harus tidak menjadi terbiasa.” Hal ini terjadi berkaitan dengan beralihnya kekuasaan Kota Yerusalem dari pemerintah Yordania ke pemerintah Israel setelah tentara Israel menang perang pada Perang Enam Hari 1967 (video dokumentasi).

”Begitu banyak orang di Tanah Perjanjian telah menghabiskan seluruh hidup mereka di bawah pendudukan, … Sekarang, lebih dari sebelumnya, mereka layak solidaritas kita.”

Bicara tentang orang-orang yang tinggal di Jalur Gaza, ia berkata, ”mereka masih hidup di tengah-tengah katastrop kemanusian buatan-orang.”

Declan Lang juga meminta jemaat untuk menolak pembangunan rumah-rumah untuk 600.000 orang Israel, dengan alasan tanah tersebut adalah tanah status “Hukum Internasional.”

Ia menutup penyataan ini dengan mengutip ayat Yobel / Jubilee, dimana bangsa Israel membebaskan para budak dan menghapus hutang-hutang setiap 50 tahun: ”Dan kamu harus menguduskan tahun itu, tahun kelima puluh. Dan kamu harus memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi seluruh penduduknya. Itu harus menjadi Yobel bagimu.  Dan kamu harus megembalikan setiap orang kepada miliknya, dan kamu harus megembalikan seseoragn kepada kaumnya,” ia mengutip Imamat 25:10

”Selama 50 tahun pendudukan ini kita harus berdoa untuk kebebasan setiap orang di Tanah Perjanjian dan secara praktis mendukung semua yang bekerja membangun perdamaian yang adil,” ia menyimpulkan.

Pernyataan uskup Clifton, Amerika Serikat ini dibantah oleh situs Israel, bahwa Declan Lang salah target dalam banyak point, diantaranya,

“Uskup ini kemungkinan lupa laporan 19 Desember 2016 yang dibuat oleh organisasi Katolik itu sendiri, the National Catholic Report (NCR). NCR menulis: ‘Di 1950, Betlehem dan desa-desa sekitarnya adalah 86% Kristen. 2016, populasi Kristen hanya 12%. Di West Bank, Kristen sekarang kurang dari 2% dari populasi, meskipun 1970, Kristen adalah 5%. Di Betlehem, tempat Yeshua lahir, hari ini hanya 11.000 Kristen.’

“Dari fakta-fakta statistik tersebut, NCR mencoba memindahkan tuduhan ke ‘pendudukan’ Israel (meskipun Betlehem adalah di bawah kekuasaan Pemerintah Palestina) dari intimidasi Muslim – kurang brutal tetapi dibungkus dengan ketidak toleransian dan kebencian yang sama atas serangan-serangan ke orang-orang Kristen di Irak, Syria sampai ke Mesir,” situs Israel ini menulis.

”Sungguh, satu-satunya negara di Timur Tengah dimana komunitas Kristen berkembang dan makmur adalah, secara umum – Israel.”

Baca juga:

Referensi:

Read the rest of this entry